• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. TINGKATKAN DAYA SAING BAWANG PUTIH LOKAL

TINGKATKAN DAYA SAING BAWANG PUTIH LOKAL

  • 23 Juli 2021, 3:24 PM
  • Sayur, Kilas, Agribisnis, Benih

Jakarta, Hotriindonesia.com

Tahun 2022  Ditjen Hortikultura akan membangun 250 kampung bawang putih. Dengan luas 1 kampung 10 ha maka luas penanaman mencapai 2.500 ha. Prihasto Setyanto, Dirjen Hortukultura, Kementan menyatakan hal ini.

Bawang putih sendiri mempunyai manfaat yang luar basa, banyak obat-obatan yang bahan baku dasarnya berasal dari bawang putih, Sejarah mencatat bawa pekerja piramid Mesir tidak mau bekerja sebelum makan satu siung bawang putih mentah setiap hari, karena terbukti memberi kekuatan kerja dan tahan penyakit. Bawang putih sudah digunakan manusia sejak ribuan tahun lalu.

Indonesia pernah swasembada bawang putih tahun 1994-995 dengan luas penanaman 21.000 ha, produksi 152.000 ton dengan impor kurang dari 10% saja. Pada era reformasi penetrasi impor yang luar biasa membuat bawang putih lokal kalah bersaing. Dari 100 kabupaten penghasil bawang putih tinggal 4 kabupaten saja yang rutin menanam yaitu Lombok Timur, Tenamggung, Karang Anyar dan Magelang. Saat ini 95% kebutuhan bawang putih berasal dari impor.

Pemerintah sudah berusaha membangkitkan kembali budidaya bawang putih sejak tahun 2017. Masalahnya ukuran bawang putih lokal kecil sedang masyarakat lebih suka yang ukurannya besar dengan alasan mudah dikupas. Padahal dari sisi genetik cita rasa bawang putih lokal lebih baik dengan kandungan alisin lebih tinggi 3-4 kali lipat dari bawang putih impor.

Masalah lainya adalah ketersediaan benih, sulit mencari benih bawang putih. Tahun 2018 pernah mencari benih ke China, dapat 18 jenis tetapi ternyata tidak bisa tumbuh disini. Kemudian ke Taiwan mendapatkan varietas GBL, bisa ditanam dan berkembang. Masalahnya Taiwan sendiri bukan produsen bawang putih dan masih mengimpor dari China.

Varietas GBL ini ternyata asalnya dari Indonesia, diambil peneliti Taiwan tahun 70-80an dan ternyata cocok dan berkembang disana. Hasil uji genetik menunjukkan mirip dengan varietas Sangga Sembalun. Saat ini IPB sudah mengembangkan teknologi double kromosom, sedang BB Biogen mengembangkan somatic embryonensis yang mampu menghasilkan bawang putih dengan umbi besar.

Masalah lainnya adalah harga. Bawang putih lokal siung kecil harga tinggi, sedang bawang putih China siung besar harga rendah. Penyebabnya biaya produksi bawang putih di Indonesia lebih tinggi. Break Even Point menanam bawang putih di Indonesia adalah Rp12.000-13.000/kg sedang China Rp5000-6.000/kg.


Baca Juga: Tips Agar Bunga Melati Selalu Harum dan Rajin Berbunga

BEP tinggi aikibatkan harga benih yang tinggi, Harga benih di Indonesia mencapai Rp50.000-60.000/kg. Karena itu upaya menurunkan biaya produksi adalah dengan menurunkan harga benih. Bila harga benih turun jadi Rp35.000/kg maka BEP bisa dicapai pada harga Rp8000-9000/kg. Pada poisisi ini bawang putih lokal masih bisa bersaing karena dengan kandungan alisin lebih tinggi  lebih irit penggunaanya, 1 siung bawang putih lokal setara dengan 3-4 siung bawang putih China.

Bawang putih China ukurannya besar karena menggunakan benih ukuran besar, dengan ukuran siung 3,5-4 gr. Sedang yang siungnya kecil-kecil digunakan untuk industri. Sedang di Indonesia sebaliknya yang dijadikan benih ukuran kecil 1-2 gra bahkan dibawah 1 gr, sedang yang besar malah dijual ke pasar. Di Indonesia ada petani di Karang Anyar yang menanam varietas Tawangmanggu Baru yang melakukan seleksi dari umbi ada 10-15 siung, kemudian diseleksi yang besar dijadkan benih. Untuk menghasilkan siung besar maka 50% berasal dari benih yang besar dan 50% dari pupuk dan air.

Kepada petani bawang putih harus waspada dengan benih palsu. Pada masa lalu benih lokal dipipil dicampur dengan bawang putih impor. Akibatnya sebagian tumbuh sebagian tidak. Dengan jumlah ton-tonan sulit membedakan benih bawang putih lokal dan bawang putih impor, beda bila hanya 1-2 kg. Dengan uji DNA bisa diketahui bawang putih yang digunakan dan beberapa pelakunya kena sanksi sehingga praktek ini tidak berlanjut.

Praktek selanjutnya adalah mencampur benih  lokal yang sudah putus dormansi (perlu waktu 4-5 bulan) dengan benih yang baru kering satu bulan. Ini juga mengakibatkan ada yang tumbuh dan tidak. Perbedaan harga antara yang kering 1 bulan dengan putus dormansi mencapai Rp20.000-30.000/kg sehingg cara ini dalam satu 1 ton benih beri keuntungan illegal Rp20 – 30 juta. Dampaknya adalah masyarakat tidak percaya dan tidak mau menanam bawang putih.

 

 

 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 23 Juli 2021, 3:24 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 23 Juli 2021, 3:24 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 23 Juli 2021, 3:24 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 23 Juli 2021, 3:24 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved