• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. PROF SUDRAJAT : NENAS DAN PISANG UNTUK TUMPANG SARI PEREMAJAAN SAWIT

PROF SUDRAJAT : NENAS DAN PISANG UNTUK TUMPANG SARI PEREMAJAAN SAWIT

  • 02 Oktober 2019, 2:26 PM
  • Buah, Budidaya

Pada peremajaan kelapa sawit rakyat,  perlu waktu tiga tahun sampai sawitnya menghasilkan. Petani perlu pendapatan sehingga dibuat tumpang sari.   “Tanaman Tumpang sari yang saya rekomendasikan  untuk tanaman pangan yaitu padi, jagung kedelai dan hortikultura yaitu nenas dan pisang. Masalahnya perawatan tanaman pangan dan hortikultura ini harus intensif sehingga petani harus rajin ke kebun,” kata Prof Sudrajat, Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB.

Untuk tanaman pangan padi ladang harus jadi prioritas, sebab kalau tidak laku petani masih bisa menyimpannya untuk kebutuhan sendiri. Sedang kalau pasarnya ada maka sebaiknya jagung dan kedelai.

Sedangkan untuk menambah pendapatan bisa menanam nenas. Masa tunggu nenas sampai panen adalah  8 bulan – 1 tahun setelah itu  bisa dipanen setiap minggu. Jadi ada pendapatan sehari-hari dari nenas.

Tanaman hortikultura lain yang direkomendasikan Sudrajat adalah pisang. Hanya jangan yang pasca panennya susah seperti pisang meja tetapi cukup pisang tanduk saja karena relatif bandel dan bisa disimpan agak lama.


Baca Juga: KEMENKEU : SEKTOR PERTANIAN PAHLAWAN PEREKONOMIAN INDONESIA

“Dalam peremajaan ini tidak sekedar masalah teknis yaitu dengan tanaman padi, jagung, kedelai, nenas dan pisang.  Peremajaan  harus dirancang menjadi  kawasan usaha agribisnis. Perlu dukungan kelembagaan, dinas terkait dan perbankan,” katanya.

Petani tidak bisa lagi berusaha tani secara individu. Nenas misalnya tidak bisa lagi  dijual perorangan. Perlu ada koperasi solid yang membantu petani.  Peremajaan harus terintegrasi horizontal yaitu dengan  berbagai jenis tanaman dan vertikal  misalnya pisang tidak hanya cukup  dijual mentah tetapi  jadi industri keripik.

Kelembagaan koperasi petani perli dukungan pemerintah dan perbankan. Petani jangan dibiarkan i berjuang sendiri.  “Misalkan ada kawasan peremajaan sawit 200 ha, tumpang sarinya  50% padi jagung kedelai dan  50% lagi nenas pisang dikelola dalam  satu kawasan. Ada contoh bagus di Rokan Hilir nenas hasil tumpang sari ada pabrik pengolahan yang menampung. Ini integarsi vertikal. Kelemahannya selalu di off farm karena di on farm petani rata-rata sudah menguasai,” katanya.

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 02 Oktober 2019, 2:26 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 02 Oktober 2019, 2:26 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 02 Oktober 2019, 2:26 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 02 Oktober 2019, 2:26 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved