• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kualitas dan Komitmen Petani Jadi Kunci Utama Kesuksesan Nenas tembus Pasar Modern*

Kualitas dan Komitmen Petani Jadi Kunci Utama Kesuksesan Nenas tembus Pasar Modern*

  • 25 Agustus 2021, 10:04 AM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA
Jakart, Hortiindonesia.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan seluruh jajarannya di Kementerian Pertanian untuk tidak berhenti melakukan pendampingan kepada petani, petugas, dan penggiat pertanian meskipun sedang ada pembatasan kegiatan masyarakat. Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menindaklanjuti arahan ini dengan mengadakan bimbingan teknis (bimtek) secara daring dan rutin hingga akhir 2021.
 
Saat membuka bimtek Sukses Budidaya Nenas Pemasok Pasar Modern, Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman menyampaikan bahwa bimtek yang diselenggarakan sampai akhir tahun ini membahas mengenai komoditas yang sedang dan akan dikembangkan untuk Kampung Hortikultura. Tujuannya yakni untuk memberikan pemahaman kepada para petani dan petugas lapangan agar program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal. 
 
“Kami berharap bimtek ini dapat menjadi pencerahan bagi semua yang mengikuti kegiatan ini, sehingga nenas yang dihasilkan dapat baik secara produksi maupun kualitas dari waktu ke waktu,” ujar Liferdi.
 
Liferdi melanjutkan, melihat produksi buah dari 2000 hingga 2020, rata-rata pertumbuhan produksi mencapai 7,6 persen dan buah nenas menempati urutan ke-4 dengan jumlah sekitar 2,4 juta ton per tahun. Pada akhir 2021, produksi nenas diharapkan dapat naik menjadi 2,51 juta ton dan konsumsinya juga mencapai standar 73 kg per kapita per tahun. 
 
_Teknologi Budidaya Nenas_
 
Peneliti dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB, Sobir mengungkapkan Indonesia memiliki kebun nenas yang cukup besar di Lampung dan kualitas nenas yang dihasilkan tidak kalah dengan nenas level dunia, yang mana standarnya adalah MD2 dan MA2.
 
“Standar ekspor nanas di dunia adalah MD2 dan MA2. Lebih mudahnya dapat terlihat dari warna bagian luar yang hijau ke kuningan, warna bagian dalam kuning cerah, kemudian kadar gulanya skitar 14-18 persen, serta kadar asam 1.65-2.14 persen,” ungkap Sobir.
 
Lebih lanjut, Sobir menjelaskan bahwa kendala yang biasanya menghambat budidaya nenas adalah pemenuhan bibit yang tidak selalu terpenuhi. Bibit nenas sendiri dapat diperoleh dari mahkota, biji, tunas, anakan, basal daun, hingga batang. Bibit dari mahkota dapat langsung ditanam, sementara bibit dari biji tidak begitu disarankan karena prosesnya cukup lama.

Baca Juga: Sempat Tergenang, Produksi Bawang Merah Nasional Tetap Aman

 
“Pada umumnya, bibit diperoleh dari tunas dan anakan. Tapi kali ini saya ingin berbagi ilmu memperoleh bibit dari basal daun dan batang melalui metode stek. Ukuran ideal untuk dijadikan bibit adalah lebih dari 25 cm dan bibit harus yang sehat. Kemudian, bibit dikelaskan agar ukuran saat panen dapat setara. Lalu, setiap bibit perlu direndam pada cairan pestisida terlebih dahulu untuk membunuh virus atau kutu putih yang menempel,” paparnya.
 
Untuk memenuhi standarisasi pasar nenas dunia, Sobir mengungkapkan dapat dilakukan dengan menyeimbangkan rasa manis dan asam di dalamnya. Rasa manis dapat diperoleh dengan meningkatkan fotosintesis dari cukupnya sinar matahari, cukupnya air, diperhatikannya suhu lingkungan, serta pengendalian OTP. Sementara itu, rasa asam dapat dikendalikan dengan pemberian pupuk urea dengan cukup.
_Kunci Sukses Kampung Nenas_
 
Ketua Kelompok Tani Sari Bumi, Suryadi mengatakan bahwa kampung nenas yang terletak di Kecamatan Ngacar merupakan sentral budidaya nenas yang ada di Kediri. Nenas yang ditawarkan di kampung nenas ini terdiri dari nenas varietas queen dengan ciri-ciri berdaun berduri, berdaun kecil, dan berbuah manis dan jenis smooth cayene yang berciri berbuah besar, daun tidak berduri, buah lebih berair, dan cenderung berasa asam. Produk unggulan PK-1 telah berstandar Internasional tetapi produk masih sangat terbatas dan nenas jenis ini hanya ada di Kediri. 
 
Suryadi menambahkan, untuk menembus pasar retail modern membutuhkan proses. Kelompok taninya memulai pada 2012 dengan berkenalan dengan beberapa supplier di lokasi wisata, kemudian mulai mencoba untuk menjadi pemasok retail modern. 
 
“Agar tetap eksis di retail modern, kita harus selalu berkomitmen, adanya kontinuitas produk, menjunjung tinggi kejujuran, merencanakan dan menghitung kapan harus tanam untuk memenuhi kebutuhan pasar, dan disiplin,” ungkap Suryadi.
 
Mengenai kampung nenas, Suryadi menyampaikan dukungannya dan berharap Kementan dapat terus melakukan sosialisasi terkait manfaat buah nenas agar konsumen semakin bertambah. Terlebih lagi di kondisi pandemi Covid-19 ini mengonsumsi nenas dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan vitamin C yang tinggi.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 25 Agustus 2021, 10:04 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 25 Agustus 2021, 10:04 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 25 Agustus 2021, 10:04 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 25 Agustus 2021, 10:04 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved