• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Manisnya Bisnis Buah Naga Organik Wonogiri Sampai ke Jerman

Manisnya Bisnis Buah Naga Organik Wonogiri Sampai ke Jerman

  • 09 Juli 2020, 6:48 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

WONOGIRI - Budidaya buah naga organik di Kabupaten Wonogiri banyak tersebar di pekarangan dan di sepanjang tepian jalan desa. Hampir di setiap pekarangan rumah warga dan di tepi jalan desa, terutama di wilayah Beji, Kecamatan Nguntoronadi.

Posisi wilayah desa yang berada di areal perbukitan cukup sulit untuk mendapatkan lahan yang berupa hamparan. Inisiasi penanaman buah naga pada awalnya adalah untuk pemberdayaan masyarakat. Namun tak dikira ternyata manfaatnya sangat terasa bagi masyarakat, terutama dari sisi peningkatan nilai tambah maupun peningkatan penghasilan.

Petugas PPL Kecamatan Nguntoronadi, Wahyu Nugroho menjelaskan bahwa buah naga dari kawasan ini telah menjadi produk unggulan ekspor ke Jerman. Setidaknya sekitar 750 kg per minggu, buah naga organik rutin dikirim ke Jerman.

“Hampir semua keluarga di Desa Beji menanam buah naga organik dengan menggunakan pupuk kandang dan pupuk organik cair yang diproduksi sendiri oleh petani,” tuturnya saat dihubungi, Rabu (8/7).

Wahyu mengatakan, setiap pekarangan rumah rata-rata memiliki 5 sampai 10 tiang beton penyangga pohon buah naga dan tiap tiang berisi 4 - 5 pohon. “Ada sekitar 300 petani buah naga dan 97 di antaranya sudah bersertifikasi internasional,” tambahnya.

Wahyu menambahkan untuk lahan yang sudah ada jumlah produksi buah naga ditaksir mencapai 15-16 ton per musim. Semuanya sudah standar organik untuk pasar Eropa.

“Jumlah itu akan terus ditambah untuk memenuhi permintaan pasar mancanegara yang belum terpenuhi seluruhnya yaitu sebesar 1 ton perminggu,” beber dia.

Kemitraan dengan eksportir buah naga semakin meningkatkan pendapatan petani karena biasanya buah naga yang dijual di pasar lokal dengan harga fluktuatif, bergantung pada kondisi pasar. Sedangkan untuk harga buah naga ekspor mencapai Rp. 20.000/kg dengan harga tetap sesuai perjanjian kerjasama dengan eksportir.


Baca Juga: Dirjen Hortikultura : Harga Cabai Dibentuk Oleh Pola Tanam dan Perilaku Iklim

Saat dikonfirmasi, Siswarsini, pembudidaya buah naga organik yang juga merupakan Ketua KWT Pelangi Kelurahan Beji menambahkan bahwa ekspor buah naga pada awalnya dimulai dari pertemuan antara Gapoktan Beji Makmur, Petugas Penyuluh Lapangan dan anggota KWT dengan eksportir asal Kulonprogo. Dalam pertemuan tersebut akhirnya disepakati eksportir yang siap membantu sertifikasi internasional buah naga organik.

“Setelah menjalani beberapa persyaratan kriteria yang harus dipenuhi, mulai dari SOP penanaman buah naga sampai soal penanganansampah, hinga lolos uji dan akhirnya sejak tahun 2018 lalu kami pun bisa mulai ekspor,” tambahnya.

Sedangkan terbitnya sertifikat internasional dilanjutkan dengan pengiriman sampel buah naga organik ke Jerman. Pengiriman itu dibalas dengan kunjungan importir asal Jerman beberapa waktu kemudian".


Mentan Dorong Sistem Pertanian Organik

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto terus mengupayakan agar pengembangan buah organik dapat terus ditingkatkan.
Anton menjelaskan kalau pertanian organik adalah sistem budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis.

“Didasarkan atas prinsip kesehatan, kelestarian, siklus dan ekologi. Ini yang sering digaungkan Menteri Pertanian, Bapak Syahrul Yasin Limpo,” beber Anton.

Dijelaskan Anton, bahwa pertanian organik merupakan sebuah solusi pertanian berkelanjutan, khususnya pada petani. Pertanian organik seiring dengan pangsa pasar yang semakin terbuka, tidak hanya karena bernilai ekonomis tinggi.

“Pertanian organik juga penting untuk perbaikan ekosistem pertanian yang kian rusak terpapar bahan sintetik atau kimiawi seperti pestisida,” kata dia.

"Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, terlebih di tengah pandemi Covid 19 ini, buah organik kini banya…

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 09 Juli 2020, 6:48 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 09 Juli 2020, 6:48 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 09 Juli 2020, 6:48 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 09 Juli 2020, 6:48 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved