• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Masifkan Pertanian Ramah Lingkungan, Petani di Bantul Kembangkan APH

Masifkan Pertanian Ramah Lingkungan, Petani di Bantul Kembangkan APH

  • 02 Juli 2020, 2:30 AM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Bantul - Anggapan umum yang melekat di petani bahwa produksi tinggi cenderung dibarengi dengan penggunaan pestisida kimia sintetik secara masif (berlebihan dan tidak bijaksana) sebagai satu satunya cara ampuh untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), justru berdampak negatif pada kesehatan lingkungan (agroekosistem), hewan/manusia dan menurunnya tingkat kesuburan tanah.

Agens Pengendali Hayati atau yang lebih dikenal dengan APH menjadi salah satu alternatif dan solusi terbaik. Pasalnya APH bersifat aman, mudah dikembangkan dan ramah lingkungan untuk mengendalikan OPT sasaran.

Jumeno, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Makmur telah berhasil mengembangkan budidaya sayuran ramah lingkungan. Lokasinya di Dusun Karang Ploso, Desa Siti Mulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta.

Jumeno tanpa mengenal lelah berusaha mengkampanyekan manfaat budidaya hortikuktura ramah lingkungan dan menularkan ilmunya kepada rekan-rekannya sesama petani.

"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kami selalu memprioritaskan pemanfaatan agens pengendali hayati dari awal tanam sampai panen," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telefon , Selasa (30/6)

Gapoktan Sido Makmur mulai dirintis tahun 2000, persisnya sejak mendapatkan pembelanjaran SLPHT langsung menerapkan budidaya ramah lingkungan. Jumino menggandeng beberapa petani lainnya mulai merintis pengembangan agens pengendali hayati setelah mendapatkan edukasi dari petugas Dinas dan Balai Proteksi setempat.

"Kami merasakan manfaat nyata dari APH," jelas dia.

Jumeno mengungkapkan kalau pihaknya juga mengajarkan cara pembuatan pestisida biologi seperti APH dan pestisida nabati ke petani-petani muda dan kelompok tani lainnya. Komoditas andalan yang dibudidayakannya adalah tanaman sayuran, antara lain cabai, bawang merah, kembang kol, timun, terong, dan kacang panjang.


Baca Juga: Durian Nusantara Dinilai Berpeluang Besar Jadi Komoditas Strategis Nasional

"Untuk memperkuat SDM, sejak tahun 2000 sampai sekarang Gapoktan Sido Makmur masih aktif di Ikatan Pengendali Hama Terpadu Indonesia dengan anggota alumni-alumni SLPHT, pertemuan rutin Gapoktan ini setiap Kamis Legi," beber dia.

Saat ini, mereka menjadi produsen beragam produk APH, serta turut berperan aktif menyebarkan semangat pertanian ramah lingkungan kepada kelompok tani lainnya. APH yang sudah dikembangkan antara lain Beauveria bassiana, Paenibacillus polymyxa, Trichoderma sp., dan PGPR. Selain itu diproduksi juga pupuk padat dan cair dari limbah organik.

“Manfaatnya luar biasa, menjadikan tanaman jadi subur dan sehat, tanah sehat, aman konsumsi, dan produksi yang dihasilkan banyak,” kata Jumeno di sela-sela kesibukannya.

Dalam sosialisasi APH, tidak tanggung - tanggung sering dilakukan juga bakti sosial berupa pendampingan gerakan pengendalian OPT secara massal di seluruh wilayah Kabupaten Bantul. Giat tersebut dilakukan bersama-sama dengan paguyuban petani peduli lingkungan yang dikenal sebagai Regu Perlindungan Tanaman (RPT).

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto menyatakan bahwa penggunaan APH mendukung program Direktorat Jenderal Hortikultura yaitu untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu produk hortikultura yang aman konsumsi, berdaya saing dan berkelanjutan.

"Ini sebagaimana arahan Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo," jelas dia.

Anton-sapaan akrabnya- menambahkan bahwa budidaya ramah lingkungan di Kabupaten Bantul begitu pesat.

"Ini patut diapresiasi dan perlu dilakukan penguatan kelembagaan untuk menaungi para petani organik atau petani yang sudah ramah lingkungan di Kabupaten Bantul," cetusnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf menekankan agar POPT dan Penyuluh selalu semangat mengkampanyekan pertanian ramah lingkungan ke petani di wilayah binaannya.

“Dalam penerapan di lapangan, pengendalian OPT yang bersifat lokal spesifik seperti aplikasi agens hayati harus terus didukung dan dikembangkan karena nilai manfaatnya telah dirasakan oleh petani-petani kita“, tegas Yanti.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 02 Juli 2020, 2:30 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 02 Juli 2020, 2:30 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 02 Juli 2020, 2:30 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 02 Juli 2020, 2:30 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved