• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Dorong Kolaborasi Modernisasi Peternakan dan Pertanian melalui Teknologi

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Dorong Kolaborasi Modernisasi Peternakan dan Pertanian melalui Teknologi

  • 28 Oktober 2026, 9:05 AM
  • InovTek
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com - Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP) Expo dan Indonesia Agriculture Technology (INDOGRITECH) Expo 2026 siap menjadi wadah bagi pelaku industri untuk mendorong pengembangan sektor peternakan dan pertanian Indonesia melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, serta penguatan ekosistem usaha. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers NLP dan INDOGRITECH 2026 yang digelar pada Selasa, 27 Oktober 2026, menjelang penyelenggaraan pameran pada 4–7 November 2026.

Direktur PT Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhamad, menyampaikan bahwa penyelenggaraan NLP dan INDOGRITECH merupakan bagian dari upaya mendukung penguatan sektor pertanian dan peternakan nasional. Pameran ini mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari peternakan modern, pertanian berkelanjutan, hingga biosekuriti.

“Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo terus berupaya menyelaraskan tujuan pameran dengan upaya memperkuat sektor pertanian dan peternakan serta mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas Rafidi.

 

Dalam press conference tersebut, Rafidi Iqra Muhamad selaku Direktur PT Debindo Global Expo memaparkan tujuan penyelenggaraan NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 serta pentingnya mempertemukan pelaku industri dari sektor peternakan, perunggasan, dan pertanian. Penjelasan juga mencakup harapan penyelenggara agar kedua pameran dapat membuka peluang kolaborasi dan memperluas akses pelaku usaha terhadap informasi produk, teknologi, serta perkembangan industri.

Dari sektor peternakan dan perunggasan, drh. Asrokh Nawawi sebagai Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) membahas pentingnya penguatan data dan integrasi rantai pasok untuk menjaga keseimbangan produksi dengan kebutuhan pasar. Perspektif asosiasi ini memberikan gambaran mengenai pentingnya pemerataan sentra produksi dan pengembangan hilirisasi dalam meningkatkan efisiensi distribusi serta memperkuat ekosistem industri perunggasan nasional.

“Penguatan industri perunggasan perlu didukung oleh data yang akurat untuk menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar. Selain itu, pemerataan sentra
pembibitan, produksi, dan pengolahan di berbagai wilayah serta sinergi antar pelaku industri menjadi kunci dalam membangun rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ungkap Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) .

Sementara itu, Direktur PT Nusa Sentosa Indonesia (NusaQu), Nanang Sugiarto menyampaikan perspektif dari sisi pelaku usaha, termasuk perkembangan produk dan solusi yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan industri peternakan dan perunggasan.


Baca Juga: Tingkatkan Laju Ekspor, Kementan Fokus Budidaya Buah Nasional

Pembahasan juga mencakup peluang perusahaan dalam menjangkau pasar, memperkenalkan inovasi, dan membangun hubungan bisnis melalui partisipasi dalam NLP
Expo 2026.

“NusaQu turut berpartisipasi dalam NusaFarm melalui field experience yang memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal ekosistem peternakan secara lebih dekat. Melalui pengalaman ini, pengunjung dapat melihat bagaimana aktivitas peternakan dijalankan, termasuk penerapan teknologi dalam proses pemberian pakan dan pemantauan ternak. Kami berharap kehadiran NusaQu di NusaFarm dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai perkembangan dan potensi industri peternakan,” ujar Bapak Nanang Sugiarto selaku Direktur PT Nusa Sentosa Indonesia (NusaQu).

Dari asosiasi HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), Bapak Dr. drh. Cecep Mohammad Wahyudin, S.H., M.H selaku Wakil Ketua Umum Peternakan DPN HKTI memaparkan perkembangan industri perunggasan Indonesia serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pembahasan mencakup dinamika produksi ayam dan telur, kenaikan biaya pakan, serta pentingnya penguatan kemitraan peternak, hilirisasi, dan efisiensi rantai pasok.

“Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada kekuatan produksi, tetapi juga pada bagaimana hasil produksi dapat disalurkan secara aman, merata, dan efisien hingga ke konsumen. Karena itu, penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir, termasuk melalui fasilitas penyimpanan berpendingin dan sistem distribusi yang lebih baik, menjadi penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ungkap Cecep.

Melengkapi perspektif tersebut dari sisi pertanian, Presiden Direktur RMA Indonesia, Toto Suharto membahas inovasi teknologi pertanian yang dikembangkan perusahaan serta relevansinya dengan kebutuhan pelaku usaha. Partisipasi dalam INDOGRITECH Expo 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk dan solusi kepada calon pengguna, sekaligus menjalin hubungan dengan distributor, mitra bisnis, dan pelaku industri lainnya.

“Peningkatan mekanisasi menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong produktivitas pertanian Indonesia. Melalui Mahindra Farm Equipment, kami ingin mendukung proses tersebut dengan menghadirkan berbagai solusi mekanisasi, mulai dari traktor hingga peralatan untuk mendukung proses penanaman dan panen. Kami berharap teknologi ini dapat semakin dekat dengan kebutuhan petani serta berkontribusi dalam menjaga ketahanan dan mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutur Presiden Direktur RMA Indonesia, Toto Suharto.

Selain area pameran, INDOGRITECH Expo 2026 juga akan menghadirkan Nusantara AgriFuture Summit, forum diskusi, dan Business Matching. Rangkaian kegiatan ini akan membahas perkembangan sektor pertanian sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku industri untuk bertukar wawasan dan menjajaki kerja sama bisnis. Bersama NLP Expo 2026, pameran ini juga menghadirkan NusaFarm, area pengalaman yang membawa suasana kebun dan kandang ke dalam pameran. Melalui program ini, pengunjung dapat melihat tanaman dan ternak secara langsung.

Melalui pameran dan forum pendampingnya, NLP dan INDOGRITECH 2026 diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperluas akses terhadap teknologi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut penting untuk mendorong produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan daya saing industri pertanian dan peternakan Indonesia.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 28 Oktober 2026, 9:05 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 28 Oktober 2026, 9:05 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 28 Oktober 2026, 9:05 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 28 Oktober 2026, 9:05 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved