• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 Resmi Diluncurkan: Wujudkan Kemandirian Pangan Melalui Kolaborasi Industri yang Lebih Modern dan Kompetitif

Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 Resmi Diluncurkan: Wujudkan Kemandirian Pangan Melalui Kolaborasi Industri yang Lebih Modern dan Kompetitif

  • 29 April 2026, 6:12 PM
  • InovTek
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com - Seiring meningkatnya kebutuhan akan efisiensi dan produktivitas, Industri peternakan nasional terus bergerak menuju arah yang lebih modern dan terintegrasi. PT Debindo Global Expo (DEBINDO) kembali menghadirkan Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 yang resmi diluncurkan pada 29 April 2026 di Hotel The Westin Jakarta. Pameran ini merupakan wujud nyata komitmen DEBINDO dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan industri peternakan dan unggas nasional melalui inovasi dan kolaborasi strategis. Pameran ini akan berlangsung pada 4-7 November 2026 di Hall 5, ICE BSD City.

Penyelenggaraan ini hadir sebagai kelanjutan dari keberhasilan NLP Expo yang berlangsung pada 6–9 November 2025. Nusantara Livestock and Poultry Expo dirancang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem peternakan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga pelaku inovasi di bidang livestock dan poultry. Melalui kolaborasi lintas sektor, ajang ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi serta praktik terbaik dalam industri peternakan nasional untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan.

Beragam inovasi dan solusi akan dihadirkan dalam penyelenggaraan ini, mencakup produksi peternakan dan unggas, sistem kandang dan containment, mesin dan peralatan peternakan, teknologi egg farming, pakan dan nutrisi, obat serta vaksin hewan, layanan logistik, hingga sektor akuakultur dan perikanan. Seluruhnya dihadirkan sebagai bagian dari ekosistem industri yang terintegrasi, dengan menekankan pendekatan berkelanjutan sebagai fokus utama dalam pengelolaan peternakan modern.

Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 siap menghadirkan lebih dari 100 brand nasional dan internasional yang akan menampilkan berbagai produk serta solusi inovatif, mulai dari teknologi peternakan, pakan dan nutrisi, kesehatan hewan, hingga sistem pengolahan dan cold chain. Keragaman ini menunjukkan semakin berkembangnya industri peternakan yang kini didorong oleh integrasi teknologi. Dalam konteks pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, sektor peternakan memegang peranan strategis, khususnya dalam menjamin ketersediaan pangan berbasis protein hewani. Melalui penyelenggaraan pameran ini, peluang untuk memperluas kerja sama, menarik investasi, serta memperkuat kapasitas industri diharapkan dapat semakin terbuka.


Baca Juga: SATU DATA PERTANIAN, 100 HARI PRIORITAS KERJA MENTAN SYAHRUL YASIN LIMPO

Tak sekadar menjadi ajang pameran, Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 juga menghadirkan rangkaian program pendukung yang dikemas secara dinamis. Mulai dari forum diskusi dan seminar industri, sesi knowledge sharing bersama praktisi dan pakar, demonstrasi teknologi peternakan secara langsung, hingga agenda business matching yang membuka peluang kemitraan strategis bagi para pelaku usaha. Sejumlah program unggulan turut dihadirkan, antara lain Nusantara Food Summit, IPB Stakeholder Forum, Business Pitching bersama Ditjen PKH, serta Intensive Livestock Bootcamp berkolaborasi dengan NusaQu.

Direktur PT Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhammad, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat daya saing industri peternakan nasional. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor yang didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan industri ke depan. Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai kementerian, asosiasi, dan mitra strategis diharapkan mampu mendorong penguatan ekosistem industri peternakan secara menyeluruh, mulai dari sisi produksi hingga distribusi dan hilirisasi. Ketua IV GPPU, Asrokh Nawawi, menyampaikan bahwa Indonesia siap melangkah lebih maju dalam industri peternakan. Menurutnya, Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi yang menyatukan pelaku dari hulu hingga hilir, mulai dari peternak, penyedia teknologi, hingga industri pendukung.

Dengan dukungan inovasi, pengembangan genetika unggul, serta penguatan hilirisasi, ia optimistis sektor peternakan akan semakin kuat sebagai pilar ketahanan pangan nasional sekaligus mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nuryani Zainuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap pameran ini dapat menjadi platform strategis untuk mendorong kolaborasi, pertukaran informasi, serta pengembangan teknologi di sektor peternakan, sekaligus memperluas akses pasar dan kemitraan usaha secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor, pada momentum peluncuran ini juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara DEBINDO dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), serta Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI). Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pengembangan industri peternakan nasional, peningkatan kualitas pakan dan pembibitan, serta percepatan adopsi inovasi dan teknologi di sektor peternakan, sekaligus memperkuat ekosistem livestock yang lebih terintegrasi, produktif, dan berdaya saing. Melalui peluncuran ini, DEBINDO membuka peluang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat dalam Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026, yang diselenggarakan bersamaan dengan peluncuran Indonesia Agriculture Technology (INDOGRITECH) Expo 2026. Inisiatif ini menjadi langkah bersama yang tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendorong masa depan industri peternakan dan agrikultur Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 29 April 2026, 6:12 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 29 April 2026, 6:12 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 29 April 2026, 6:12 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 29 April 2026, 6:12 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved