• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pandemi Covid - 19 tidak Halangi Petani Ikuti Pelatihan Pembuatan Pestisida Alami Online

Pandemi Covid - 19 tidak Halangi Petani Ikuti Pelatihan Pembuatan Pestisida Alami Online

  • 11 Agustus 2020, 8:24 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai arahannya sangat mendukung pengembangan pertanian ramah lingkungan. Direktorat Jenderal Hortikultura pun merealisasikannya ke dalam program strategisnya. Salah satunya melalui Gedor Horti, sebuah Gerakan Mendorong Produksi, daya Saing, dan Ramah Lingkungan Hortikultura yang bertujuan meningkatkan kualitas produksi dan daya saing hortikultura.

Misi pertanian ramah lingkungan yang tertuang dalam Gedor Horti menjamin produk yang sehat dan lingkungan yang alami.

“Bahwa pengelolaan budi daya maupun pengendalian OPT harus memperhatikan dampaknya pada lingkungan dan diri kita sebagai konsumen. Produk yang sehat berasal dari bahan baku yang sehat,” jelas Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam keterangannya, Selasa (11/8)

Salah satu kegiatan terkait pencapaian Gedor Horti adalah membentuk Klinik Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) dan memberikan fasilitasi sarana pra sarana Klinik PHT. Salah satu yang mendapat bantuan fasilitasi tersebut adalah Kelompok Tani Sentosa II, Desa Segerang, Kecamatan Mapili, Kabupaten Polman.

Bantuan yang diterima petani terdiri atas kulkas, enkas, drum, kompor gas dan tabung, aerator, sambungan L, selang, glasswall, jerigen, baskom besar, palstik tahan panas, lem tembak dan peluru tembak. Perlengkapan ini digunakan untuk membuat pestisida nabati dan agens hayati.

Sejak mendapatkan sarana prasarana klinik PHT, para petani senantiasa berkumpul di malam hari setelah selesai berkebun untuk mempraktikkan sendiri pembuatan pestisida nabati dan agens hayati seperti Trichoderma sp., Beauveria bassiana , Metarhizium anisopliae , Paenibacillus , dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR).


Baca Juga: Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19, Kementan Serap Produk Hortikultura Langsung Dari Petani

Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Laboratorium OPT UPTD BPTPH Sulawesi Barat, Ritje Kombe mengatakan panduan membuat pestisida dana gens hayati dilakukan via video call oleh petugas POPT. Petugas yang membimbing tentuanya yang sudah mendapatkan pelatihan sebelumnya dari Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari.

“Awalnya petani mendapat pembinaan langsung dari BPTPH Sulawesi Barat. Dikarenakan terkendala Covid-19, pembinaan selanjutnya dilakukan secara virtual,” kata Ritje.

Ritje menyebutkan pembuatan agens hayati oleh petani memang tidak selalu berjalan lancar. Terkadang mengalami kegagalan dalam proses perbanyakannya. Namun demikian, petani terus mencoba karena telah berkomitmen untuk berhenti menggunakan pestisida kimia.

Klinik PHT tersebut merupakan sarana koordinasi dan konsultasi bagi petani dan petugas perlindungan dalam menyelesaikan permasalahan serta memberikan saran-saran dalam upaya antisipasi serangan OPT. Selain sebagai wadah konsultasi, Klinik PHT juga mengadakan pengembangan bahan pengendali OPT ramah lingkungan seperti agens hayati dan pestisida nabati.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf mengapresiasi antusiasme petani serta dedikasi petugas BPTPH Provinsi Sulawesi Barat yang tetap bersemangat di masa pandemi Covid-19.

”Petugas sangat berjasa dalam membantu petani menyiapkan bahan pengendali OPT maupun memberikan arahan terkait pembuatan agens hayati. Walaupun tidak bertemu secara langsung, prosesnya dapat berhasil dengan baik. Saya harap petani yang berkumpul tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan mengikuti arahan jaga jarak,” jelas direktur yang biasa dipanggil Yanti ini.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 11 Agustus 2020, 8:24 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 11 Agustus 2020, 8:24 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 11 Agustus 2020, 8:24 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 11 Agustus 2020, 8:24 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved