• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Glenn Pardede Tentang Komitmen East-West Seed Indonesia: 'Sahabat Petani yang Paling Baik'

Glenn Pardede Tentang Komitmen East-West Seed Indonesia: 'Sahabat Petani yang Paling Baik'

  • 03 September 2025, 3:50 PM
  • Sosok
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com - Ir. Glenn Pardede, M.M, M.B.A, seorang profesional berpengalaman di industri benih hortikultura saat ini menjabat sebagai Managing Director PT East West Seed Indonesia (EWINDO). Ia lahir di Palembang pada tanggal 30 September dan menamatkan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Indonesia (1989).

Glenn kemudian melanjutkan studi Magister Manajemen di IPMI – Monash University (2000) dan pernah mengikuti riset di Groningen University (1996). Untuk memperdalam kepemimpinannya, Glenn mengikuti program Leadership Excellence through Awareness and Practice (LEAP) di INSEAD pada tahun 2018 lalu baru saja menyelesaikan studi doktoral di Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan fokus penelitian pada kewirausahaan berkelanjutan di sektor pertanian urban pada 24 Juli 2025.

Kariernya di EWINDO dimulai sejak tahun 2000 sebagai Seed Operations Director, kemudian berlanjut menjadi Sales & Marketing Director (2006–2008) dan Deputy Managing Director (2008–2010), kemudian dipercaya untuk menjabat sebagai Managing Director pada 1 Januari 2011. Dalam perannya, Glenn berkomitmen membangun infrastruktur perusahaan, meningkatkan standar kualitas melalui sertifikasi ISO dan ISTA, serta memimpin tim untuk membawa EWINDO sejajar dengan perusahaan benih kelas dunia.

Glenn juga memegang peran penting di berbagai organisasi yang bergerak di bidang hortikultura dan perbenihan. Saat ini, ia aktif di Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI), serta terlibat dalam kepengurusan Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO). Selain itu, ia juga dipercaya menjadi bagian dari Komite Hortikultura di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), serta turut berperan di Departemen Hortikultura Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Kondisi dan arah perkembangan hortikultura nasional dari sisi inovasi benih dan kontribusinya terhadap ketahanan pangan sudah lama menjadi perhatiannya. Ambisinya untuk meningkatkan inovasi benih dalam negeri ia tuangkan dalam berbagai kesempatan.

Dalam wawancara eksklusif bersama Horti Indonesia pada 4 Agustus 2025, Glenn ungkap bagaimana hortikultura bisa berpotensi untuk menyokong ketahanan pangan. Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga akses terhadap pangan bergizi. 

“Hortikultura menjawab hal tersebut karena memiliki peran penting untuk mendorong diversifikasi pangan dan gizi masyarakat,” ujar Glenn.

Kendati demikian, petani dalam negeri sampai saat ini terus menghadapi beberapa tantangan, mulai dari anomali iklim, berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi dan degradasi tanah, dan akses terbatas terhadap benih unggul.

Menjawab tantangan ini, EWINDO hadir sebagai penyedia inovasi benih yang menjadi krusial untuk menjawab kebutuhan petani. 

“Sahabat Petani yang Paling Baik” menjadi nilai perusahaan EWINDO nomor satu yang kerap digaungkan dalam berbagai kesempatan. Tidak hanya memastikan benih yang diproduksi berkualitas, EWINDO juga berkomitmen untuk harus selalu dekat dengan petani, secara fisik maupun emosional.


Baca Juga: ORANG AMERIKA SUDAH BANYAK YANG SUKA DURIAN

“Tim harus hadir di lapangan setiap hari, bukan hanya saat panen atau launching produk, tetapi saat sukses maupun gagal panen, dalam cuaca ekstrem, dan saat ditimpa kondisi sulit lainnya. Selain itu, kami juga harus memecahkan masalah bersama petani dan membimbing agar petani bisa sukses panen makmur,” jelas Glenn.

EWINDO sendiri secara aktif melakukan transfer knowledge kepada petani, antara lain melalui Learning Farm (LF) yang saat ini sudah beroperasi di 8 lokasi sentra produksi hortikultura nasional, yaitu Karawang, Magelang, Malang, Banyuwangi, Lampung Selatan, Solok, Hulu Sungai Selatan dan Minahasa. LF ini akan terus bertambah hingga mencapai sekitar 20 Learning Farm hingga akhir 2025. 

Inovasi teknologi menjadi strategi pertumbuhan dan pelayanan EWINDO kepada petani. Selama 35 tahun, EWINDO meningkatkan daya saing benih nasional melalui sertifikasi mutu dan inovasi berstandar nasional, misalnya Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu – Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (LSSM – BPTH), ISO 9001:2008, sampai International Seed Testing Association (ISTA).

Kemudian, EWINDO juga memiliki komitmen kuat terhadap riset dan inovasi dengan investasi pada fasilitas R&D benih hortikultura terbesar dan terlengkap di Indonesia saat ini. Fasilitas R&D ini didukung teknologi untuk mengembangkan benih yang reliable, high yield with acceptable quality, dan faster.

Pendekatan adopsi digital di kalangan petani sudah EWINDO terapkan dalam berbagai kesempatan, salah satunya pengembangan aplikasi SIPINDO.

“Sejak 2018, kami mengembangkan aplikasi SIPINDO dengan fitur yang dapat dimanfaatkan oleh petani, antara lain info budidaya dan info harga sayur di pasar. Kami juga mengembangkan jaringan pemasaran online,” tutur Glenn.

Selain perubahan atau anomali iklim yang menuntut percepatan inovasi untuk menghasilkan varietas yang adaptif, peran pemerintah dalam sektor hortikultura yang dinilai masih kurang juga menjadi tantangan tersendiri.

“Regulasi perbenihan masih belum sepenuhnya berpihak kepada petani dan pemahaman petani akan pentingnya benih unggul masih kurang sehingga juga membutuhkan peran pemerintah dalam hal ini,” katanya.

Glenn berharap, petani bisa tetap menjadi subjek/pelaku utama dari perkembangan sektor pertanian dan ada kolaborasi lintas sektor untuk memajukan sektor pertanian.

“Semoga petani tetap menjadi menjadi subjek/pelaku utama dari perkembangan sektor pertanian. Kemudian ada kolaborasi lintas sektor antara komunitas petani, pemerintah, pelaku bisnis/asosiasi, dan akademisi untuk memajukan sektor pertanian dan iklim regulasi yang lebih progresif dan berpihak pada kesejahteraan petani,” pungkas Glenn.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 03 September 2025, 3:50 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 03 September 2025, 3:50 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 03 September 2025, 3:50 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 03 September 2025, 3:50 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved