• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. PERLU DUKUNGAN KUAT PEMERINTAH UNTUK CAPAI SWASEMBADA BAWANG PUTIH

PERLU DUKUNGAN KUAT PEMERINTAH UNTUK CAPAI SWASEMBADA BAWANG PUTIH

  • 14 Februari 2021, 10:00 AM
  • Sayur, Budidaya, Agribisnis, Benih

Bogor, Hortiindonesia.com

DRC (Domestic Resources Cost) yaitu perhitungan penggunaan sumber daya untuk bawang putih di Indonesia menurut hitungan Prof Sobir, dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB adalah 0,9. Kalau satu komoditas DRC 1 ke atas maka sebaiknya tidak ditanam karena kalah bersaing dengan produk impor, hanya memboroskan sumber daya saja sehingga pemenuhan kebutuhan lebih baik dari impor.

“Dengan DRC 0,9 sudah mepet ke satu. Artinya peluang untuk swasembada bisa dicapai tetapi perlu dukungan yang kuat dari pemerintah. Pemerintah harus all out memberikan dukungan penyuluhan, pembiayaan dan bantuan lainnya pada petani,” katanya.

Bawang putih merupakan tanaman subtropis, sedang Indonesia negeri tropis, sehingga sulit mencapai produktivitas tinggi. Produktivitas bawang putih Indonesia 7,84 ton/ha sedang China 28,2 ton/ha. Produksi bawang putih Indonesia tahun 2018 40.000 ton sedang China 22,3 juta ton.

Perubahan cara memasak masyarakat Indonesia membuat konsumsi bawang putih menjadi tinggi. Seharusnya konsumsi tidak perlu sebanyak itu. Satu-satunya cara untuk meningkatkan DRC adalah dengan peningkatan produktivitas.

Cara meningkatkan produktivitas adalah dengan perbaikan  varietas dan benih; menambah luas pertanaman dengan mencari lokasi tanam baru; ditanam dengan baik sesuai SOP; karena lahan petani pada umumnya kecil-kecil maka harus ditanam secara berkelompok dalam satu hamparan.

 Produktivitas bawang putih berkorelasi dengan ukuran umbi, sehingga untuk mencapai produktivitas tinggi  ukuran umbi harus besar. Masalahnya bawang putih merupakan tanaman berumbi satu sehingga untuk mencapainya agak susah.

 Penelitian bawang putih juga sudah lama berhenti, varietas unggul baru dari Kementan terakhir rilis tahun 1995 Setelah itu penelitian bawang putih relatif berhenti. Perlu dirakit varietas baru yang produktivitasnya tinggi.

Dalam jangka pendek untuk meningkatkan  produktivitas  dari varietas yang ada setiap benih perlu memenuhi syarat sertifikasi dan pengelolaan dormansi.  Benih harus bebas virus dan nematoda sebab kalau terkena virus produksi bisa turun 70% sedang nematoda 100% atau gagal panen.

Dormansi harus dikelola sebab dari benih dari panen sampai tanam perlu waktu 7 bulan. Perendaman dengan larutan fine buble semalam saja dalam waktu setengah bulan bisa ditanam. Ciri bisa ditanam adalah 75% siung. Tanpa perlakuan ini harus menunggu dormansi 7 bulan.


Baca Juga: Komoditas Aglaonema Aceh Kian 'Seksi', Mulai Dilirik Negeri Matahari Terbit

Jangka menengah adalah dengan seleksi populasi untuk mendapat tanaman dengan umbi besar, istilahnya perimeter 5 cm. Beberapa petani sudah lakukan ini  di Tulungagung dan hasilnya sangat baik.

Jangka panjang lakukan double kromosom. IPB sudah melakukan ini dan hasilnya umbi jadi besar. Saat ini jumlahnya masih sedikit sehingga harus diperbanyak. IPB sedang bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk mengembangkan varietas ini. BI tertarik mendanai bawang putih karena komoditas ini sering menjadi penyebab inflasi.

Cara lain adalah mutasi. Ibu-ibu di Indonesia suka bawang putih Honan yang mudah dipipil. Honan sebelumnya susah ditanam di Indonesia tetapi setelah mutasi sudah bisa ditanam. Saat ini tinggal diperbanyak saja.

Untuk mencapai swasembada bawang putih maka  produksi harus 603.000 ton dengan luas tanam harus mencapai 72.249 ha. Mencari dimana lokasinya agak susah sebab harus di dataran tinggi dengan  suhu harus 16-18 0 C , curah hujan 350-600 mm/tahun, sebenarnya tidak perlu air banyak tetapi di pegunungan sudah mendapatkan air.

Cahaya juga harus  banyak sebab bawang putih tanaman monokotil dan ini sering kurang diperhatikan. Ada yang menanam bawang putih di lereng bagian barat gunung  sehingga cahaya matahari tidak cukup akibatnya gagal panen. Musim juga perlu diperhitungkan sebab bawang putih rentan terkena jamur. Hal ini bisa diatasi dengan mengoptimalkan penanaman di seluruh Indonesia yang musimnya sangat bervariasi.

Sumber Daya Manusia juga harus diperhatikan sebab menanam bawang putih perlu keahlian tertentu.  Di  suatu  daerah yang sdmnya tidak terbiasa menanam bawang putih  ada yang coba tanam ternyata produktivitasnya  rendah sekali dan petani  rugi. Perlu ada pelatihan teknis dan kebiasaan bercocok tanam bagi daerah yang tidak terbiasa menanam bawang putih.

 

 

 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 14 Februari 2021, 10:00 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 14 Februari 2021, 10:00 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 14 Februari 2021, 10:00 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 14 Februari 2021, 10:00 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved