• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Harga Cabai Juli 2026 Bergerak Dinamis, Cabai Rawit Merah Tertinggi

Harga Cabai Juli 2026 Bergerak Dinamis, Cabai Rawit Merah Tertinggi

  • 10 Agustus 2026, 10:51 AM
  • Buah
  • HORTI INDONESIA

Kediri, hortiindonesia.id  – Pergerakan harga cabai sepanjang Juli 2026 menunjukkan dinamika yang cukup beragam pada setiap varietas. Berdasarkan data Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang mencatat perkembangan harga, asal pasokan, serta tujuan pengiriman cabai selama 1–31 Juli 2026, cabai rawit merah tercatat memiliki harga tertinggi dibandingkan cabai merah besar dan cabai merah keriting.

Data APCI Kabupaten Kediri tersebut mencatat tiga kelompok utama cabai, yakni cabai merah besar (CMB), cabai merah keriting (CMK), dan cabai rawit merah/kecil (CRM). Masing-masing kelompok terdiri atas sejumlah varietas dengan pergerakan harga yang berbeda sepanjang Juli.

Pada kelompok cabai merah besar, varietas Gada Evo mencatat harga rata-rata sekitar Rp22.258/kg selama Juli. Harga terendah berada pada Rp18.000/kg pada awal bulan, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp25.000/kg pada 31 Juli. Varietas Imola F1 bergerak dengan rata-rata sekitar Rp21.258/kg, dengan harga terendah Rp17.000/kg dan tertinggi Rp24.000/kg. Sementara itu, Sandi 08 FI mencatat rata-rata sekitar Rp19.419/kg, dengan rentang harga Rp16.000–Rp22.000/kg.

Pergerakan tersebut menunjukkan adanya penguatan harga cabai merah besar menjelang akhir Juli. Gada Evo, misalnya, meningkat dari Rp18.000/kg pada 1 Juli menjadi Rp25.000/kg pada akhir bulan. Imola F1 juga naik dari Rp17.000/kg menjadi Rp24.000/kg, sedangkan Sandi 08 FI meningkat dari Rp16.000/kg menjadi Rp22.000/kg.

Pada kelompok cabai merah keriting, varietas BOOS Tavi F1 mencatat rata-rata harga sekitar Rp23.129/kg. Harga varietas ini berada pada level terendah Rp20.000/kg pada 23 Juli dan kemudian mencapai titik tertinggi Rp27.000/kg pada 29 Juli. Pada awal bulan, harga BOOS Tavi F1 tercatat Rp21.000/kg dan ditutup pada Rp27.000/kg.

Sementara itu, varietas Sibad mencatat rata-rata harga sekitar Rp21.129/kg. Harga terendahnya berada di level Rp18.000/kg pada 23 Juli, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp25.000/kg pada 29 Juli. Dibandingkan awal bulan yang berada di Rp19.000/kg, harga Sibad juga ditutup lebih tinggi, yakni Rp25.000/kg.

Data APCI Kabupaten Kediri memperlihatkan pola pergerakan yang relatif serupa pada kedua varietas cabai merah keriting tersebut. Setelah mengalami fluktuasi selama pertengahan bulan, harga kembali menguat menjelang akhir Juli.

Pergerakan harga paling tinggi terlihat pada kelompok cabai rawit merah/kecil. Varietas BRENGOS 99 mencatat rata-rata harga sekitar Rp33.774/kg, sekaligus menjadi varietas dengan rata-rata harga tertinggi dalam data Juli. Harga BRENGOS 99 bergerak dari Rp34.000/kg pada awal Juli, sempat mencapai titik terendah Rp28.000/kg pada 17 Juli, kemudian melonjak hingga Rp44.000/kg pada 29 Juli. Pada akhir periode pengamatan, harganya masih berada di level Rp37.000/kg.

Varietas ASMORO 043 juga menunjukkan pergerakan yang cukup kuat. Harga rata-ratanya mencapai sekitar Rp32.194/kg, dengan harga terendah Rp26.000/kg pada 17 Juli dan tertinggi Rp42.000/kg pada 29 Juli. Dari Rp32.000/kg pada awal bulan, harga varietas ini berada pada Rp35.000/kg pada 31 Juli.

Sementara itu, Prentul TUMI 99 dan JUWITA 25 F1 mencatat pola harga yang sama dalam data Juli, dengan rata-rata sekitar Rp26.194/kg. Keduanya mencapai harga tertinggi Rp35.000/kg pada 4 Juli dan titik terendah Rp21.000/kg pada 19 Juli. Pada akhir bulan, harga kedua varietas tercatat Rp24.000/kg.


Baca Juga: Tak Hanya Kucurkan Bantuan Saprodi, Kementan Bekali Petani dengan Bimtek Ramah Lingkungan

Dengan demikian, kelompok cabai rawit merah/kecil menunjukkan rentang harga yang lebih tinggi dibandingkan cabai merah besar dan cabai merah keriting. BRENGOS 99 menjadi varietas dengan harga tertinggi dalam data APCI Kabupaten Kediri selama Juli, yakni mencapai Rp44.000/kg.

Selain mencatat perkembangan harga, data APCI Kabupaten Kediri juga memuat informasi mengenai asal pasokan dan tujuan pengiriman cabai. Untuk kelompok cabai merah besar (CMB), pasokan terutama berasal dari Kediri, Malang, dan Blitar, dengan tambahan pasokan dari Jember pada beberapa waktu. Pengiriman cabai merah besar diarahkan ke pasar lokal Jawa Timur, industri, serta sejumlah pengiriman ke Kalimantan.

Sementara itu, cabai merah keriting (CMK) terutama mendapatkan pasokan dari Kediri dan Blitar. Pengirimannya tercatat menuju pasar lokal Jawa Timur dan industri.

Untuk cabai rawit merah (CRM), sumber pasokan lebih beragam. Data mencatat pasokan berasal dari Kediri, Malang, dan Jawa Tengah. Dari sisi pengiriman, cabai rawit merah disalurkan untuk kebutuhan industri, pasar lokal Jawa Timur, serta Kalimantan.

Pola tersebut menunjukkan bahwa jaringan pasokan cabai dalam periode Juli melibatkan sejumlah daerah produksi. Kabupaten Kediri menjadi salah satu wilayah yang tercatat dalam rantai pasokan, bersama sentra lainnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Jika dibandingkan antara harga awal dan akhir periode, sebagian besar varietas menunjukkan harga penutupan yang lebih tinggi dibandingkan harga pada awal Juli. Kenaikan terlihat pada cabai merah besar maupun cabai merah keriting, sedangkan kelompok cabai rawit merah memperlihatkan fluktuasi yang lebih tajam.

Gada Evo, misalnya, meningkat dari Rp18.000/kg menjadi Rp25.000/kg. Imola F1 naik dari Rp17.000/kg menjadi Rp24.000/kg, sedangkan Sandi 08 FI dari Rp16.000/kg menjadi Rp22.000/kg.

Pada kelompok cabai merah keriting, BOOS Tavi F1 naik dari Rp21.000/kg menjadi Rp27.000/kg, sedangkan Sibad dari Rp19.000/kg menjadi Rp25.000/kg.

Di kelompok cabai rawit merah, BRENGOS 99 tercatat dari Rp34.000/kg pada awal periode dan Rp37.000/kg pada akhir bulan. ASMORO 043 meningkat dari Rp32.000/kg menjadi Rp35.000/kg. Sementara Prentul TUMI 99 dan JUWITA 25 F1 berakhir di Rp24.000/kg, lebih rendah dibandingkan harga awal Rp29.000/kg.

Data Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan harga dan pergerakan pasokan sejumlah varietas cabai selama Juli 2026. Perbedaan harga antarkelompok maupun antarvarietas menunjukkan bahwa dinamika pasar cabai berlangsung cukup beragam sepanjang periode pengamatan.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 10 Agustus 2026, 10:51 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 10 Agustus 2026, 10:51 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 10 Agustus 2026, 10:51 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 10 Agustus 2026, 10:51 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved