• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. MENTAN SYL TINJAU KAWASAN FOOD ESTATE HUMBANG HASUNDUTAN

MENTAN SYL TINJAU KAWASAN FOOD ESTATE HUMBANG HASUNDUTAN

  • 12 September 2020, 11:04 AM
  • Sayur, Etalase, Kilas, Budidaya, Agribisnis

Dolok Sanggul,  Hortikultura Indonesia.com

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) kunjungi Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatra Utara dalam rangka meninjau kawasan lahan pengembangan  lumbung pangan (food estate). Turut hadir mendampingi dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Sumatra Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah dan Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor.

Mentan SYL mengatakan  pengecekan  progress kawasan pengembangan Food Estate Hortikultura dilakukan sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Kabupaten Humbahas sebagai salah satu percontohan pengembangan Food Estate berbasis hortikultura.

"Food estate ini adalah program yang diminta oleh Bapak Presiden untuk bisa dioptimalkan lahan-lahan yang berpotensi sehingga meningkatkan nilai komoditi pertanian yang tentu harga jualnya bisa lebih mahal,"Ujarnya saat meninjau lokasi food estate di Desa Ria-Ria Kec.Pollung Kab.Humbahas, Sumatera Utara  pada Jumat (11/09/20).

Ia menambahkan bahwa pengembangan  kawasan Food Estate Hortikultura  menjadi salah satu program super prioritas Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun ini. Komoditas utama yang dikembangkan meliputi kentang sebagai bahan baku industri, bawang merah dan bawang putih.

"Humbang dan beberapa daerah disekitarnya   menjadi bagian dari program khusus pertanian super prioritas yang berkait dengan food estate dan  di Kabupaten Humbahas ini akan ada 3 komoditi yang akan kita coba,"tambah Syahrul.

Syahrul  juga mendorong pembangunan korporasi pertanian di lokasi pengembangan  food estate mulai dari hulu hingga hilir. Proyek ini akan menggarap sekitar 30.000 hektar lahan untuk dikelola hingga 3 tahun kedepan. Namun untuk tahun ini pengerjaan dimulai dari klaster terpadu seluas 1.000 hektar sebagai percontohan nasional.

"Kita akan kembangkan lahan food estate  dilokasi seluas 30 ribu hektar. Tapi untuk uji coba di 2020 ini ada kurang lebih 1000 hektar untuk kita coba. Tentunya keterlibatan petani setempat harus ada," terang Syahrul.


Baca Juga: GILA ! GAJI PROFESOR KALAH SAMA PENJUAL TANAMAN HIAS

Seusai melakukan kunjungan di lokasi food estate, Mentan kemudian berlanjut meninjau lokasi screen house perbenihan  kentang di Desa Parsingguran II Kab.Humbahas.

Wagub Sumut, Musa Rajekshah mengatakan lahan yang akan digarap untuk pengembangan food estate merupakan lahan yang subur. Kedepan lahan tersebut sudah bisa dikelola secara terbuka untuk kepentingan masyarakat untuk kepentingan negara.

"Kita sangat terima kasih dengan Pak Menteri Pertanian karena programnya di Humbang Hasundutan jadi final project untuk food Estate. Mudah-mudahan ini berhasil sukses dan bisa dikembangkan di daerah-daerah lain di Sumatera Utara,"kata Musa.

Musa menyampaikan bahwa  Provinsi Sumatera Utara memiliki banyak tanaman tanaman holtikultura yang  bisa ditanam di areal food estate. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap diberikan tanggung jawab dalam pengerjaan proyek tersebut.

"Kami dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat mendukung dan juga kami siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami dari Provinsi Sumatera Utara,"tuturnya.

Dikesempatan yang sama Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor mengatakan bahwa pengembangan kawasan food estate di Kabupaten Humbahas menjadi sebuah peluang besar bagi masyarakat khususnya petani untuk meningkatkan perekonomian setempat.

"Bagi kami memang ini peluang yg sangat luar biasa, bahwa Humbang menjadi bagian dari food estate khusus hortikultura. Ini anugerah yang luar biasa bagi masyarakat Humbang Hasundutan,"ujarnya.

Pengembangan Food Estate di lahan upland Humbang Hasundutan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan agroekosistem didaerah lain diantaranya ketersediaan lahan sangat luas, curah hujan tinggi sebagai salah satu sumber penyediaan air, agroklimat sesuai untuk budidaya hortikultura, potensi pengembangan agroekowisata serta dapat disinergikan dengan upaya konservasi lingkungan.

"Ada 3  komoditas yang akan dikembangkan yakni kentang, bawang merah dan bawang putih. Pak Menteri, kami siap untuk mensukseskan Food Estate Humbang Hasundutan,"tutup Dosmar.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 12 September 2020, 11:04 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 12 September 2020, 11:04 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 12 September 2020, 11:04 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 12 September 2020, 11:04 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved