• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Raih Hibah Kemdiktisaintek, INSTIPER Perkuat Riset Melon melalui Smart Greenhouse

Raih Hibah Kemdiktisaintek, INSTIPER Perkuat Riset Melon melalui Smart Greenhouse

  • 18 Agustus 2026, 1:45 PM
  • Buah
  • HORTI INDONESIA

Yogyakarta, hortiindonesia.com - Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) kembali memperkuat kiprahnya dalam pengembangan inovasi pertanian berbasis teknologi. INSTIPER berhasil mendapatkan hibah Program Skema Karya Inovasi Baru Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui proposal pengembangan Sistem Smart Greenhouse Berbasis Internet of Things (IoT) dan Decision Support System (DSS) untuk monitoring, prediksi, dan optimalisasi produksi melon di Laboratorium Smart Farming INSTIPER.

Program yang dikembangkan melalui INSTIPER IoT Academy dan INSTIPER IT Academy tersebut menjadi bagian dari upaya INSTIPER menghadirkan fasilitas pembelajaran dan penelitian pertanian modern. Teknologi digital dimanfaatkan untuk mendukung penerapan pertanian presisi sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam mengelola budidaya berbasis data.

Melalui Smart Greenhouse, sejumlah parameter penting dalam pertumbuhan tanaman melon, seperti suhu, kelembapan, pH, dan nutrisi dapat dipantau secara real-time melalui platform digital berbasis web. Sistem ini memungkinkan kondisi tanaman dan lingkungan budidaya dipantau secara lebih terukur sehingga pengelolaan tanaman dapat dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Tidak berhenti pada fungsi monitoring, sistem tersebut juga dilengkapi Decision Support System (DSS). Teknologi ini berfungsi mengolah dan menganalisis data budidaya untuk menghasilkan rekomendasi pengelolaan tanaman secara otomatis.

Data hasil budidaya yang terkumpul juga akan tersimpan sebagai data historis. Data tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kegiatan praktikum dan penelitian hingga evaluasi budidaya guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen.

Program pengembangan Smart Greenhouse telah berjalan sejak Juli 2026. Sementara itu, kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan pada 10 Agustus 2026 oleh Direktorat Sumber Daya, Ditjen Diktisainstek.

Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., mengatakan keberhasilan memperoleh hibah Kemdiktisaintek menunjukkan keseriusan INSTIPER dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor pertanian nasional.

"Hibah ini menjadi motivasi bagi INSTIPER Academy untuk terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi yang memberikan dampak nyata bagi pendidikan, penelitian, dan masyarakat. Melalui Smart Greenhouse berbasis IoT dan Decision Support System, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola pertanian presisi berbasis data. Kami berharap inovasi ini dapat memperkuat budaya riset, melahirkan teknologi yang aplikatif, serta mendukung transformasi pertanian Indonesia menuju pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Harsawardana, pengembangan Smart Greenhouse yang dilakukan INSTIPER IoT Academy bersama INSTIPER IT Academy merupakan bagian dari transformasi sistem pembelajaran yang menggabungkan teknologi IoT dengan praktik budidaya pertanian modern.


Baca Juga: Jamur Merang Gerakkan Ekonomi Warga Susukan

Laboratorium tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran sekaligus pusat riset terapan dan inovasi. Dengan demikian, teknologi yang dikembangkan tidak hanya berhenti pada lingkungan kampus, tetapi dapat menghasilkan solusi yang relevan dengan berbagai tantangan sektor pertanian di masa mendatang.

Pengembangan Smart Greenhouse juga diarahkan untuk memberikan manfaat di luar kegiatan akademik. Fasilitas tersebut berpotensi digunakan sebagai sarana pelatihan penerapan teknologi pertanian modern bagi petani, pelaku usaha hortikultura maupun mitra industri.

Dengan pendekatan tersebut, hasil inovasi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat ditransfer dan diimplementasikan secara lebih luas di tingkat lapangan.

Koordinator INSTIPER IoT Academy, Keke Aziz Al Amin, menjelaskan bahwa dalam program hibah tersebut pihaknya melakukan budidaya melon varietas Dalmation dan Sweet Humi. Kedua varietas tersebut dipantau secara real-time menggunakan berbagai sensor yang ditempatkan di dalam greenhouse.

“Pada hibah ini, kami membudidayakan melon varietas Dalmation dan Sweet Humi yang kami pantau secara real time melalui sensor-sensor yang kami tanam di dalam green house. Dengan memanfaatkan IoT dan DSS, akan memudahkan budidaya melon secara presisi. Sebagai contoh jika sensor EC menunjukkan kondisi EC di bawah rata-rata, maka akan direkomendasikan untuk menambah nutrisi ke tanaman melalui mekanisme vertigasi,” jelasnya.

Menurut Keke, integrasi sensor, IoT dan DSS memungkinkan keputusan dalam proses budidaya dilakukan berdasarkan data. Salah satu penerapannya adalah ketika sensor EC (Electrical Conductivity) mendeteksi kadar EC di bawah kondisi rata-rata, sistem dapat memberikan rekomendasi penambahan nutrisi melalui mekanisme fertigasi.

Melalui dukungan hibah Kemdiktisaintek serta penguatan kolaborasi antara INSTIPER IoT Academy dan INSTIPER IT Academy, INSTIPER Yogyakarta terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dan riset pertanian.

Pengembangan Smart Greenhouse menjadi salah satu bentuk penerapan konsep smart farming yang mengintegrasikan teknologi digital dengan praktik budidaya tanaman. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran, membuka ruang penelitian yang lebih aplikatif serta menghasilkan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.

Ke depan, inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu model penerapan pertanian presisi di lingkungan pendidikan sekaligus mendukung transformasi sektor pertanian Indonesia menuju sistem produksi yang lebih modern, efisien, berbasis data, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 18 Agustus 2026, 1:45 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 18 Agustus 2026, 1:45 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 18 Agustus 2026, 1:45 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 18 Agustus 2026, 1:45 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved