• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Bupati Sumedang: Terimakasih Kementan, Sektor Pertanian Penggerak Ekonomi dan Membuka Lapangan Pekerjaan

Bupati Sumedang: Terimakasih Kementan, Sektor Pertanian Penggerak Ekonomi dan Membuka Lapangan Pekerjaan

  • 04 Juli 2022, 8:08 AM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Sumedang, hortiindonesia.com - Pertanian adalah sektor unggulan yang banyak membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja. Hal itu disampaikan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat menyampaikan sambutan di hadapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada panen cabai di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Di Kabupaten Sumedang, sektor pertanian menurutnya menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap PDRB. Kontribusinya mencapai 18 persen, dan yang paling besar adalah industri olahan yang mencapai 20 persen.

"Kami sampaikan terimakasih kepada Kementan yang selalu membantu sektor pertanian disini dan karena itulah, menjadi sektor unggulan, dan harus diperhatikan bersama-sama dengan berbagai program dan kebijakan," kata Dony, Sabtu (2/7).

Ada 4 kecamatan di Sumedang sebagai sentra sayur, Kecamatan Sukasari, Tanjungsari, Wado, dan Kecamatan Pamulihan sendiri terkonsentrasi di Desa Sukawangi yang banyak menanam cabai oleh 9 Poktan.

"Mayoritas penduduk Desa Sukawangi menurut Dony bercocok tanam cabai. Luas areal yang ditanami cabai mencapai 260 hektar. Dan panen hari ini dilakukan di Poktan Mukti," ungkapnya.


Baca Juga: Begini Cara Berburu Buah Jenis Baru

Lebih lanjut, Dony mengungkapkan bahwa dalam satu musim tanam, petani cabai di Sukawangi bisa melakukan sampai 10 kali pemetikan dengan sekali petik mencapai 6 ton.

Berdasarkan data early warning system (EWS) bulan Juni hingga Juli, ketersediaan cabai baik cabai besar maupun cabai rawit di Kabupaten Sumedang juga mengalami surplus.

Produksi cabai besar dan rawit bulan Juni, sebanyak 515 ton dan 393 ton, sementara kebutuhan cabai besar dan rawit adalah, 324 ton dan 307 ton. Untuk bulan Juli, produksi cabai besar dan rawit mencapai 500 ton dan 337 ton sedangkan kebutuhan untuk kedua cabai tersebut adalah 353 ton dan 321 ton.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa Sumedang memiliki kemampuan memobilisasi dan menyuplai cabai ke daerah lain yang mengalami defisit.

"Saya lihat Sumedang ini bagus. Menurut laporan cabai-nya surplus. Kalau begitu, Sumedang bisa menyuplai daerah lainnya yang defisit," pungkasnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 04 Juli 2022, 8:08 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 04 Juli 2022, 8:08 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 04 Juli 2022, 8:08 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 04 Juli 2022, 8:08 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved