• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. PERCEPAT EKSPOR, KEMENTAN KOMITMEN KEMBANGKAN COLD CHAIN KOMODITAS HORTIKULTURA

PERCEPAT EKSPOR, KEMENTAN KOMITMEN KEMBANGKAN COLD CHAIN KOMODITAS HORTIKULTURA

  • 21 Juni 2020, 6:47 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA
 
Jakarta,hortiindonesia.com - Kementerian Pertanian (Kementan) optimis Program Gerakan Tiga Kali Eskpor (Gratieks) bisa tercapai. Pasalnya dari sisi produk dan peluang terhadap pasar ekspor sangat besar. 
 
Namun demikian, pandemi covid-19  berdampak serius terhadap distribusi dan penyimpanan bahan pangan khususnya produk hortikultura yang bersifat perishable atau mudah rusak. Diversifikasi pangan dan digitalisasi rantai pasok merupakan kunci untuk membangun daya tahan dan efisiensi rantai pasok produk hortikultura agar tetap mampu bersaing dengan negara lain.
 
“Kita butuh penanganan paska panen hortikultura yang lebih baik, higienis, dan menjamin kesegaran produk sehingga mampu bersaing lebih advance. Salah satu kebijakan Kementerian Pertanian saat ini adalah pengembangan Rantai Beku, anggaran sudah turun dan akan ada pengadaaan rantai dingin sebanyak 40 unit CAC (Control Atmoshphere Cold Storage),” jelas Bambang Sugiharto, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Ditjen Hortikultura, Kementan saat Diskusi PanganTalk#3 bertemakan”Tantangan dan Peluang Pengembangan Rantai Beku Komoditas Hortikultura” yang dihelat oleh Kelompok Studi Ilmiah PanganInstitute.id melalui webinar pada Sabtu, (20/6).
 
Bambang menjelaskan bahwa Indonesia secara geografis diuntungkan sebagai negara tropis dan mampu menghasilkan produk hortikultura sangat MELIMPAH. Saat ini tercatat Indonesia sebagai produsen buah dan sayur Nomor 3 terbesar di dunia. 
 
Namun tantangannya adalah susut produk hortikultura tinggi, rata-rata 50% setelah panen, besarnya susut ini akan berpengaruh pada margin dan daya serap konsumen. Namun demikian, Bambang punya solusinya.
 
“Strategi utamanya adalah cold chain, ini pentin untuk mempertahankan kualitas produk pangan hortikultura. Selain itu, kita juga sudah lalukan beberapa PROGRAM," jelas dia. 
 
Pertama, pengembangan paska panen yang dilengkapi dengan sarana seperti keranjang panen, precooling, sortasi, timbangan, sarana pengemasan dan pengangkutan.
 
Kedua, revitalisasi sub terminal agribisnis melalui cold storage, sarana pengemasan, pemasaran online, dan pengangkutan berpendingin. "Terakhir optimalisasi pasar tani dengan kelengkapan cold storage, showcase dan pemasaran online," jelas dia. 
 
Senada dengan Bambang, Muhammad Makky, Ketua LPPM dan Dosen Teknik Petanian Universitas Andalas berpendapat bahwa sistem rantai beku untuk komoditas hortikutura memungkinkan umur simpan yang lebih lama, sehingga kehilangan produk yang bernilai ekonomi dikurangi. Tantangannya adalah manajemen suhu produk dari lahan sampai konsumen, khususnya setelah panen.
 
“Rantai beku yang ada saat ini hanya di tiga titik, yaitu Pedagang Besar, Grosir, Eksportir dan Agen. Sedangkan Produsen hortikultura umunya berskala kecil dan tidak memiliki kemampuan finansial untuk menerapkan rantai beku,” singgung Makky. 

Baca Juga: Digitalisasi Pasar Lelang Pertanian

 
Pada aspek teknis, kecepatan proses pembekuan produk dan suhu penyimpanan khususnya pada transportasi belum standar, akibatnya, kualitas produk yang disimpan menurun dan kalah bersaing karena biaya simpan tinggi.
 
“ini bisa kita atasi dengan teknologi deep freeze yang memiliki keunggulan dari segi biaya dan kualitas suhu penyimpanannya. Kuncinya saat ini ada dua,  Pertama, cold chain yang mampu mempertahankan kualitas produk lebih bagus, dan Kedua, memiliki rantai digital, artinya mampu dilacak kualitas, waktu, dan distribusinya,” jelasnya.
 
Pentingnya Cold Chain Komoditas Hortikultura
 
Bugie Pudjotomo, Asosiasi Rantai pendingin Indonesia juga berpandangan, Cold Chain pada produk hortikultura selain meminimalisir potensi kerugian paska panen dan loss of weight dan quality pada masa simpan, juga berdampak pada aspek lainnya. 
 
"Mulai dari peningkatan kualutas kesegaran, stabilitas suplay, daya tawar petani, dan perluasan jangkauan distribusi," kata dia.
 
Sebelumnya, Direktur Jendel Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk peningkatan kualitas paska panen dan pemasaran, pihaknya telah lakukan lima strategi.
 
“Pertama peningkatan diplomasi perdagangan, promosi, investasi, dan ekspor. Kedua, peningkatan sertifikasi Good Agroicultural Practice (GAP), Ketiga Good Handling Practices (GHP), serta organik. Keempat, pengembangan kemitraan usaha, dan Kelima peningkatan registras kebun/lahan usaha serta Packing House,” tukas Anton, sapaan akrabnya.
 
Dengan adanya cold chain, Kemententerian Pertanian yakin kualitas produk hortikultura yang dihasilkan dapat meningkat, mampu bersaing dengan negara lain, dan meningkatkan ekspor.
 
 
 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 21 Juni 2020, 6:47 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 21 Juni 2020, 6:47 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 21 Juni 2020, 6:47 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 21 Juni 2020, 6:47 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved