• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. DARI 4 KG CABAI YANG DIPANEN, TINGGAL 3 KG YANG SAMPAI KE KONSUMEN

DARI 4 KG CABAI YANG DIPANEN, TINGGAL 3 KG YANG SAMPAI KE KONSUMEN

  • 28 Maret 2021, 3:19 PM
  • Sayur, Kilas, Agribisnis

Bogor, Hortiindonesia.com

Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi cabai terbesar di dunia. “Dalam konperensi internasional di Jepang ketika saya memaparkan cabai sebagai komoditas utama yang perlu mendapat perhatian pemerintah Indonesia, delegasi negara lain banyak yang kaget. Bagi mereka yang penting makanan pokok seperti beras, jagung. Saya ceritakan orang Indonesia tidak bisa makan tanpa cabai. Hampir semua wilayah di Indonesia punya makanan khas yang ada cabainya,” kata Prayudi Samsuri, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen, Balitbang Kementan.

Produksi cabai juga tergantung pada musim, tetapi tidak pernah tidak ada produksi. Produksi cabai melimpah pada musim kemarau dan rendah pada musim hujan. Padahal konsumsi cabai setiap hari dan setiap bulannya sama. Akibatnya harga cabai ketika produksi rendah bisa mencapai 5 kali lipat dari  produksi sedang melimpah.

 Wilayah  Indonesia yang luas juga memberi keuntungan tersendiri. Produksi bisa diatur musim tertentu dan wilayah tertentu untuk memenuhi kebutuhan Jabodetabek, wilayah yang paling tinggi permintaan cabainya.

Antara konsumsi dan produksi dijembatani oleh distribusi dan penyimpanan. Saat ini dari 4 kg cabai yang diproduksi di kebun  maka yang sampai ke meja konsumen hanya 3 kg,  sedang yang 1 kgnya lagi hilang di jalan. Kehilangan hasilnya sampai 1 kg atau 25-30% kategori tinggi sekali.

“Kehilangan hasil yang tinggi ini karena teknik penyimpanan. Ini merupakan salah satu tantangan tersendiri bagaimana menurunkan kehilangan lewat teknologi penyimpanan. Teknologi penyimpanan sangat penting dalam hal ini untuk mengatur distribusi, yaitu ketika produksi melimpah dan harga rendah cabai disimpan dan dikeluarkan ketika produksi rendah dan harga naik,” katanya.


Baca Juga: Sukun, Sumber Karbohidrat Alternatif Pengganti Beras

Aspek lainya adalah pengolahan cabai. Masalahnya preferensi orang Indonesia lebih suka cabai segar. Tantangannya adalah bagaimana cabai olahan bisa dinikmati konsumen dengan rasa yang sama atau berbeda sedikit saja dengan cabai segar.

 

.

 

 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 28 Maret 2021, 3:19 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 28 Maret 2021, 3:19 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 28 Maret 2021, 3:19 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 28 Maret 2021, 3:19 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved