• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. DPR MINTA JAHE JADI PRIORITAS

DPR MINTA JAHE JADI PRIORITAS

  • 02 April 2021, 10:24 AM
  • Herbal, Kilas

Jakarta, Hortiindonesia.com

Komisi IV DPR RI meminta kepada Pemerintah c.q. Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian untuk melakukan realokasi anggaran pengembangan jahe Tahun Anggaran 2021, sehingga kebutuhan jahe nasional terpenuhi dan menghentikan importasi jahe yang terus meningkat. Selanjutnya, pengembangan komoditi jahe menjadi program prioritas Tahun 2022. Demikian salah satu kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR-RI dengan Irjen, Dirjen Hortikultura dan Kepala Badan Karantina Pertanian yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Hassan Aminuddin dari F-Nasdem.

Menurut Dirjen Hortikultura ,Prihasto Setyanto sebenarnya jahe surplus bahkan ekspor tetapi impor ada juga. Tahun 2019 angka tetap produksi jahe 174.380 ton, kehilangan hasil karena tercecer 28.879 ton sehingga yang tersedia 145.501 ton. Sedang kebutuhan untuk  konsumsi langsung (rumah tangga) 53.615 ton,  jamu gendong dan racikan 10.723 ton, industri obat tradisional (IOT) dan modern 26.157 ton, Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) dan Usaha Mikro Obat Tradisional ( UMOT)  34.876 ton. Sedang Ekspor 4.445 ton,  untuk perbenihan 12.294 ton  sehingga masih ada surplus 3.391 ton.

Tahun 2020 angka sementara produksi 183.518 ton, kehilangan tercecer 29.483 ton, sehingga ketersediaan 154.005 ton. Konsumsi rumah tangga 53.921 ton, jamu gendong dan racikan 10.728 ton, IOT dan modern 27.528 ton, UKOT dan UMOT 36.704 ton. Ekspor 2.188 ton, benih 13.326 ton, sehingga total 144.450 ton sehingga ada surplus 9.585 ton.

Tahun 2021 prognosa 190.050 ton, kehilangan tercecer 30.297 ton sehingga ketersediaan 159.753 ton. Konsumsi langsung rumah tangga 54.757 ton, jamu gendong dan racikan 10.909 ton, IOT dan modern 28.506 ton, UKOT dan UMOT 38.615 ton. Ekspor 3.297 ton, benih 14.100 ton sehingga ketersediaan 149.653 ton dan surplus 10.100 ton.


Baca Juga: Budidaya Organik Terbukti Sehat, Menguntungkan dan Turut Menjaga Kelestarian Alam

Meskipun surplus tetapi impor tetap jalan karena jahe termasuk barang bebas yang tidak perlu rekomendasi impor dari Ditjen Hortikultura. “Kita sudah surati Kemendag supaya masalah impor jahe ini bisa diatur lewat mekanisme RPIH,” katanya.

Tahun 2020 sejak pandemi permintaan jahe tinggi sekali sehingga harganya naik. Jahe untuk benih digunakan untuk konsumsi. Tahun 2021 pengembangan jahe semula 700 ha karena refocusing jadi 300 ha. Fokus pada perbenihan supaya benih tersedia  lagi.

 

 

.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 02 April 2021, 10:24 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 02 April 2021, 10:24 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 02 April 2021, 10:24 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 02 April 2021, 10:24 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved