• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. BPSI TROA Tekankan Standardisasi sebagai Kunci Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Jahe Indonesia

BPSI TROA Tekankan Standardisasi sebagai Kunci Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Jahe Indonesia

  • 08 April 2025, 9:00 AM
  • Herbal
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com - Kepala Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Rempah Obat dan Aromatik (BPSI TROA), Prima Luna, S.TP., M.Si., Ph.D., menegaskan urgensi standardisasi sebagai strategi krusial dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas jahe Indonesia di pasar domestik dan internasional. Hal ini disampaikan dalam Webinar Horti Indonesia dengan fokus pada "Standardisasi dan Peningkatan Daya Saing Jahe Masa Kini" pada 24 Maret 2025.

Mengawali paparannya, Prima mengutip data dan potensi jahe Indonesia, menyatakan, "Jahe (Zingiber officinale) memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Produksi jahe Indonesia tahun 2022 mencapai 247 ribu ton."

Prima Luna kemudian melanjutkan dengan menekankan pentingnya pengolahan untuk mendongkrak nilai jual, "Untuk meningkatkan harga jual jahe sebaiknya diolah menjadi suatu produk yang sesuai standar. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani."

Lebih lanjut, ia pun menyoroti potensi peningkatan nilai tambah melalui pengolahan jahe. "Kalau dilihat dari grafik berikut, sebenarnya ada potensi nilai tambah ketika bisa mengolah jahe tersebut sekitar 1000 USD per Ton atau sekitar 16 juta. Dibandingkan dengan mengekspor segar, sebenarnya ada nilai tambah sekitar 3,6 juta."

Dinamika perdagangan jahe Indonesia pun menurutnya menjadi acuan untuk penerapan standar jahe nasional maupun internasional. “Tujuan ekspor yang tertinggi adalah ke Bangladesh, Pakistan, dan Malaysia. Sedangkan impornya masih ada Thailand, Vietnam, dan Nigeria, mudah-mudahan ada suatu kebijakan sehingga impor ini bisa kita tekan bagaimana caranya? Yaitu tentu saja dengan menentukan standar. Karena saat ini standar menjadi seperti mata uang, ketika kita masuk dalam perdagangan internasional."

Berikut ini adalah kode Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk komoditas jahe:

  • SNI 3393: 2024 Jahe Kering
  • SNI 3179: 2013 Jahe Putih Besar
  • SNI 01-7153-2006 Benihjahe (Zingiber officinale L.)
  • SNI 01-7087-2005 Jahe untuk Bahan Baku Obat
  • SNI 01-7084-2005 Simplisia Jahe
  • SNI 06-1312-1998 Minyak Jahe
  • SNI 01-4289-1996 Asinan Jahe

Dalam konteks standardisasi, Prima Luna menjelaskan landasan hukum dan prosesnya di Indonesia. "Standardisasi, dalam undang-undang 20 tahun 2014 maupun dalam PP terkiat standar nasional indonesia, adalah proses perencanaan, perumusan, pemeliharaan, penerapan standar dan tentu saja kita harus berkolaborasi dalam menentukan standar ini bersama pemangku kepentingan lainnya seperti pakar, pelaku usaha, dan pemerintah sebagai regulator. Sedangkan, kalau untuk penetapan SNI ini adalah di BSN."


Baca Juga: Siaga Pandemic Virus Corona, Mentan SYL Tetap Menjamin Pasokan Cabai Bawang Aman

Tak hanya itu, dalam materinya juga menguraikan standar mutu simplisia jahe yang meliputi beberapa syarat kemurnian, seperti:

  1. Bebas dari kotoran dan serangga
  2. Tidak mengandung bahan beracun
  3. Kadar air maksimal 10%
  4. Bahan organik asing maksimal 2%

Contoh Produk Olahan Jahe untuk Peningkatan Daya Saing

Beberapa produk olahan jahe yang berpeluang untuk meningkatkan penghasilan para petani dan meningkatkan daya saing jahe Indonesia itu sendiri antara lain ada minyak ekstrak dan oleoresin jahe, minuman instan jahe, permen jahe, acar jahe, sirup jahe, dan masih banyak lagi.

Berikut ini beberapa proses pembuatan produk berbahan dasar jahe rumahan yang dapat diterapkan:

  1. Instan Jahe: Rimpang jahe segar diproses melalui pengepresan atau penghancuran untuk menghasilkan sari jahe. Sari jahe kemudian dimasak bersama gula dengan perbandingan 1:1 hingga mencapai kekentalan tertentu. Ampas atau limbah dipisahkan. Penambahan perisa seperti jeruk nipis, pandan, kayu manis, kapulaga, atau cengkeh dapat dilakukan. Campuran diaduk dengan penambahan gula di atas api kecil hingga terbentuk kristal. Setelah dingin, produk dikemas.
  2. Permen Jahe: Jahe dikupas, dicuci bersih, dan diiris tipis. Irisan jahe direbus untuk menghilangkan getah, dilanjutkan dengan proses penggulaan dan penambahan perisa. Perendaman selama satu malam bertujuan agar gula meresap ke dalam bahan. Selanjutnya, campuran dipanaskan hingga mengering dan dapat dikeringkan menggunakan oven atau melalui penjemuran dengan penutup kain hitam.
  3. Minuman Jahe: Jahe diiris tipis dan dihaluskan melalui proses penghancuran. Kemudian ditambahkan air sebanyak 4 liter dan direbus hingga mendidih. Sari jahe diekstraksi melalui pemerasan dan diendapkan. Sari jahe kembali direbus hingga mendidih dengan penambahan rempah-rempah seperti kayu manis, secang, kemukus, daun pandan, dan sereh dapur. Penambahan gula disesuaikan dengan preferensi, diikuti dengan penyaringan kembali, pendinginan, dan pengemasan.

Prima Luna kembali menegaskan bahwa penerapan standar nasional akan memperkuat posisi produk jahe di pasar domestik, sementara pemenuhan standar internasional menjadi esensial untuk menembus dan bersaing di pasar global. Dengan demikian, standardisasi diharapkan dapat menjadi motor penggerak peningkatan daya saing jahe Indonesia, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Informasi lebih lanjut mengenai Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk jahe dapat diperoleh melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 08 April 2025, 9:00 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 08 April 2025, 9:00 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 08 April 2025, 9:00 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 08 April 2025, 9:00 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved