• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kemitraan Jagung Bioteknologi Bayer: Tingkatkan Produktivitas 12% dan Pendapatan Petani hingga 97%

Kemitraan Jagung Bioteknologi Bayer: Tingkatkan Produktivitas 12% dan Pendapatan Petani hingga 97%

  • 17 Oktober 2025, 3:03 PM
  • InovTek
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com - Program kemitraan jagung bioteknologi yang dijalankan PT Bayer Indonesia berhasil menunjukkan hasil nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Berdasarkan pemaparan Esa Ayu Pratama, Seeds & Trait Regulatory Manager PT Bayer Indonesia dalam HortiTalk World Food Day Special: Inovasi Bioteknologi Jagung untuk Mendorong Ketahanan Pangan Nasional (16/10/2025), kerja sama antara Bayer dan Kementerian Pertanian melalui ekosistem petani binaan Better Life Farming (BLF) telah menjadi tonggak penting dalam percepatan adopsi benih jagung bioteknologi varietas DK95-NK603 (komersial: DK95R).

"Target lokasi tahap satu program sebanyak 1000 ha dengan MT 2 Apr - Jul 2024 di Sumbawa, Dompu, Bima, dan NTB seluas 350 ha. Kemudian untuk tahap 2 MT 1 Nov 2024 - Mar 2025 di Sumbawa, Dompu, Bima, dan NTB seluas 650 ha," jelas Esa.

Program kemitraan Bayer ini telah menjangkau 240 petani di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan total area tanam mencapai 1.000 hektar.

Kemudian, dalam musim tanam 2024, benih jagung bioteknologi mampu meningkatkan produktivitas hingga 12%, dari 7,4 ton per hektare menjadi 8,25 ton per hektare. Hal ini bahkan juga meningkatkan pendapatan petani hingga 97,3%, dari Rp7,4 juta menjadi Rp14,6 juta per hektare.

Menurut Esa, pencapaian ini tidak hanya mencerminkan keunggulan genetik dari benih bioteknologi, tetapi juga efisiensi biaya yang dihasilkan. “Tingkat Return on Investment (ROI) mencapai 196%, dengan penghematan utama berasal dari penurunan biaya herbisida hingga 50% dan efisiensi tenaga kerja dalam pengendalian gulma,” jelasnya.

Selain itu, petani juga mendapatkan manfaat waktu. Penggunaan benih bioteknologi membuat mereka tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk penyiangan dan penyemprotan. Seorang petani, Ibu Ine dari Dompu, bahkan mengaku, “Setiap pagi saya bisa mengantar anak saya ke sekolah yang sebelumnya saya perlu bangun pagi buta dan pergi ke ladang.”

Kontribusi terhadap Ketahanan Pangan Nasional


Baca Juga: PERMINTAAN SAYURAN BEKU MENINGKAT, PT MITRATANI NAIKKAN KAPASITAS

Program kemitraan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan jagung sebagai bahan utama pakan ternak. Berdasarkan data yang disampaikan dalam presentasi, kebutuhan jagung nasional pada 2025 diproyeksikan mencapai 16,9 juta ton, dengan 75,4% atau 12,7 juta ton di antaranya digunakan untuk industri pakan.

Melalui sifat genetik unggul yang tahan terhadap hama dan cekaman lingkungan, benih bioteknologi memberikan peluang bagi petani untuk menghasilkan lebih banyak dari lahan yang terbatas prinsip yang dikenal sebagai Grow More With Less.

Teknologi ini juga terbukti aman bagi manusia, hewan, dan lingkungan. “Tidak ada perbedaan nutrisi antara tanaman bioteknologi dan tanaman konvensional, kecuali jika modifikasi dilakukan secara sengaja untuk meningkatkan kandungan vitamin atau gizi,” papar Esa. Keamanan pangan dari produk rekayasa genetika telah diakui oleh lembaga dunia seperti FAO, WHO, dan U.S. National Academies of Science.

Meskipun hasil di lapangan menunjukkan dampak positif, penerapan benih bioteknologi di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah persepsi publik yang keliru tentang keamanan produk biotek, serta proses regulasi yang panjang dan kompleks.

“Lamanya proses perizinan dan pelepasan varietas bisa mencapai 13 tahun, hampir setara dengan pengembangan obat farmasi baru,” ujar Esa, merujuk pada data dari Kementerian Pertanian (2018). Proses regulasi yang rumit ini, lanjutnya, sering kali menghambat petani untuk segera mengakses teknologi yang telah terbukti aman dan bermanfaat di banyak negara.

Untuk itu, Bayer merekomendasikan beberapa langkah strategis, seperti menyederhanakan proses perizinan, memperkuat koordinasi antar lembaga, dan mengembangkan Grand Strategy atau Road Map perbenihan bioteknologi nasional. “Dengan regulasi yang lebih streamlined dan berbasis ilmu pengetahuan, kita bisa mempercepat akses teknologi bagi petani Indonesia,” tegas Esa.

Keberhasilan program kemitraan di NTB menjadi bukti nyata bahwa adopsi teknologi bioteknologi bukan sekadar inovasi laboratorium, tetapi solusi nyata di lapangan. Petani memperoleh hasil panen yang lebih tinggi, waktu kerja yang lebih efisien, serta peningkatan kualitas hidup keluarga mereka.

Selain itu, program ini juga berkontribusi pada upaya penurunan impor bahan pangan dan peningkatan daya saing ekspor produk pertanian Indonesia. Dengan semakin luasnya penerapan bioteknologi, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan dunia di masa depan.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 17 Oktober 2025, 3:03 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 17 Oktober 2025, 3:03 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 17 Oktober 2025, 3:03 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 17 Oktober 2025, 3:03 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved