• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Harga Cabai dan Tomat Naik, Petani Bali Ikut Tersenyum

Harga Cabai dan Tomat Naik, Petani Bali Ikut Tersenyum

  • 07 April 2026, 1:04 PM
  • Sayur
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Sektor pertanian di Bali kembali menunjukkan performa positif pada Maret 2026. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat naik menjadi 104,94 atau meningkat 1,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa secara umum pendapatan petani masih lebih besar dibandingkan pengeluaran mereka.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, mengatakan kenaikan NTP dipengaruhi oleh naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

“Ketika NTP berada di atas 100, itu artinya daya beli petani relatif terjaga. Ini sinyal penting bagi stabilitas ekonomi pedesaan,” ujar Agus di Denpasar.

Kenaikan NTP ini paling banyak ditopang oleh subsektor hortikultura. Subsektor tersebut melonjak 8,99 persen, dari 115,94 menjadi 126,36. Lonjakan itu dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas seperti cabai merah, tomat, dan jeruk.


Baca Juga: Sektor Florikultura Prospektif, Program GRATIEKS Makin Masif

Harga kelompok sayuran tercatat naik hingga 12,77 persen, sedangkan buah-buahan meningkat 5,44 persen. Kondisi ini membuat hortikultura menjadi salah satu sumber pendapatan paling menjanjikan bagi petani Bali di tengah naik turunnya harga komoditas lain.

Meski begitu, tidak semua subsektor pertanian mengalami kondisi serupa. Tanaman pangan tercatat turun tipis sebesar 0,18 persen, sementara perkebunan rakyat turun 0,89 persen. Hal ini terjadi karena biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga meningkat lebih cepat dibandingkan harga jual hasil pertanian.

“Tantangan utama sektor pertanian bukan hanya soal harga jual, tetapi juga efisiensi biaya,” kata Agus.

Secara keseluruhan, tren NTP pada Maret 2026 memberikan sinyal positif bagi ekonomi Bali. Di tengah dominasi sektor pariwisata, sektor pertanian masih menjadi penyangga ekonomi penting saat sektor lain mengalami tekanan.

Namun, tren positif ini tetap bergantung pada kestabilan harga komoditas dan kemampuan petani menekan biaya produksi agar keuntungan yang didapat tidak cepat tergerus.

Sumber : SWA

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 07 April 2026, 1:04 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 07 April 2026, 1:04 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 07 April 2026, 1:04 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 07 April 2026, 1:04 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved