• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Putih dan Harum, Melati Banjar Banjir Permintaan

Putih dan Harum, Melati Banjar Banjir Permintaan

  • 08 Februari 2019, 10:58 AM
  • Kilas
  • Teguh

HORTIINDONESIA.COM, Banjar - Warnanya yang putih bersih dan memiliki aroma yang harum membuat melati kerap digunakan sebagai bahan roncean untuk  dekorasi, aksesoris pengantin tradisional, bahan pewangi teh, dan minyak atsiri. Tingginya permintaan terhadapap bunga berjuluk puspa bangsa ini membuat banyak petani membudidayakan melati.

Bunga ini sendiri mempunyai potensi besar untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Jenis melati yang sering dijumpai adalah melati putih (jasminum sambac) dan melati gambir (Jasminum officinale). Rata - rata produksi melati per hektar per hari sekitar 16,2 kg dengan kisaran berat 5-20 kg. Sentra melati di Indonesia terdapat di Provinsi Jawa Tengah meliputi Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang dan Purbalingga.

Sentra Provinsi Jawa Timur meliputi Kabupaten Bangkalan dan Pasuruan. Sementara Provinsi Kalimantan Selatan terdapat di Kabupaten Banjar. Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan merupakan salah penghasil bunga melati, kenanga dan mawar. Daerah penghasil bunga terdapat di Kecamatan Martapura meliputi Desa Bincau, Desa Labuan Tabu.
Sedangkan di Kecamatan Karang Intan terdapat di Desa Karang Intan, Desa Jingah Habang, Desa Pandak Daun.

Permintaan bunga di dalam maupun di luar kabupaten cukup tinggi. Oleh karena itu, budidaya bunga merupakan peluang usaha yang sangat baik bagi penyerapan tenaga kerja di lokasi tersebut. Kepala Subdit Tanaman Florikultura, Sumardi Noor dalam kunjungan kerjanya ke petani melati di sentra pengembangan melati di  Banjar, menyampaikan, bahwa potensi pengembangan melati di desa tersebut cukup besar.


Baca Juga: Wamentan: Hortikultura Modern di Pesantren Jadi Model Ekonomi Desa Mandiri

"Tanaman melati bisa berproduksi sampai umur 12 - 15 tahun jika pemangkasan dilakukan dengan baik," tuturnya.

Achmadi, seorang petani menyampaikan, luas lahan melatinya sebesar 2.890 m², sedangkan luas lahan keseluruhan di kawasan tersebut berkisar 10 hektar. Panen melati dilakukan setiap pagi (150 gelas) dengan harga Rp 3 ribu - Rp 10 ribu per gelas. Dalam satu hari keuntungan yang diperoleh bisa mencapai Rp 1,5 juta atau rata - rata Rp 4,5 juta per bulan untuk luasan per 3000 m2. Keuntungan ini cukup fantastis dan luar biasa untuk meningkatkan pendapatan petani di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, Fachry menyatakan, Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan merupakan salah satu sentra melati di Kabupaten Banjar. Di samping melati, Kabupaten Banjar juga memiliki beberapa komoditas lain seperti mawar, kenanga dan kantil. Bunga - bunga ini cukup berkembang karena banyak dipergunakan untuk kegiatan adat dan keagamaan setiap hari sehingga ekonomi masyarakat petani semakin meningkat.
Dirinya menyampaikan bahwa di samping untuk memenuhi kebutuhan wilayah sendiri, bunga melati dikirim ke Kabupaten Banjarmasin hingga ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur. Untuk memotivasi petani, Dinas Tanaman Pangan dan

Hortikultura Kabupaten Banjar terus melakukan pembinaan kepada petani untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan agar tanaman dapat berproduksi optimal dan terhindar dari penyakit cendawan dan bakteri.
"Selain itu, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura memotivasi petani untuk melakukan pengolahan dan pengawetan untuk melati yang tidak laku di jual (yang mekar) untuk jadi olahan minyak aromateraphy dan sebagainya, sehingga memiliki nilai tambah bagi petani," tambahnya.

Fachry menyatakan akan mengembangkan luas areal tanam di Desa Jingah Habang melihat potensi pasar yang semakin berkembang. "Melakukan pelatihan teknis budidaya terutama pemeliharaan dan pengolahan serta pengawetan bunga melati hasil sortiran agar bernilai tambah dan meningkatkan pendapatan," tutupnya.Teg

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 08 Februari 2019, 10:58 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 08 Februari 2019, 10:58 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 08 Februari 2019, 10:58 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 08 Februari 2019, 10:58 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved