• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kolaborasi Hijau: Bumitama dan IDH Wujudkan Kalimantan Barat yang Tangguh dan Lestari

Kolaborasi Hijau: Bumitama dan IDH Wujudkan Kalimantan Barat yang Tangguh dan Lestari

  • 05 November 2025, 4:13 PM
  • Jelajah
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Halo Sobat Horti, kabar baik datang dari Kalimantan Barat. Sebagai bagian dari langkah Indonesia menuju Net Zero Emission 2060 dan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, Bumitama terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. Bersama IDH (Inisiatif Dagang Hijau), mereka menjalin kerja sama strategis untuk mengelola lanskap berkelanjutan dengan pendekatan Production–Protection–Inclusion (PPI Compact), yaitu cara yang menyeimbangkan antara produktivitas pertanian, pelestarian alam, dan kesejahteraan masyarakat.

Sejak 2018, Bumitama dan IDH telah menjalankan berbagai kegiatan dalam program Bumitama Biodiversity and Community Project (BBCP). Program ini mencakup konservasi hutan, peningkatan kapasitas petani kecil, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Tahun 2025, kerja sama tersebut berlanjut melalui peluncuran Sekolah Desa Berdaya, program yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam mengelola sumber daya alam secara bijak dan bertanggung jawab.

Martin Mach, Head of Environmental Protection & Governance Bumitama, mengatakan tanpa dukungan IDH, pihaknya tidak akan memperoleh izin utama untuk mengelola area konservasi sebagai bagian dari izin operasional. Pernyataan itu menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar kegiatan operasional dapat berjalan selaras dengan perlindungan ekosistem di sekitar wilayah perkebunan.

Melalui pendekatan PPI Compact, program ini dijalankan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terutama di kawasan konservasi Gunung Tarak, Gunung Palung, Sungai Putri yang mencakup lebih dari 8.000 hektar. Secara sosial, kegiatan juga melibatkan desa binaan seperti Nanga Tayap, Simpang Dua, dan Kendawangan. Kegiatannya meliputi penanaman pohon, rehabilitasi lahan kritis, pelatihan agronomi berkelanjutan, pembentukan kelompok tani perempuan, pendampingan usaha mikro, penguatan tata kelola desa, dan legalisasi lahan masyarakat.


Baca Juga: Menteri Pertanian Menjamin Kecukupan Pangan di Kawasan Perbatasan Kalimantan Utara

Kolaborasi ini membawa dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Barat. Hingga kini, sekitar 25.000 hektar hutan telah dikonservasi. Sebanyak 60 pelatihan mengenai High Conservation Value (HCV) dan mitigasi kebakaran telah diikuti 1.389 warga. Selain itu, 15 pelatihan pertanian kelapa sawit berkelanjutan menjangkau 469 petani kecil, dan 14 pelatihan alternatif mata pencaharian diikuti oleh 434 warga. Sebanyak 234 dokumen legalisasi lahan juga telah diterbitkan, sementara beberapa area konservasi seperti Rimbak Sangiang kini dikembangkan menjadi kawasan ekowisata berbasis masyarakat.

Sacha Amaruzaman, Senior Program Manager IDH, menyampaikan bahwa tiga aspek produksi, proteksi, dan inklusi yang artinya harus hadir dalam setiap proyek kolaborasi. Menurutnya, kemitraan IDH dan Bumitama di Ketapang merupakan contoh nyata bagaimana pendekatan lanskap mampu memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berimbang.

Sebagai wujud komitmen jangka panjang, Bumitama dan IDH juga mengembangkan sistem pemantauan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat dan mitra lokal dengan dukungan pemerintah daerah. Melalui sinergi ini, Bumitama membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Semua langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan Kalimantan Barat yang lebih hijau, inklusif, dan berketahanan.

Jadi, Sobat Horti, yuk kita dukung terus kolaborasi seperti ini. Karena menjaga bumi bukan hanya tugas satu pihak, tapi tanggung jawab kita bersama.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 05 November 2025, 4:13 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 05 November 2025, 4:13 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 05 November 2025, 4:13 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 05 November 2025, 4:13 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved