• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. KENTANG BIOTEKNOLOGI TURUNKAN PENGGUNAAN FUNGISIDA

KENTANG BIOTEKNOLOGI TURUNKAN PENGGUNAAN FUNGISIDA

  • 03 Desember 2020, 9:30 PM
  • Sayur, InovTek, Kilas, Budidaya, Agribisnis, Benih

Bogor, Hortiindonesia.com

Kentang bioteknologi dengan gen RB terbukti tahan terhadap penyakit hawar daun/busuk daun. Kentang hasil penelitian BB Biogen, Balitsa, University of Wisconsin dengan dana USAID ini sudah diajukan untuk komersialisasi dengan nama Bio Granola Agrihorti. tetapi ditunda sampai ada pedoman pengawasan dan pengendalian tanaman produk rekayasa genetik. M Herman dari BB Biogen menyatakan hal ini.

Tanaman kentang tahan Phytophthora infestan ini 45-50 hari setelah tanam tetap tumbuh baik tanpa disemprot fungsida. Kentang non bioteknologi pada umur yang sama harus disemprot 10 kali.

Studi Balitsa menunjukkan petani menanam kentang granola satu kali musim tanam untuk kendalikan P.infestan menyemprot  fungisida 10-20 kali. Kalau tidak disemprot produksi 11,9 ton/ha, disemprot 10 kali produksi 19,75 ton/ha dan disemprot 20 kali tidak beda nyata dengan 10 kali yaitu 21,59 ton. Penggunaan kentang bioteknologi mengurangi biaya fungisida 50-80% (Rp4,09-6,5 juta/ha).


Baca Juga: Untung Rp 100 juta Sekali Panen, Petani Tidore dan Ternate Sangat Bersyukur

Hasil studi IPB pada petani dan penangkar benih kentang di Brastagi (Sumut); Garut, Lembang, Pangalengan (Jabar), Banjarnegara, Wonosobo (Jateng) dan Tosari (Jatim) menunjukkan mereka mau menanam kentang bioteknologi tetapi harga benihnya tidak boleh lebih mahal dari harga benih kentang biasa yang selama ini mereka tanam.

Produksinya harus lebih tinggi, paling tidak sama dengan kentang yang mereka biasa tanam. Pemilik teknologi harus membuat demplot di lokasi petani, supaya petani dapat melihat langsung hasilnya.

Sebelum memutuskan tanam kentang biotek mereka akan mencoba dulu. Petani dan penangkar yakin kentang bioteknologi tahan terhadap penyakit busuk daun dan menurunkan aplikasi fungisida.

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 03 Desember 2020, 9:30 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 03 Desember 2020, 9:30 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 03 Desember 2020, 9:30 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 03 Desember 2020, 9:30 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved