• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. TATA NIAGA BAWANG MERAH RELATIF PANJANG

TATA NIAGA BAWANG MERAH RELATIF PANJANG

  • 21 April 2021, 10:41 PM
  • Sayur, Kilas, Agribisnis

Brebes, Hortiindonesia.com

Bawang merah merupakan komoditas strategis yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Konsumsi bawang merah penduduk Indonesia rata-rata adalah 27,72 kg/kapita/tahun. Dengan harga yang fluktuatutif juga berperan dalam pembentukan inflasi  dan Produk Domestik Bruto. Nur Khaririyatun, peneliti Balai Penelitian Tanaman Sayuran menyatakan hal ini.

Jawa Tengah merupakan provinsi penghasil bawang merah terbesar di Indonesia dengan kontribusi 30%, menyusul Jawa Timur  26%, NTB 12%,  Jawa Barat 11%, Sumatera Barat 8% dan Sulawesi Selatan 6%. Luas panen bertumpu di Pulau Jawa yaitu 57%, kemudian NTB 10%, Sumbar 7% dan Sulsel 6%.

Brebes merupakan sentra bawang merah dan merupakan “ibukota” penjualan bawang merah. Bawang merah impor juga sering masuk Brebes dulu sebelum disebar ke berbagai wilayah. Antara tahun 2013-2018 pertumbuhan produksi bawang merah Brebes turun 12,87% sedang luas panen turun 4,08%.

Secara nasional produksi bawang merah pertahun adalah 1.5 juta ton sedang konsumsi 739.000 ton, sehingga surplus 840.367 ton. Masalahnya bawang merah hanya diproduksi di Jawa, Sumbar, NTB dan Sulsel sehingga perlu distribusi yang kuat ke provinsi lain sehingga tidak terjadi kelangkaan bawang merah. Bawang merah tidak perlu impor.

Tata niaga bawang merah dari petani ke konsumen akhir relatif panjang. Petani jual ke pedagang pengepul atau langsung distributor, pedagang pengepul ke distributor, lanjut ke subdistributor, agen, pedagang grosir, pedagang eceran baru sampai ke konsumen.

Di Brebes sendiri ada petani yang menjual langsung ke industri pengolahan pangan, sedang untuk konsumen lokal ke pedagang pengumpul di desa, kemudian pedagang grosir, pedagang ritel.  Untuk pasar ekspor, antar pulau atau pasar induk sekelas Kramat Jati, pedagang desa menjual ke pedagang menengah, kemudian ke pedagang grosir, dari sini ada yang dibeli eksportir, pedagang antar pulau dan ke Kramat Jati.

Petani ada juga yang memilih bawang merah yang paling bagus dan disimpan untuk dijadikan bibit. Bawang merang ini biasanya dijual pada petani lain yang membutuhkan bibit. Industri pengolahan yang menampung bawang merah Brebes adalah Indofood dan Wing Food. Petani biasanya menjual pada penebas, kemudian pengepul kecil, pengepul besar dan langsung ke pabrik.


Baca Juga: FOOD ESTATE KALTENG SULAP RAWA JADI KAWASAN BUAH DAN SAYUR

Di pengepul besar bawang merah dilakukan sortasi, yang memenuhi kualitas grade B (menengah) dikirim ke Indofood dan Wing Food. Sistim pembayaran kontrak 3 mingguan, Pembelian melaui Purchased Order, harga ditentukan pada saat kontrak. Pembayaran 1 bulan setelah pengiriman.

Sedang yang dijual ke pedagang antar daerah adalah dari petani ke penebas, pengepul lokal dan pengepul antar daerah. Bawang merah yang dikumpulkan pengepul lokal dijual ke pengepul antar daerah misalnya ke Tegal, Jogjakarta, Solo, Semarang, Lampung, Sulawesi, Kalimantan, Belitung dan lain-lain.

Biaya transportasi pengiriman ke lokasi tergantung kesepakatan antara pedagang pengumpul lokal dengan penerima di daerah. Biaya transportasi dibebankan pada pengepul lokal , berkisar antara Rp1500-5000/kg tergantung jauh dekatnya lokasi pengiriman dan banyaknya tenaga kerja. Saluran pemasaran lainnya adalah petani, pengepul kecil lokal, pengepul besar , pasar induk Caringin, Kramat Jati, Cibitung dan lain-lain.

Karateristik petani bawang merah adalah kepemilikan lahan yang kecil (rata-rata 0,25 ha dengan status kepemilikan sendiri dan 0,5 ha dengan rata-rata status sewa). Daya tawar petani juga masih lemah dengan saluran pemasaran yang panjang dan tidak efisien, Harga berfluktuasi dan tidak dapat diprediksi.  Petani juga belum mendapat keuntungan yang memadai.

 

 

 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 21 April 2021, 10:41 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 21 April 2021, 10:41 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 21 April 2021, 10:41 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 21 April 2021, 10:41 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved