• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Teknologi AMCS BTIN Bikin Kualitas Jamur Tiram Semakin Membaik

Teknologi AMCS BTIN Bikin Kualitas Jamur Tiram Semakin Membaik

  • 10 April 2025, 1:46 PM
  • InovTek
  • HORTI INDONESIA

Cibinong, hortiindonesia.com - Teknologi autonomous monitoring and controlling system (AMCS) yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berpotensi membuat kuantitas dan kualitas produksi jamur tiram yang dibudidayakan oleh para pelaku usaha bakal semakin membaik.

Dan secara umum, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari laman resmi BRIN, Kamis (10/4/2025), teknologi AMCS ini juga mampu meningkatkan efisiensi sektor pertanian dan perikanan

Salah satu bentuk uji coba teknologi AMCS dilakukan di lahan budi daya jamur tiram, bekerja sama dengan PT Jamur Cikuda Nusantara di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Perlu diketahui bahwa kesepakatan antara kedua belah pihak ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara BRIN dan PT Jamur Cikuda Nusantara digelar di Gedung 124 KST BJ Habibie Serpong, Rabu (29/5/2024).

Saat itu yang menandatangani kerjasama tersebut adalah Yusuf Nur Wijayanto selaku Kepala Pusat Riset Elektronika (PRE) Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) BRIN, serta Maria Ekaristi Sushintawati selaku Direktur Utama PT Jamur Cikuda Nusantara.

Sementara itu kerjasama penggunaan teknologi AMCS juga dilakukan pihak BRIN dengan pihak CV Puncak Agro Mandiri yang membangun budidaya jamur tiram di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Pada tahap awal, sistem kami digunakan untuk memantau lingkungan. Parameter yang diamati meliputi suhu, kadar CO dan CO₂, intensitas cahaya, pH, serta produksi dan konsumsi daya melalui sistem AWS,” terang Bondan Suwandi, perekayasa PRE BRIN.

Bondang bilang bahwa BRIN sangat berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan teknologi AMCS agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi sektor pertanian dan perikanan presisi di Indonesia.

Melalui teknologi seperti AMCS, Bondan bilang Indonesia diharapkan mampu menjadi pelopor dalam penerapan teknologi presisi yang mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Bondan Suwandi menegaskan, teknologi AMCS punya tujuan yang mulia untuk sektor pertanian dan perikanan.

"Yaitu bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan dan kendali otomatis secara mandiri untuk menciptakan kondisi lingkungan yang optimal dalam budidaya komoditas pangan, khususnya di sektor pertanian dan perikanan," ujar Bondan Suwandi.

Kata dia, AMCS merupakan sistem canggih yang dirancang sebagai solusi inovatif untuk mengatasi perubahan iklim, meningkatkan efisiensi dan akurasi.

"Khususnya dalam pengelolaan pada sektor pertanian dan sektor perikanan melalui pemanfaatan teknologi multidisiplin,” tutur Bondan Suwandi lebih lanjut.

“Teknologi AMCS ini mengintegrasikan pemantauan otomatis dengan kemampuan pengendalian berbasis data, sehingga mampu memberikan solusi presisi yang mendukung produktivitas dan keberlanjutan,” tambah Bondan.


Baca Juga: PERBENIHAN PISANG KONVENSIONAL SOLUSI UNTUK PENANAMAN DIBAWAH 5 HA

Pada tahun kedua pelaksanaannya, ucap Bondang, implementasi AMCS menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya dalam penerapan teknologi di berbagai wilayah.

Bondan menegaskan bahwa sistem ini terbukti efektif membantu petani dan nelayan dalam memaksimalkan hasil panen sekaligus menekan penggunaan sumber daya yang berlebihan.

“Kegiatan kami tidak hanya terfokus pada pengembangan AMCS, tetapi juga mencakup riset lain yang masih berkaitan dengan sistem ini,” jelas Bondan.

Komitmen Bondan dan timnya untuk terus mengembangkan riset agar lebih efisien dan bernilai tinggi bagi masyarakat tercermin dari berbagai inovasi yang dihadirkan pada tahun kedua pengembangan AMCS.

Salah satu terobosannya adalah pengembangan dedicated AMCS board yang telah terintegrasi dengan sistem komunikasi luar awan.

Teknologi ini dirancang untuk memperluas jangkauan perangkat di area pertanian yang luas dan terpencil.

“Ini merupakan kebaruan yang kami capai di tahun kedua. Board khusus ini memungkinkan AMCS bekerja secara lebih andal di lapangan, termasuk di wilayah tanpa jaringan internet stabil,” tambahnya.

Tak hanya itu, BRIN juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari kalangan industri maupun akademisi, guna mempercepat pengembangan teknologi ini.

Dengan dukungan penuh dari Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN, AMCS diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai solusi inovatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebelumnya, Budi Prawara selaku Kepala ORaeI BRIN menegaskan, BRIN terus mendorong inovasi teknologi presisi guna meningkatkan efisiensi sektor pertanian dan perikanan melalui pengembangan AMCS.

Pihaknya menilai sistem ini dirancang untuk memantau dan mengendalikan kondisi lingkungan secara otomatis, mendukung produktivitas serta keberlanjutan budi daya komoditas pangan.

Dalam implementasinya, Budi Prawara mengatakan, AMCS telah menunjukkan hasil signifikan, termasuk penghematan sumber daya dan peningkatan hasil panen.

"Pencapaian riset, rancang bangun, dan implementasi lanjutan AMCS ini telah disampaikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) OREI BRIN pada tanggal 25 Maret 2025byang lalu," ucap Budi Prawara.

Pada kesempatan tersebut, Budi Prawara, menekankan pentingnya riset yang berdampak nyata. Selain scientific publication, pihaknya berharap ada output atau kesimpulan yang bisa diimplementasikan dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

"Kegiatan Riset Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) sudah pasti bertujuan agar inovasi kita dapat bernilai di Indonesia atau bahkan hingga ke luar negeri,” tegas Budi Prawara.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 10 April 2025, 1:46 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 10 April 2025, 1:46 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 10 April 2025, 1:46 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 10 April 2025, 1:46 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved