• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pulihkan Ekonomi Nasional, Kementan Fokus Kembangkan Benih Unggul dan Prospektif

Pulihkan Ekonomi Nasional, Kementan Fokus Kembangkan Benih Unggul dan Prospektif

  • 02 Oktober 2020, 7:40 PM
  • Agribisnis, Benih
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com - Direktorat Perbenihan Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) bersiap melaksanakan sembilan program unggulan pada 2021. Jumlah anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 389,5 miliar.

"Salah satu yang akan kami kerjakan adalah sertifikasi 10.500 benih hortikultura. Kami utamakan komoditas dengan prospek ekspor untuk akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) karena Covid-19 selain untuk pemenuhan kebutuhan domestik" kata Direktur Perbenihan Ditjen Hortikultura, Sukarman, dalam keterangannya, Selasa (29/9).

Berikutnya, pengadaan benih umbi-umbian, khususnya bawang merah, bawang putih, rimpang, dan sayuran lain sebanyak 7.240 ton; benih mangga, jeruk, durian, kelengkeng, dan alpukat 651.000 batang; benih manggis, pisang, buah naga, dan jeruk 1,68 juta batang; serta benih hortikultura lainnya 35 kali.

Program lainnya adalah bimbingan teknis (bimtek), dan prasarana perbenihan, pengawasan peredaran benih, serta penerbitan regulasi.

"Pengadaan benih umbi-umbian terbanyak dialokasi untuk bawang putih sebesar 3.500 ton, disusul bawang merah umbi dan biji 2.610 ton, sayuran lainnya 650 ton, dan rimpang 480 ton. Bawang putih dikembangkan agar impor dapat ditekan," tuturnya.

Pengadaan benih batang bakal dilakukan Balai Benih Hortikultura (BBH) untuk memenuhi kebutuhan kawasan pada 2021 dan 2022. Juga pemeliharaan stok benih hasil produksi tahun ini.

Adapun budi daya bawang putih dan kentang per hektare (ha) setidaknya membutuhkan satu ton. Sedangkan rimpang 0,8 ton per ha. "Kalau bawang merah, satu ton umbi per hektare dan 4 kilogram biji per hektare," jelasnya.


Baca Juga: Kementan Perkuat Hortikultura Lahan Kering di Enrekang untuk Hadapi Ancaman El Nino

Sementara itu, Kegiatan prasarana perbenihan dijadwalkan diadakan di laboratorium kultur jaringan di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sulawesi Barat (Sulbar); rumah kasa (screen house) di Sulawesi Tengah (Sulteng); merehabilitasi atau membangun rumah kasa atau gudang benih di Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sumatera Barat (Sumbar), Bangka Belitung (Babel), Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Gorontalo, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Maluku Utara.

Di sisi lain, Sukarman, menerangkan, tersisa sekitar 359.600 benih mangga hingga akhir 2020. Jumlah tersebut merupakan hasil produksi BBH dikurangi kebutuhan kawasan. Komoditas lainnya, 1.178.300 benih jeruk, 438.000 benih durian, 55.500 benih alpukat, dan 376.500 benih kelengkeng.

"Sisa benih tersebut untuk memenuhi kebutuhan kawasan pada 2021 dan 2022. Pun bisa menjadi sumber pendapatan negara bukan pajak jika dijual," ujarnya.

Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, menambahkan, pihaknya tidak sekedar melakukan pengadaan benih. Namun, turut memperhatikan varietas dan keunggulannya.

"Benih memegang peran penting di hulu. Semakin bagus benih yang digunakan tentu memengaruhi produksinya. Makanya, kita mengutamakan benih unggul agar efek bergandanya betul-betul nyata. Jadi, petani nantinya tidak sekamedar menggarap lahan dan memproduksi saja," tuturnya. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan pengadaan benih-benih unggul berkualitas guna memacu peningkatan produksi hortikultura nasional serta mendorong ekspor.

"Yang kami mau petani ikut mendapat hasil maksimal dari hasil taninya, sehingga pangsa pasar meluas, produk laris, dan pada akhirnya ekonomi tumbuh," tuntas Anton, nama akrabnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 02 Oktober 2020, 7:40 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 02 Oktober 2020, 7:40 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 02 Oktober 2020, 7:40 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 02 Oktober 2020, 7:40 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved