• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. SAAT INI ERA KEBANGKITAN PETANI JAHE

SAAT INI ERA KEBANGKITAN PETANI JAHE

  • 16 Juli 2020, 10:44 AM
  • Herbal, Jelajah, Budidaya

Pada masa pandemi ini permintaan jahe semakin meningkat. “Boleh dikatakan saat ini kebangkitan petani jahe.Tetapi kami tentu tidak berharap pandemi berlanjut. Kesadaran masyarakat mengkonsumsi minuman herbal semakin meningkat dan dalam setiap unsur minuman herbal pasti ada jahe,” kata Prasetyo Widodo, petani jahe dari Banyuwangi.

Prasetyo sendiri menanam jahe sejak tahun 2014, jadi bukan ikut-ikutan karena permintaan sedang tinggi. Bertani dengan luas areal 8 ha, ditanam  berbagai jenis jahe, ada jahe merah, jahe emprit dan jahe gajah. Jahe ditumpangsarikan dengan cabai.

“Dari semua jenis jahe itu yang paling mudah pemasarannya adalah jahe gajah karena permintaan ekspornya tinggi. Sekali panen per ha bisa 30-40 ton jahe,” katanya.

Jahe bersifat unik. Bila harga sedang rendah maka petani bisa menunda panen 1-2 bulan bahkan sampai setahun menunggu harga naik.  Saat ini harga jahe  mencapai Rp20.000/kg. Permintaan jahe sebelum pandemi juga selalu naik tetapi masa pandemi kenaikannya pesat.


Baca Juga: Buang Apel Apkir, Bakul di Malang Minta Maaf

“Kita kewalahan kalau harus memenuhi permintaan pasar. Ini barang ditanam bukan buatan pabrik jadi tidak bisa serta merta bisa memenuhi permintaan yang mendadak tinggi,” katanya.

Prasetyo merupakan petani mandiri yang membiayai usaha tani dari modal sendiri. Dia juga tidak menjalin kemitraan dengan perusahaan obat/minuman herbal, meskipun ada penawaran kontrak jual ke pabrik tetapi tidak diambil karena harus memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat.

Menanam jahe relatif mudah, tidak ada hama penyakit, tikus dan babi hutan juga tidak menyukai. Hanya dalam kondis sekarang jahe di kebun menjadi rawan pencurian.

Menanam jahe  dari 1 kg bibit menjadi 20 mata tunas. Satu mata tunas menghasilkan setengah kg rimpang jahe, jadi dari 1 kg bibit jadi 10 kg jahe. Per hektar ditanam 40.000 bibit.  Tetapi tingkat kematiannya juga relatif tinggi.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 16 Juli 2020, 10:44 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 16 Juli 2020, 10:44 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 16 Juli 2020, 10:44 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 16 Juli 2020, 10:44 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved