• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Harga Hortikultura Terkapar, NTPH Turun 13 Persen

Harga Hortikultura Terkapar, NTPH Turun 13 Persen

  • 03 Februari 2026, 2:40 PM
  • Kilas
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com – Kinerja subsektor hortikultura menjadi sorotan di awal tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) anjlok 13,76% pada Januari 2026. Angkanya turun dari 138,70 pada Desember 2025 menjadi 119,62.

Penurunan tajam ini menjadi alarm bagi kesejahteraan petani hortikultura. Secara umum, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional juga ikut melemah 1,40% secara bulanan (mtm) menjadi 123,60, yang menandakan turunnya daya beli petani.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa penurunan ini dipicu oleh melemahnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It).

“Penurunan indeks harga yang diterima petani lebih tajam dibandingkan dengan penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib),” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).


Baca Juga: Program Kemitraan Bikin Petani Bawang Putih Untung

Pada Januari 2026, It tercatat turun 1,85% menjadi 155,02. Sementara itu, Ib hanya turun 0,45% menjadi 125,42. Kondisi ini menunjukkan pendapatan petani menurun lebih cepat dibandingkan pengeluaran mereka.

Khusus di subsektor hortikultura, It tercatat turun 14,08%, sedangkan Ib hanya terkoreksi tipis 0,37%. Ketimpangan inilah yang membuat NTPH terperosok cukup dalam.

Sejumlah komoditas utama menjadi penyumbang penurunan tersebut, antara lain cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan wortel. Turunnya harga komoditas-komoditas ini berdampak langsung pada penerimaan petani.

Di sisi lain, kinerja berbeda terjadi pada subsektor perikanan. Nilai Tukar Nelayan (NTN) justru naik 2,51% pada Januari 2026. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya harga komoditas seperti ikan cakalang, layang, tongkol, kembung, dan cumi-cumi.

Meski demikian, anjloknya subsektor hortikultura menjadi catatan penting di awal 2026. Jika tren pelemahan harga berlanjut, tekanan terhadap kesejahteraan petani hortikultura berpotensi semakin dalam.

Sumber : Kontan.co.id

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 03 Februari 2026, 2:40 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 03 Februari 2026, 2:40 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 03 Februari 2026, 2:40 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 03 Februari 2026, 2:40 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved