• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Lewat Festival, Jateng Optimis Pacu Ekspor Buah-buahan Lokal

Lewat Festival, Jateng Optimis Pacu Ekspor Buah-buahan Lokal

  • 08 Maret 2020, 12:11 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Jateng - Jawa Tengah dikenal sebagai lumbung pangan nasional, khususnya komoditas hortikultura. Daerah ini dikenal sebagai penghasil buah-buahan unggul diantaranya durian, mangga, alpukat, buah naga, pisang, melon dan semangka.

Produksi buah-buahan Jawa Tengah tahun 2019 lalu yang mencapai 2,8 juta ton, berkontribusi 12,4% terhadap total produksi buah nasional yang diperkirakan mencapai 22 juta ton lebih. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, beberapa jenis buah asal Jawa Tengah mampu menembus pasar ekspor.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat membuka Festival Buah Jawa Tengah di Alun-Alun Bung Karno Ungaran Kabupaten Semarang (7/02), menyebut saat ini sebagai momentum kebangkitan buah-buahan nasional.

"Ketika dunia sedang bergolak karena serangan penyakit Corona, perang dagang dan sebagainya, sebenarnya bisa menjadi celah atau momentum bagi kita untuk bangkit. Dalam kondisi kerepotan pasokan yang melanda dunia saat ini, buah-buahan lokal kita sebenarnya bisa mengisi peluang ekspor," ujarnya.

Saat ini beberapa buah asal Jawa Tengah yang telah merambah pasar ekspor diantaranya rambutan, salak, sawo, buah naga, melon hingga pepaya.

"Produk buah-buahan lokal Jawa Tengah terbukti bisa mendunia. Contoh rambutan dan salak, yang sudah jadi buah yang unik dan eksotis. Harganya tinggi sekali kalau di Rusia. Sawo dan buah naga asal wonogiri sudah tembus Jerman. Melon dan pepaya kita juga sudah sampai Singapura dan Kamboja" kata Ganjar.

Dia menegaskan, kekuatan buah lokal sesungguhnya bisa mengimbangi neraca perdagangan kita. Potensi buah di Jawa Tengah sangat tinggi, petaninya juga kreatif, tinggal didampingi dan disentuh teknologinya agar ada lompatan.

"Dukungan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah diakuinya sangat membantu pengembangan buah-buahan di daerahnya," ungkapnya.

Ditempat yang sama, Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman, mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengembangkan buah-buahan lokal.


Baca Juga: JAGA TANAH VULKANIS, PERMENTAN BUDIDAYA SAYURAN HARUS DITERAPKAN

Pihaknya tahun ini telah menggelontorkan anggaran untuk pengembangan hortikultura di Jawa Tengah hingga Rp 81 Milyar lebih, untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura termasuk buah-buahan. "Jawa Tengah adalah lumbung hortikultura dan menjadi salah satu kawasan utama pertanian nasional. Dari Jawa Tengah pula mampu dihasilkan buah-buahan unggul yang bisa mengimbangi bahkan mensubstitusi buah-buah impor diantaranya durian bawor, klengkeng kateki dan jambu kristal," kata Liferdi.

"Ini bisa menjadi role model atau percontohan bagi daerah lain di Indonesia," tandasnya.

Liferdi berharap event festival buah tersebut bisa menjadi agenda rutin Pemda Jawa Tengah. Misalnya tahun depan dirancang menjadi ajang pertemuan bisnis nasional pelaku buah, lalu tahun berikutnya bisa dinaikkan lagi tarafnya menjadi go internasional.

"Hadirkan langsung para buyer dari mancanegara," katanya meyakinkan.

Puluhan Buah Ditampilkan

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro mengatakan event festival buah Jawa Tengah rutin dilakukan setiap tahunnya.

"Tahun ini ditampilkan setidaknya 92 jenis buah termasuk buah langka seperti wuni, pakel dan sawo belanda. Ada juga lomba kontes buah, lomba ukir, discount time dan sebagainya," kata Suryo.

Selain mengangkat potensi buah lokal dan eksotik di Jawa Tengah, kegiatan yang diikuti seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah tersebut diharapkan juga bisa memacu peningkatan konsumsi buah dan sayuran masyarakat.

"Saat ini angka konsumsi buah masyarakat Jawa Tengah belum sesuai standard widyakarya pangan dan gizi. Baru 180 gram/hari dari standardnya 400 gram/hari," terangnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 08 Maret 2020, 12:11 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 08 Maret 2020, 12:11 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 08 Maret 2020, 12:11 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 08 Maret 2020, 12:11 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved