• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. KISAH PETANI NTT : TANAM CABAI MAMPU SEKOLAHKAN ANAK HINGGA LULUS SARJANA

KISAH PETANI NTT : TANAM CABAI MAMPU SEKOLAHKAN ANAK HINGGA LULUS SARJANA

  • 17 Desember 2020, 2:28 PM
  • Sayur, Kilas, Budidaya, Agribisnis

Kupang, Hortiindonesia.com

Kementerian Pertanian mendorong pengembangan kawasan cabai untuk wilayah defisit mendukung swasembada cabai.  Salah satunya ada di Kabupaten Kupang, NTT. Jika dilihat dari neraca produksi dan kebutuhannya, Kupang masih defisit aneka cabai mencapai 2000 ton per tahun. Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo secara tegas menyampaikan komitmennya untuk menjadikan seluruh wilayah tercukupi pasokan hortikultura, terpenting cabai. Dengan demikian inilah yang menjadi salah satu dasar fokus pemerintah dalam alokasi kawasan cabai.

Pada 2020, NTT mendapatkan alokasi pengembangan kawasan cabai seluas 626 hektare yang tersebar di 19 Kabupaten. Tak hanya itu NTT juga mendapatkan alokasi pusat seluas 90 hektare, tersebar di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nagekeo dan Belu. Di sisi lain, bantuan yang diberikan ternyata mampu membantu meningkatkan kesejahteraan petani mulai dari kebutuhan pangan hingga sekolah ke jenjang tinggi. Jika berkunjung langsung menemui petani cabai di NTT, tercermin semangat yang luar biasa dalam menjalankan usaha tani cabai. 

Kasubdit Aneka Cabai, Dessi Rahmaniar menceritakan kunjungannya ke Kabupaten Kupang. Di tengah kondisi lahan kering, gersang dan berbatu yang merupakan ciri khas lahan Pulau Timor, ia bertemu dengan Jonathan,  salah satu petani sehari-hari melakukan budidaya dengan menggantungkan air berasal dari sumur bor. Sumur bor ini dibuatnya sendiri dengan biaya senilai Rp 50 juta.


Baca Juga: Tips Menanam Lemon di Pot, Cocok untuk Pekarangan Rumah

“Saya membuat sumur bor dengan modal Rp 50 juta. Biaya listrik dari awal tanam hingga panen yang menghabiskan Rp 5 juta dan ini betul-betul modal saya untuk giat menanam cabai,” ujar Jonathan.

Tak hanya itu, hasil usaha tani cabai memang sangat menjanjikan. Salah satu petani lain di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Mama Ana berhasil menyekolahkan 2 dari 5 anaknya hingga lulus sarjana.

“Anak saya ada lima orang dan dua orang sudah lulus sarjana. Semua biayanya dari hasil usaha tani cabai dan sayuran. Lahan saya ada kurang lebih 1 hektare yang selama ini tempat saya menggantungkan hidup,” ujar Mama Ana bangga.  

Begitu juga halnya dengan Mama Dina, cerita sukses dari hasil usahatani cabainya selama setahun berhasil mengubah rumah kayu dan rumbai-rumbai menjadi rumah beton yang megah.

“Tahun ini Mama Dina mendapatkan alokasi APBN untuk pengembangan cabai seluas 2 hektare. Harapannya, dengan bantuan ini semangat usaha taninya semakin tinggi, pendapatannya terus meningkat dan produksi cabainya mampu menyumbang kebutuhan cabai untuk wilayah Kupang dan sekitarnya,” pungkas Dessi.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 17 Desember 2020, 2:28 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 17 Desember 2020, 2:28 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 17 Desember 2020, 2:28 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 17 Desember 2020, 2:28 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved