• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. TANAMAN HIAS HARUS DIBRANDING DENGAN BANYAK FUNGSI LAIN

TANAMAN HIAS HARUS DIBRANDING DENGAN BANYAK FUNGSI LAIN

  • 21 November 2020, 7:26 PM
  • Tanaman Hias, Kilas, Agribisnis

Jakarta, Hortiindonesia.com

Ekspor florikutura Indonesia  tahun 2013 tercatat  USD19 juta,  2014  USD21 juta, 2015 USD30,4 juta. Sedang  frekuensi  ekspor tahun 2020 ke Belanda  3021 kali, Jepang 175 kali, Amerika Serikat  3618 kali,  Kanada  199 kali, Korsel  244 kali, Australia  122 kali.  Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan ekspor adalah peningkatan SDM tanaman hias. Karen Tambayong, Ketua Komite Tetap Pengembangan Hortikultura KADIN Indonesia menyatakan hal ini.

Pada masa pandemi covid-19 ekspor kembali turun karena tanaman hias tidak prioritas dan pengembangannya tidak konsisten. Padahal di luar negeri covid-19 membuat masyarakat ingin kotanya lebih hijau. Mereka mengembangkan urban farming. Karena WFH mereka ingin rumah lebih baik dan lebih indah sehingga meningkatkan permintaan tanaman hias.

Tanaman yang diminta adalah tanaman eksotis dan tanaman koleksi. Sebenarnya  pandemi Covid-19 merupakan peluang besar bagi ekspor tanaman hias.

Tanaman hias juga harus dibranding lebih baik lagi bukan sekedar untuk dekorasi dan keindahan tetapi masih banyak fungsi lain. Fungsi itu adalah untuk kesehatan, menurunkan stress, meningkatkan immunitas tubuh, meningkatkan kesehatan mental, meningkatkan produktivitas kerja, konservasi lingkingan. Tanaman hias dalam rumah mampu memberikan kesegaran udara, mengurangi polutan dan meningkatkan kualitas udara. Fungsi kognitif orang yang punya tanaman hias juga akan lebih baik. Branding ini harus dimajukan sehingga tanaman hias punya fungsi penting jadi tidak setiap kali ada pemotongan anggaran, budget tanaman hias langsung dipotong.


Baca Juga: Rebusan Daun Sirsak Ternyata Memiliki Sejuta Manfaat, Begini Cara Olahnya!

Tantangan pengembangan tanaman hias adalah lahan produsen terpisah-pisah dan sulit dicapai sehingga perlu waktu untuk mengumpulkannya. Solusi mengatasi masalah ini adalah dengan membuat kawasan florikultur terpadu.

Selain itu masih kurang SDM terampil juga kurangnya informasi tentang standar ekspor berkelanjutan. Kondisi ini menyebabkan beberapa tanaman hias asal Indonesia dilarang masuk ke beberapa negara tujuan karena masalah OPT (Organisasi Penganggu Tanaman).

Misalnya Korea Selatan melarang masuknya jenis aroid yaitu philodendron, anthurium, arisaera, aglaonema, syngonium. Sedang Jepang memberikan notifikasi peringatan keras ekspor anthurium. Hal ini terjadi karena Indonesia tidak siap. Saat ini Indonesia bersama 9 negara lainnya diwajibkan deklarasi bebas nematode dengan phytosanitary certifikat.

Akhir-akhir ini juga banyak postingan tanaman hutan di Instagram dn banyak yang meminta untuk ekspor. Pada kenyataannya pengunggah di IG bisa melakukan ekspor padahal sebenarnya syarat untuk ekspor tanaman yang berasal dari hutan ini banyak sekali. Meskipun skalanya kecil tetapi kedepan akan jadi masalah karena bisa mempengaruhi ekspor tanaman hias secara keseluruhan.

Tanaman hias dari hutan tidak bisa diambil begitu saja terus diekspor. Pelaku harus menyiapkan pembibitan yang bebas OPT. Ekspor harus menggunakan media non tanah yang bebas OPT, membuat packing house bersih, paham perkarantinaan negara tujuan dan yang paling penting adalah paham etika bisnis ekspor.

 Eksportir harus berbadan hukum, punya NPWP, SIUP, Izin edar benih, juga harus diperiksa karantina untuk kelayakan ekspor yang dibuktikan sertifikat phytosanitary. Karena ekspor semakin mudah  maka banyak sekali pelanggaran etika bisnis yaitu tidak komitmen.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 21 November 2020, 7:26 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 21 November 2020, 7:26 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 21 November 2020, 7:26 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 21 November 2020, 7:26 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved