• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. KONSUMSI SAYURAN MASYARAKAT SEBAGIAN BESAR DALAM BENTUK CAMPURAN

KONSUMSI SAYURAN MASYARAKAT SEBAGIAN BESAR DALAM BENTUK CAMPURAN

  • 27 September 2021, 11:44 AM
  • Sayur, Kilas, Agribisnis

Bandung, Hortiindonesia.com

Masyarakat Indonesia paling senang makan sayuran dalam bentuk campuran. Survey BPS tahun 2016 menunjukkan konsumsi sayuran perorang selama seminggu paling besar dalam bentuk sop/cap cay 164 gr, sedang dalam bentuk sayur asem/lodeh 103 gr. Eli Korlina, peneliti Balai Tanaman Sayuran, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Balitbang Kementan menyatakan hal ini.

Sedang dalam bentuk sayuran tunggal paling besar kangkung 92 gr seminggu, disusul bayam 85 gr, tomat 85 gr, kacang panjang 64 gr, daun ketela pohon dan terong 55 gr, sawi hijau 40 gr, buncis 22 gr, tauge 18 gr, nangka muda 10 gr.

Sedang sayuran untuk bumbu paling besar adalah bawang merah 542 gr seminggu perorang, bawang putih 339 gr, cabe  rawit 47 gr dan cabe merah  44 gr.

Manfaat sayuran adalah sebagai sumber terbesar antioksidan, sumber serat, menghindari berat badan berlebih, terlihat cantik/tampan, bergizi tinggi namun rendah lemak.

Hambatan utama dalam upaya peningkatan produksi sayuran daun adalah untuj faktor abiotis adalah kemunduran kesuburan lahan, kekeringan dan kondisi iklim lainnya. Sedang faktor biotis adalah hama, penyakit dan gulma.

Petani sayuran harus punya kemampuan mengindentifikasi OPT yang menyerang, supaya dapat mengendalikan dengan tepat. OPT akan selalu ada karena penanaman suatu jenis tanaman secara luas dan terus menerus di suatu tempat atau daerah; penerapan beberapa faktor agronomi yang tidak tepat dapat mendorong timbulnya ledakan hama; introduksi varietas baru; perubahan cuaca; penggunaan pestisida yang tidak tepat; penanaman varietas unggul yang rentan terhadap serangan.


Baca Juga: Kementan Dukung Pengembangan Ekspor Salak Pondoh

Kangkung bila dibudidayakan dengan baik akan menghasilkan 100-160 kg/100 m2 dalam 1 tahun. Tanaman berumur 1-2 tahun perlu dibongkar dan diganti tanaman baru. Sedang bayam produksi 50-100 kg/100 m2/minggu.

Pemgendalian OPT pada tanaman sayuran harus menerapkan konsep Pengendaliah Hama Terpadu yaitu budidaya tanaman sehat, pemanfaatan dan pelestarian musuh-musuh alami, pengamatan lahan secara mingguan atau rutin, pembinaan petani sebagai pakar PHT.

Implementasi PHT adalah dengan kultur teknis yang benar.  Pengendalian secara kultur teknis keunggulanya murah, mudah diintegrasikan dalam pengelolaan tanaman, aman terhadap lingkungan. Contoh pengendalian dengan kultur teknis adalah memilih wilayah dan lokasi yang tepat, pola tanam, penggunaan benih yang sehat, pengairan, pemupukan, panen, pasca panen.

Penanaman varietas yang resisten merupakan cara pengendalian yang paling murah, aman, relatif tahan lama dan mudah dilaksanakan petani. Pengendalian juga dilakukan dengan cara fisik dan mekanis seperti perangkap feromoid seks dan perangkap lampu.

Pengendalian secara biologi dengan musuh alami yaitu parasitoid dan predator. Pestisida yang digunkan merupakan pestisida nabati. Bahan tanaman yang banyak digunakan sebagai pestisida nabati adalah daun tembakau, daun sirsak dan lain-lain sedang bahan tambahannya adalah deterjen.

Pengendalian terpadu penyakit adalah suatu cara untuk mengurangi jumlah inokulum patogen atau menekan aktivitas patogen baik aktif maupun dorman dalam menimbulkan penyakit dengan satu atau beberapa organisme secara alami atau melalui manipulasi lingkungan, inang atau antagonis.

 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 27 September 2021, 11:44 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 27 September 2021, 11:44 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 27 September 2021, 11:44 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 27 September 2021, 11:44 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved