• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Soilblock : Solusi Efesiensi Budidaya di Kampung Cabai

Soilblock : Solusi Efesiensi Budidaya di Kampung Cabai

  • 15 Juli 2021, 7:06 PM
  • Agribisnis
  • HORTI INDONESIA
Jakarta, Hortiindonesia.com - Pandemi Covid-19 yang kian makin meninggi tak menghentikan langkah Kementan untuk terus memberikan pembinaan kepada petani. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mendorong jajarannya agar tetap produktif selama PPKM, salah satunya dengan Virtual Bimtek. 
 
Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam sambutannya saat membuka virtual literacy bertajuk Persemaian Sehat, Kunci Sukses Budidaya Cabai memaparkan bahwa salah satu program Kementan untuk menjaga stabilisasi pasokan cabai adalah dengan kampung cabai. Tema bimtek ini sangat menarik dan sangat mendukung pelaksanaan program kampung cabai tersebut. 
 
Persemaian merupakan awal dari proses budidaya cabai. Bibit yang dihasilkan dari persemaian yang baik serta pemilihan varietas yang adaptif lingkungan dan cuaca akan meningkatkan produktivitas hasil.
 
Sentuhan inovasi teknologi kekinian juga bisa meningkatkan efesiensi biaya dan waktu, sehingga ongkos produksi murah dan harga berdaya saing, Papar Anton.
Dalam Virtual Literacy yang dilaksanakan Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat bekerjasama dengan Pustaka Kementan (15/7) ini memberikan materi yang menarik dan sangat mendukung efisiensi produksi cabai dari sisi hulu yakni teknologi Soil Block Seedling.  Soil block merupakan sebuah alat semai yang ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah organik yang sangat berguna tanpa merusak lingkungan. Alat ini dikembangkan oleh Eka Mardiyono, pelaku usaha soilblock dari Jawa Tengah.
 

Baca Juga: Peluang Bisnis Pisang dari Pesisir Pangandaran

Saat mengenalkan alat ini, Eka menjelasakan bahwa semua bahan penyusun soil block ini merupakan bahan organik yang dibutuhkan oleh tanaman tanpa penambahan tanah. "Bahan-bahan yang diperlukan untuk menyusun soilblock ini terdiri dari pupuk kandang, fosfat alam, kapur dolomit, cocopeat dan gambut dengan perbandingan 30:5:5:30:30. Seluruh bahan tersebut kemudian dicampur dengan air hingga diperoleh kepadatan yang sesuai. Selain itu, dapat ditambahkan sedimentasi rawa yang kaya akan unsur hara yang baik untuk tanaman".
 
Cara penggunaan soil block juga cukup mudah. Setelah bahan-bahan penyusun soil block dicampur, kemudian dimasukkan ke alat bantu / cetakan soilblock dan ditekan hingga padat. Selanjutnya letakkan alat soilblock di atas nampan kayu dengan cara membaliknya, kemudian tekan 2-3 kali secara berulang alat pegas agar media tercetak dengan baik.
 
Selain ramah lingkungan, penggunaan soil block  juga dapat meningkatan efisiensi biaya tenaga kerja pada proses persemaian. "Jika dengan proses penyemaian pada umumnya, 1 hari tenaga kerja hanya dapat mencetak 1.000 polybag, tapi dengan alat ini bisa diperoleh 20.000-30.000 media semai. Karena tidak membutuhkan plastik polybag atau plastik tray, tentunya biaya yang dikeluarkan oleh petani juga berkurang." papar Eka.
 
Perawatan saat penyemaian dengan soilblock pun dapat lebih mudah dilakukan karena cukup disiram sacara merata dengan metode sebar atau sprayer tanpa takut air tertinggal di plastik. Hal ini berlaku pula saat pemberian pupuk, karena soilblock bersifat absorb (menyerap), maka pupuk juga tidak akan jatuh ke bawah tetapi terserap ke dalam soilblock.
 
Penggunaan Soil Block dibarengi dengan pemilihan varietas yang adaptif cuaca merupakan kombinasi yang sempurna sebagai langkah awal untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 15 Juli 2021, 7:06 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 15 Juli 2021, 7:06 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 15 Juli 2021, 7:06 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 15 Juli 2021, 7:06 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved