• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. PASAR TANAMAN HIAS DAUN DINAMIS, BUNGA POTONG RELATIF TETAP

PASAR TANAMAN HIAS DAUN DINAMIS, BUNGA POTONG RELATIF TETAP

  • 21 Maret 2021, 1:45 AM
  • Tanaman Hias, Kilas, Agribisnis

Jakarta, Hortiindonesia.com

Pasar tanaman hias terbagi menjadi dua yaitu bunga potong dan tanaman hias daun. Bunga potong pasarnya relatif tetap, permintaan selalu ada terutama untuk bunga krisan, mawar dan anggrek. Selain itu juga ada pasar besar yang belum dikembangkan yaitu melati di Pantai Utara Jawa. Muhammad Firdaus, Guru Besar Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB menyatakan hal ini.

Sedang tanaman hias daun  pasarnya sangat dinamis. Trendnya bisa berubah sangat cepat. Biasanya satu jenis tanaman trend dalam 6 bulan sampai 1 tahun. Pada periode itu permintaan tinggi dan harga juga ikut naik. Tetapi setelah itu trend berganti ke tanaman lain.

 “Tetapi ada juga pasar tanaman hias daun yang selalu ada. Dracena dari Selabintana Sukabumi permintaanya sangat tinggi. China minta 1 kontainer per hari tetapi sampai sekarang belum terpenuhi. Kemampuannya baru 1 kontainer setiap 3 hari. Hal ini menunjukkan masih banyak peluang bisnis tanaman hias daun. Banyak potensi tanaman hias daun yang belum tergali,” katanya.


Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Gorontalo Kembali Normal

Indonesia juga belum memaksimalkan potensi tanaman hiasnya. Saat ini eksportir tanaman hias terbesar di dunia adalah Belanda, Kolombia dan Ekuador. Perlu banyak anak muda yang terjun ke bisnis tanaman hias untuk membuat Indonesia juga menjadi eksportir besar , apalagi sumber daya genetiknya luar biasa.

Jana Rojana, Ketua Kelompok Tani Mandiri, Cipanas, Cianjur yang bertanam krisan menyatakan salah satu kunci kesuksesannya adalah menyesuaikan denga momen yang ada. Bunga krisan dibutuhkan banyak pada momen tertentu seperti valentine, natal, imlek. Bali merupakan pasar yang besar karena banyak perayaan keagamaan dan semuanya perlu bunga. Petani harus menyiapkan warna bunga yang sesuai, misalnya untuk imlek maka yang ditanam adalah krisan merah.

Pada masa pandemi ini dimana perayaan-perayaan berkurang, permintaan bunga potong memang turun. Jana mensiasati ini dengan mengubah dari semua menjual bunga potong krisan menjadi bunga krisan dalam pot.

“Masa pandemi ini orang jadi senang dengan tanaman di rumah. Kita ubah jadi penghasil tanaman krisan dalam pot untuk dirumah. Dengan strategi ini maka permintaannya kembali stabil,” katanya. Kelompok Tani Mandiri menanam bunga dengan luas areal 4-5 ha saja supaya tidak terjadi kelebihan produksi dan harga turun. 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 21 Maret 2021, 1:45 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 21 Maret 2021, 1:45 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 21 Maret 2021, 1:45 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 21 Maret 2021, 1:45 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved