• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Strategi Kementan dan CropLife untuk Mengatasi Krisis Pangan Global dengan Bioteknologi

Strategi Kementan dan CropLife untuk Mengatasi Krisis Pangan Global dengan Bioteknologi

  • 31 Juli 2024, 2:39 PM
  • InovTek
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com - Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) bersama CropLife Indonesia (CLID) menggelar acara sarasehan yang bertujuan untuk merespon ancaman krisis pangan global dan mengeksplorasi solusi bioteknologi di sektor pertanian.

Sarasehan Kementan bersama CropLife tersebut diselenggarakan pada hari Rabu (31/07/2024) dengan tema "Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern".

Menurut data BULOG, perubahan iklim telah berdampak serius pada ketahanan pangan, terutama dalam hal penurunan produksi tanaman pangan. Produksi beras nasional, misalnya, mengalami penurunan sebesar 17,74% dari Januari hingga April 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penggunaan ilmu bioteknologi diharapkan bisa membantu mencegah risiko krisis pangan. Direktur Utama Badan Urusan Logistik (BULOG), Bayu Krisnamurthi menyatakan perlunya intervensi untuk menjaga ketahanan pangan.

"Praktik business as usual akan membuat produksi beras menurun dan harga naik. Tanpa teknologi, pada tahun 2050 produksi beras bisa turun hingga 20 persen, namun harga akan naik hingga 20 persen," jelasnya.

Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Yusra Egayanti, SSi, Apt., MP., menegaskan bahwa bioteknologi memainkan peran penting dalam ketahanan pangan nasional.

"Selain menghadapi tantangan perubahan iklim, kami juga harus mengantisipasi pertumbuhan populasi dan alih fungsi lahan. Dengan populasi penduduk Indonesia yang diprediksi mencapai 324 juta jiwa pada tahun 2045, negara harus siap memproduksi bahan pangan lebih banyak. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan pemanfaatan benih PRG di sektor pertanian Indonesia," terangnya.

Dr. Ir. Ismariny, M.Sc, Asisten Deputi Prasarana dan Sarana Pangan dan Agri Bisnis Kementerian Perekonomian, mendorong peningkatan sinergi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di berbagai sektor.

"Kemenko Ekonomi telah menggagas program seperti peningkatan produksi, diversifikasi pangan, efisiensi distribusi pangan, penggunaan teknologi untuk meningkatkan produksi dan kualitas pangan, serta penguatan stok pangan nasional. Fokus kami adalah membuat program yang bermanfaat bagi petani dan masyarakat," ujarnya.


Baca Juga: Indonesia–Belanda Bangun Kemitraan Hortikultura Berbasis Teknologi Greenhouse

Hingga kini, PPVTPP telah melepaskan sepuluh varietas tanaman PRG, termasuk 8 jenis jagung PRG, satu jenis kentang PRG, dan satu jenis tebu PRG. Kepala PPVTPP, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc, menekankan bahwa pelepasan varietas PRG dilakukan dengan sangat hati-hati.

"Di lapangan, benih PRG sangat dinantikan oleh petani. Mereka siap mengelola varietas unggulan ini. Tugas kita adalah memastikan proses pelepasan sesuai aturan dan prosedur, serta meminimalisir produk palsu yang merugikan petani dan masyarakat," imbuhnya.

Meskipun kebutuhan akan bioteknologi cukup besar, pengembangan benih unggul di Indonesia terbilang lambat dibandingkan negara lain. Proses perizinan, pengembangan, dan komersialisasi benih PRG memakan waktu sekitar 15 tahun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Agung Kurniawan, Direktur Eksekutif CropLife, yang menjelaskan bahwa hingga kini baru ada 10 varietas benih bioteknologi yang mendapatkan persetujuan dan masih dalam skala terbatas.

"Regulasi yang ketat menjadi kendala utama peneliti di lapangan. Ditambah lagi, kemungkinan benih tersebut berhasil dikomersialisasi, tantangan yang dihadapi petani sudah berubah. Padahal petani sangat antusias dan siap mengadopsi teknologi ini secepatnya," terangnya.

Agung juga mencontohkan bahwa negara seperti Vietnam dan Filipina telah berhasil meningkatkan produksi pertanian hingga 30% dengan menggunakan bioteknologi.

"Pencapaian ini menunjukkan potensi besar bioteknologi dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Kami berharap adanya sinergi antara berbagai pihak dapat mendorong pengembangan dan komersialisasi benih bioteknologi di pasar sehingga bisa merasakan dampak positif seperti negara lain," ungkap Agung.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Agustine Christela Melviana, Biotechnology and Seed Manager CropLife Indonesia, menjelaskan bahwa penerapan benih bioteknologi memungkinkan petani untuk meminimalisir potensi kehilangan hasil.

Benih bioteknologi dirancang dengan sifat unggul sehingga tanaman yang dihasilkan lebih tahan terhadap gulma, hama, penyakit, serta kondisi lingkungan yang ekstrem.

"Dengan memanfaatkan benih bioteknologi ini, potensi kehilangan hasil pertanian bisa ditekan hingga 10 persen, yang berarti ada peningkatan produksi panen yang signifikan bagi petani di lahan terbatas," jelasnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 31 Juli 2024, 2:39 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 31 Juli 2024, 2:39 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 31 Juli 2024, 2:39 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 31 Juli 2024, 2:39 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved