• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Ekonomis, Petani Kabupaten Karo Sambut Pengembangan Jeruk Tanpa Biji

Ekonomis, Petani Kabupaten Karo Sambut Pengembangan Jeruk Tanpa Biji

  • 06 September 2018, 8:17 PM
  • Buah
  • HORTI INDONESIA

Jakarta - Petani jeruk di Kabupaten Karo menyambut baik pengembangan jeruk siam madu tanpa biji yang dirakit oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Bahkan jeruk tanpa biji ini disebut sebagai komoditas yang ditunggu-tunggu oleh para petani.

Hal tersebut disampaikan Sadra Sembiring, salah satu petani yang sedang mengambangkan jeruk siam madu tanpa biji di Desa Kubu Colia, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Menurut Sadra, jeruk tanpa biji dapat memenuhi minat masyarakat terhadap jeruk.

“Jeruk siam madu tanpa biji ini merupakan suatu komoditas yang kami harapkan. Untuk jeruk yang ada bijinya saja pasarnya sekarang bagus, apalagi tanpa biji seperti ini pasti diminati orang,” kata Sadra.


Baca Juga: PATEMO, PETANI PLASMA SAWIT, RAUP PULUHAN JUTA DARI TUMPANGSARI HORTIKULTURA

Sadra menambahkan, pengembangan jeruk tanpa biji ini dapat memberi peluang yang baik kepada petani serta pengusaha jeruk. “Minat masyarakat terhadap jeruk sangat tinggi, dengan adanya siam madu tanpa biji ini mudah-mudahan peluang usaha di sini pun semakin berkembang,” ujarnya.

Saat ini jeruk yang dikembangkan di Desa Kubu Colia telah memasuki tahap penyambungan ketiga atau penyambungan akhir, dan butuh waktu sekitar dua tahun untuk mendapatkan hasilnya. “Jeruk yang udah kami top working ini umurnya sekitar setahun, jadi butuh waktu sekitar setahun lagi untuk menghasilkan buah,” ungkap Sadra.

Sebelumnya, peneliti BB Biogen Dr Mia Kosmiatin menyebutkan pengembangkan jeruk siam madu tanpa biji (seedless) ini merupakan upaya untuk meningkatkan mutu dan jumlah jeruk nusantara.

Mia pun berharap jeruk ini segera didaftar, selanjutnya diperbanyak dan disebar agar dapat meningkatkan pendapatan petani, mutu gizi masyarakat sekaligus menekan angka impor.

Sumber : mediaharapan.com

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 06 September 2018, 8:17 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 06 September 2018, 8:17 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 06 September 2018, 8:17 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 06 September 2018, 8:17 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved