• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Mengandung Protein Tinggi, Permintaan Jamur Meningkat Di Tengah Pandemi Covid-19

Mengandung Protein Tinggi, Permintaan Jamur Meningkat Di Tengah Pandemi Covid-19

  • 24 Juni 2021, 11:22 AM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA
Sleman, Hortiindonesia.com - Potensi bisnis budidaya jamur memang sangat menjanjikan saat ini, pasalnya permintaan pasar begitu besar, hal ini dipengaruhi oleh tren perubahan pola konsumsi masyarakat di era pandemi covid-19. Jamur kini ditempatkan sebagai salah satu pangan alternatif yang digemari, tak ayal jika di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogja dan Makassar menjamur restoran berbahan baku jamur. Jamur ini juga banyak diolah menjadi berbagai varian masakan aneka jamur, keripik jamur, dan lain-lain.
 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah mengintruksikan kepada Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto agar komoditas Hortikultura digenjot habis-habisan, terutama yang berpotensi ekspor. Ditemui di lapangan, Dirjen Prihasto menuturkan bahwa tingkat konsumsi jamur Indonesia meningkat di tengah pandemi covid-19 ini. "Wah jamur ini potensi bisnis baru mas, banyak sekarang anak-anak muda yang melek dengan budidaya jamur. Ini permintaan pasar banyak, karena jamur itu mengandung unsur protein yang tinggi, jadi memang sangat pas menjadi menu konsumsi untuk meningkatkan asupan gizi ditengah pandemi ini", terangnya.
 
Peningkatan permintaan pasar komoditas hortikultura yang satu ini di masa pandemi (jamur.red) juga di aminkan oleh petani jamur milenial asal Bantul-Yogyakarta Listya Minarti. Lulusan Ilmu Biologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengaku jika akhir-akhir ini kewalahan menghadapi permintaan konsumen jamur. " Permintaannya itu sampai 200 kg sehari, sementara saya hanya mampu nyiapin sekitar 90 kg, memang banyak banget permintaannya. Makanya saya berencana kedepannya nanti akan mengedukasi ibu-ibu rumah tangga untuk budidaya jamur di rumah yang bisa panen setiap saat. Semoga Kementan bisa membantu membangun rak jamur dari baja ringan", harap Tya sapaannya.
Senada dengan Dirjen Hortikultura, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Tommy Nugraha mengapresiasi petani muda yang melirik budidaya jamur. Tommy tak menampik jika trend bisnis jamur ini akan semakin di gemari anak-anak milenial, apalagi potensi ekspornya cukup bagus. "Pokoknya saya jempol dua kalau ada anak muda yang memilih budidaya jamur, ini baru namanya _out of the box_, karena saya yakin sekali ini potensi pasarnya sangat bagus", ujar Tommy.

Baca Juga: Tanah “Bergaram” : Ancaman Peningkatan Produktifitas Pertanian

 
Ratijo pemilik restoran jamur dan agrowisata Je Jamuran yang berlokasi di Sleman-Yogyakarta, patut ditiru oleh anak muda. Dengan kiat suksesnya yaitu
apapun yang dikerjakan dengan hati maka akan terasa nikmat, dan jika kita ingin sukses dalam bekerja, maka kita harus mencintai pekerjaan itu. Sama halnya dengan berwirausaha, apapun jenis usahanya kalau kita mencintai maka semua akan terasa nyaman dan bahagia. 
 
Sebelum membangun rumah produksi dan restoran jamur, dulunya Ratijo seorang karyawan sebuah perusahaan pengelolaan jamur di Dieng-Jawa Tengah. Karena ingin usaha mandiri, pada tahun 90an, Ratijo memberanikan diri untuk mundur dari tempat kerjanya dan merintis usaha jamur bersama istrinya. "Yah awalnya memang berat, tapi saya berfikir bahwa jika kita menjadi karyawan terus, maka kita tidak bisa menikmati kehidupan yang lebih baik, apalagi membahagiakan banyak orang. Sejak saat itu saya memutuskan untuk membangun usaha ini, istri saya juga sangat mendukung, dan saya rasa dia ahlinya meracik bumbu", ungkap Ratijo. 
 
Pemilik usaha Je Jamuran itu juga tak menampik jika di era 90an saat ingin belajar budidaya jamur sangatlah sulit, karena akses transportasi dan informasi tidaklah semudah saat ini. "Kalau dulu saya itu pernah berkunjung ke salah satu tempat produksi, rencananya mau nambah ilmu, tapi ndak dibolehin liat caranya, yah hanya sekedar lihat tempatnya saja terus pulang, sejak itu saya berjanji jika nanti sukses saya ingin membagi semua ilmu budidaya jamur. Saya percaya, semakin banyak membagi ilmu maka semakin banyak rezeki", tutupnya dengan mata berkaca-kaca.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 24 Juni 2021, 11:22 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 24 Juni 2021, 11:22 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 24 Juni 2021, 11:22 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 24 Juni 2021, 11:22 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved