• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Webinar Horti Indonesia, Melihat Prospek dan Tantangan Bisnis Cabai Tahun 2025

Webinar Horti Indonesia, Melihat Prospek dan Tantangan Bisnis Cabai Tahun 2025

  • 26 Februari 2025, 3:49 PM
  • Buah
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com - Harga cabai yang terus berfluktuasi menjadi tantangan besar bagi petani dan pelaku industri hortikultura. Webinar Prospek Bisnis Cabai Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Media Perkebunan ada (31/1/25) lalu, webinar ini menghadirkan berbagai narasumber yang terdiri dari petani, asosiasi, pemerintah dan perusahaan yang membahas solusi dan strategi menghadapi dinamika pasar cabai ke depan.

Turut hadir dalam webinar ini Commercial Director PT East West Seed Indonesia (Ewindo), Ganesh Pamugar Satyagraha. Ia menyoroti pentingnya pembinaan petani melalui program Learning Farm. Menurutnya, kendala utama petani cabai terletak pada perbedaan kondisi tanah di berbagai wilayah serta kurangnya pemahaman akan teknik budidaya yang optimal.

“Budidaya cabai di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi tidak sama karena ada perbedaan antar wilayah, mulai dari sisi kebiasaan, iklim, dan kondisi tanah,” jelas Ganesh dalam sesi webinar (31/1/25).

Sebagai solusi, Ewindo meluncurkan Learning Farm sejak 2023 untuk membantu petani memahami pengelolaan tanah dan budidaya yang lebih baik. Dengan target 20 lokasi Learning Farm dan melibatkan hingga 15.000 petani, program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani dalam mengoptimalkan produksi cabai di berbagai daerah.

Di samping itu, petani cabai Rizal Fahreza turut mengulas tantangan working capital yang dihadapi petani cabai, terutama saat menunggu masa panen. Menurutnya, fluktuasi harga cabai di sepanjang 2024 menjadi bukti bahwa sistem pemasaran dan rantai pasok perlu diperkuat.

“Kalau dirata-ratakan, harganya saat ini Rp24.225. Harga rata-rata keekonomian bagi petani ini cukup, tapi ingat musim panen berbeda-beda sedangkan nafas petani setelah tiga tahun yang lalu sudah habis,” ujar Rizal.


Baca Juga: TINGKAT KEHILANGAN TINGGI, PERBAIKI PASCA PANEN SAYUR

Rizal dengan ekosistem di daerahnya yang ia beri nama EPTILU kini tengah fokus membangun roadmap local value chain cabai di Garut dengan mengembangkan lahan seluas 50 hektar serta melibatkan 75 petani dan 750 tenaga kerja pertanian. Rizal berharap upaya ini dapat meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) petani hingga 20%.

“Kita terus berkolaborasi dari lokal, regional, dan kami berkomitmen dengan petani muda lain di wilayah ASEAN. Minimal dengan wilayah serumpun kita commit untuk terus membuat mereka tertarik agar berbagai investasi bisa masuk ke negara kita,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid, menegaskan perlunya transformasi budidaya cabai untuk menjawab tantangan inflasi dan perubahan iklim.

“Masalah yang utama adalah perubahan iklim. Budidaya cabai itu tergantung musim, kalau kemarau tidak ada air, sedangkan saat musim hujan justru terlalu banyak air,” jelas Abdul Hamid.

Ia menekankan bahwa penerapan teknologi seperti rain shelter, drip irrigation, dan fertigasi system dapat meningkatkan produktivitas serta ketahanan tanaman cabai.

“Teknologi memberikan perbedaan hasil. Pohon cabai pasti akan mempunyai akar yang lebih panjang sehingga pertumbuhan cabai akan lebih maksimal,” ujarnya.

Horti Indonesia dalam hal ini melihat banyak kiat yang dilakukan salah satunya dengan transformasi dalam budidaya cabai, diharapkan pasokan cabai tidak lagi bergantung pada musim, biaya produksi lebih efisien, serta kualitas produk meningkat sehingga lebih kompetitif di pasar ekspor.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 26 Februari 2025, 3:49 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 26 Februari 2025, 3:49 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 26 Februari 2025, 3:49 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 26 Februari 2025, 3:49 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved