• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Spesies Begonia Baru di Dataran Tinggi Gayo, Diberi Nama Begonia antoi

Spesies Begonia Baru di Dataran Tinggi Gayo, Diberi Nama Begonia antoi

  • 19 Februari 2026, 11:14 AM
  • Tanaman Hias
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Kekayaan flora di Aceh kembali bertambah dengan ditemukannya satu spesies baru dari kelompok Begonia di kawasan Dataran Tinggi Gayo. Spesies tersebut dinamakan Begonia antoi dan telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah Taiwania volume 70 tahun 2025. Temuan ini semakin menegaskan posisi kawasan Gayo sebagai salah satu pusat penting keanekaragaman hayati di wilayah Sumatra bagian utara.

Tanaman ini ditemukan di Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah, pada ketinggian sekitar 180 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di hutan dataran rendah dekat aliran sungai, yang masih memiliki vegetasi alami meskipun sebagian wilayahnya telah mengalami tekanan akibat aktivitas manusia.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari peneliti Universitas Samudra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Royal Botanic Garden Edinburgh, Inggris. Spesimen Begonia antoi pertama kali dikoleksi pada Januari 2023, lalu kembali diamati pada Agustus 2024. Setelah melalui kajian morfologi mendalam dan dibandingkan dengan koleksi herbarium internasional, tanaman ini akhirnya dipastikan sebagai spesies baru.

Para peneliti menilai kawasan Dataran Tinggi Gayo masih belum banyak dieksplorasi dari sisi botani. Wilayah ini dinilai memiliki peluang besar untuk menemukan spesies baru, terutama tumbuhan lapisan bawah hutan seperti begonia yang sering luput dari perhatian.

Ciri Khas Begonia antoi

Begonia antoi merupakan tanaman herba berukuran kecil dengan tinggi sekitar 11 hingga 13 sentimeter. Tanaman ini memiliki batang berupa rimpang, dengan daun hampir bulat. Bagian atas daun berwarna hijau tua keunguan, sementara bagian bawahnya berwarna merah. Tekstur daunnya tipis dengan tepi berlekuk serta tulang daun menjari yang terlihat jelas.

Keunikan lain terlihat pada bunganya. Bunga jantan memiliki empat tepal berukuran relatif besar yang bagian luarnya ditutupi rambut kaku berwarna merah. Sementara itu, bunga betinanya juga memiliki empat tepal, berbeda dengan beberapa spesies lain yang umumnya hanya memiliki tiga. Karakteristik ini menjadi pembeda utama dengan spesies yang mirip, seperti Begonia yenyeniae dari Semenanjung Malaysia dan Begonia olivacea yang ditemukan di wilayah lain di Sumatra.


Baca Juga: Dimulai dari Satu Tanaman, FLOII Expo 2025 Ajak Publik Wujudkan Masa Depan Berkelanjutan

Endemik dan Terancam Punah

Hingga kini, Begonia antoi hanya ditemukan di satu lokasi di Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah. Eksplorasi lanjutan di wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya belum menemukan populasi tambahan. Hal ini menjadikan tanaman tersebut sebagai spesies endemik dengan wilayah sebaran yang sangat terbatas.

Habitat aslinya berupa hutan dataran rendah yang kini mulai terfragmentasi akibat alih fungsi lahan menjadi pertanian dan permukiman. Warga setempat juga pernah memperdagangkan tanaman ini sebagai tanaman hias, namun aktivitas tersebut kini tidak lagi berlangsung karena jumlahnya yang sangat terbatas.

Berdasarkan penilaian awal menggunakan kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies ini diusulkan masuk kategori Critically Endangered atau kritis. Status tersebut diberikan karena jumlah individu dewasa diperkirakan kurang dari 10 tanaman, serta adanya ancaman serius terhadap habitatnya.

Para peneliti mengingatkan bahwa tanpa upaya perlindungan segera, spesies ini berisiko tinggi mengalami kepunahan. Kerusakan habitat akibat konversi lahan menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidupnya di alam.

Pentingnya Penelitian Taksonomi

Penemuan ini menambah jumlah spesies Begonia dari seksi Jackia di Sumatra menjadi 34 jenis, sekaligus menjadi spesies kelima yang tercatat di Aceh. Temuan ini juga menunjukkan pentingnya penelitian taksonomi sebagai dasar konservasi. Tanpa deskripsi ilmiah resmi, suatu spesies tidak dapat memperoleh perlindungan hukum maupun kebijakan konservasi.

Dengan telah dideskripsikannya Begonia antoi, spesies ini kini menjadi bagian dari daftar flora endemik Indonesia. Penemuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Dataran Tinggi Gayo masih menyimpan banyak potensi kekayaan hayati yang perlu diteliti dan dilindungi agar tidak hilang sebelum sepenuhnya dikenal.

Sumber : Good News From Indonesia

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 19 Februari 2026, 11:14 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 19 Februari 2026, 11:14 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 19 Februari 2026, 11:14 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 19 Februari 2026, 11:14 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved