• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Ramadan Dongkrak Harga Cabai dan Gabah, Nilai Tukar Petani Jabar Terkerek ke 117,29

Ramadan Dongkrak Harga Cabai dan Gabah, Nilai Tukar Petani Jabar Terkerek ke 117,29

  • 03 Maret 2026, 12:31 AM
  • Kilas
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com — Momentum awal Ramadan 2026 membawa dampak positif bagi petani di Jawa Barat. Kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura ikut mendorong peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan NTP Jawa Barat tercatat mencapai 117,29 atau naik 1,40% dibandingkan Januari 2026 yang berada di angka 115,67. Ia menegaskan bahwa kenaikan ini tidak lepas dari pengaruh musiman Ramadan.

“Februari juga bertepatan dengan awal Ramadan, sejumlah komoditas hortikultura naik,” ujarnya dalam Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (2/3/2026).

Peningkatan NTP tersebut dipicu oleh naiknya indeks harga yang diterima petani (IT) sebesar 2,27%, yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (IB) sebesar 0,85%. Menurut Ari, komoditas hortikultura menjadi penyumbang utama.


Baca Juga: Ekspor Hortikultura Naik Tajam Di 2018

“Komoditas yang dominan mempengaruhi kenaikan (IT) adalah cabai rawit, cabai merah, dan gabah. Sedangkan komoditas yang mempengaruhi kenaikan (IB) adalah daging ayam ras, cabai rawit dan bawang merah,” jelasnya.

Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) di Jawa Barat juga mengalami peningkatan pada periode yang sama. NTUP Februari 2026 tercatat sebesar 121,87 atau naik 2,08% dibandingkan Januari 2026. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat 2,27%, sementara indeks biaya produksi dan penambahan barang modal hanya naik tipis sebesar 0,18%.

Ari menambahkan, kenaikan biaya produksi tetap dipengaruhi beberapa komponen utama di sektor pertanian.

“Komoditas yang mempengaruhi kenaikan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal adalah naiknya harga bibit ayam ras (DOC), upah perontokan, dan upah pemanenan,” tutupnya.

Secara keseluruhan, kenaikan harga komoditas hortikultura selama Ramadan menjadi faktor penting yang memperbaiki kesejahteraan petani Jawa Barat, tercermin dari meningkatnya NTP dan NTUP pada Februari 2026.

Sumber : Bisnis.com

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 03 Maret 2026, 12:31 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 03 Maret 2026, 12:31 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 03 Maret 2026, 12:31 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 03 Maret 2026, 12:31 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved