• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pupuk Kaltim Pastikan Kesiapan Stok dan Produksi Hadapi Musim Tanam Oktober–Maret

Pupuk Kaltim Pastikan Kesiapan Stok dan Produksi Hadapi Musim Tanam Oktober–Maret

  • 25 September 2026, 1:56 PM
  • Agribisnis
  • HORTI INDONESIA

Bontang, hortiindonesia.com – Dalam momentum Hari Tani Nasional, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memastikan kesiapan stok dan produksi pupuk untuk mendukung kelancaran Musim Tanam Oktober 2026–Maret 2027. Hingga 20 September 2026, stok pupuk Pupuk Kaltim di gudang produsen lini I tercatat aman dengan jumlah lebih dari 293 ribu ton. Sementara itu, hingga 22 September 2026, total produksi Pupuk Kaltim telah mencapai 5.102.923 ton.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menyampaikan bahwa kesiapan stok perlu dilakukan sejak sebelum memasuki musim tanam guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan pupuk. Untuk itu, perusahaan terus menjaga kelancaran proses produksi sekaligus memastikan ketersediaan pasokan bagi petani.

“Ketersediaan pupuk sangat krusial untuk mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret. Fokus kami adalah menjaga ketersediaan stok dan keandalan operasional agar kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Rafli.

Saat ini, stok Pupuk Kaltim terdiri atas 285.841 ton urea, 5.093 ton NPK Phonska, dan 2.182 ton NPK Kakao. Seluruh stok tersebut berada di Gudang Lini I Pupuk Kaltim dan selanjutnya akan disalurkan melalui jaringan distribusi Pupuk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk pada musim tanam.

Ketersediaan stok tersebut didukung oleh kapasitas produksi Pupuk Kaltim sebesar 6,47 juta ton per tahun yang berasal dari 13 pabrik. Kapasitas tersebut mencakup 3,43 juta ton urea, 300 ribu ton NPK, dan 2,74 juta ton amonia per tahun.

Hingga 22 September 2026, realisasi produksi Pupuk Kaltim mencapai 2.735.832 ton urea, 254.458 ton NPK, dan 2.112.633 ton amonia. Secara keseluruhan, capaian tersebut telah mencapai 78,48% dari target produksi tahun 2026.

Menurut Rafli, kemampuan produksi tidak hanya bergantung pada besarnya kapasitas pabrik. Keandalan fasilitas dan efisiensi operasional juga menjadi faktor penting untuk memastikan produksi berjalan secara berkelanjutan. Karena itu, Pupuk Kaltim terus memperkuat penerapan Operational Excellence melalui digitalisasi serta revitalisasi fasilitas produksi.

“Keandalan produksi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas, tetapi juga oleh efisiensi dan keandalan fasilitas. Karena itu, kami terus memperkuat Operational Excellence untuk memastikan fasilitas dapat beroperasi secara andal, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan pupuk,” jelas Rafli.

Revitalisasi Pabrik Tingkatkan Kapasitas dan Efisiensi

Salah satu implementasi upaya tersebut dilakukan melalui proyek Revamping Ammonia Pabrik-2. Per Agustus 2026, Ammonia Pabrik-2 telah kembali beroperasi secara penuh. Setelah revitalisasi, kapasitas produksinya meningkat dari sebelumnya 1.767 ton menjadi 1.841 ton per hari, atau bertambah sebesar 4,18%.


Baca Juga: Peringatan HPS - 39 di Kendari, Kementan akan Pamerkan Teknologi Pengolahan Kakao dan Pompa Air Berbasis 4.0

Tidak hanya meningkatkan kapasitas, proyek revitalisasi tersebut juga memberikan dampak terhadap efisiensi energi. Berdasarkan hasil uji kinerja, konsumsi energi berhasil ditekan dari 39,28 menjadi 35,25 Million British Thermal Unit (MMBTU) per ton amonia.

Efisiensi sebesar 4,03 MMBTU per ton amonia tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan penghematan biaya produksi hingga USD14,3 juta per tahun, atau sekitar Rp228 miliar per tahun.

Dengan meningkatnya kapasitas produksi sekaligus efisiensi energi, ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea turut diperkuat. Revitalisasi Ammonia Pabrik-2 juga menjadi bagian dari kontribusi Pupuk Kaltim dalam mendukung program revitalisasi industri pupuk nasional.

Perkuat Peran dalam Ketahanan Pangan

Dengan dukungan stok yang memadai, produksi yang andal, serta penerapan Operational Excellence, Pupuk Kaltim terus menjalankan perannya sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Grup dalam mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan kontribusi dan kolaborasi berbagai pihak. Pupuk Kaltim akan terus menjaga produktivitas dan keandalan operasional sebagai bagian penting dari peran kami dalam mendukung ketahanan pangan,” kata Rafli.

Dukungan terhadap ketahanan pangan juga dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pendampingan petani, Pupuk Kaltim turut mendorong peningkatan kualitas lahan, produktivitas pertanian, mutu hasil panen, pengetahuan petani, serta keberlanjutan kawasan persawahan.

Berbagai upaya tersebut dijalankan melalui program Community Development di sejumlah wilayah. Salah satunya di Magetan, Jawa Timur, melalui program Pertanian Kompos Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA). Program ini mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mengolah limbah pertanian menjadi kompos dan biogas.

Sementara di Bulutana, Sulawesi Selatan, Pupuk Kaltim menjalankan program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera, dan Mandiri (PKT BERSERI). Program tersebut mengembangkan konsep Kawasan Kampung Sawah Abadi dengan memadukan pertanian terpadu yang ramah lingkungan dan potensi pariwisata lokal.

Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya Pupuk Kaltim dalam memperkuat ekosistem pertanian sekaligus mendorong keberlanjutan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kami tidak berhenti pada bagaimana pupuk diproduksi dan disalurkan, tapi juga hadir dalam proses peningkatan kapasitas masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem pertanian,” kata dia.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 25 September 2026, 1:56 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 25 September 2026, 1:56 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 25 September 2026, 1:56 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 25 September 2026, 1:56 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved