• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. HortiTalk: Tanam Jagung Lebih Efisien Tenaga, Waktu, Biaya, dan Pemupukan dengan Varietas PRG

HortiTalk: Tanam Jagung Lebih Efisien Tenaga, Waktu, Biaya, dan Pemupukan dengan Varietas PRG

  • 20 Oktober 2025, 4:41 PM
  • InovTek
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com - Tantangan utama menanam jagung di Kabupaten Sumbawa adalah gulma. Kalau tidak dikendalikan produksi jagung turun karena persaingan untuk mendapatkan nutrisi sangat ketat sekali. Hamzah Wadi, petani jagung berpendidikan S1 Pertanian dari Kabupaten Sumbawa , NTB, menyatakan hal ini pada HORTITALK “Inovasi Bioteknologi Jagung untuk Mendorong Ketahanan Pangan Nasional” yang diselenggarakan Horti Indonesia bekerjasama dengan Bayer.

Potensi hasil jagung 12-13 ton/ha sulit dicapai. Selain itu gulma juga membuat kelembaban tinggi sehingga berpotensi besar terserang penyakit busuk batang . Dengan masalah gulma yang luar biasa, sebelum tanam petani biasa memyemprot dengan herbisisa sistemik 3 kali, yaitu 20 hari sebelum tanam, seminggu sebelum tanam, dan 1-2 hari sebelum tanam untuk mengantisipasi pertumbuhan.

Bila gulma tumbuh lagi maka 7-10 hari setelah tanam disemprot lagi dengan herbisida selektif yang harganya lebih mahal. Aplikasi terakhir 30-40 hari setelah di lorong untuk mengurangi kelembaban supaya tidak terserang penyakit busuk batang.

Total biaya untuk herbisida saja mencapai Rp2 juta /ha. Petani juga waktunya tersita untuk menyemprot. Menggunakan tenaga penyemprot biayanya Rp150.000/ha.

“Saya ikut dalam program Better Life Farming yang dibuat Bayer. Saya diberi akses jagung PRG (Produk Rekayasa Genetik) atau bioteknologi DK95R yang tahan terhadap herbisida glifosat. Saya juga didampingi budidaya oleh Bayer ,” katanya.


Baca Juga: Kementan Sigap Tangani Dampak Perubahan Iklim di Kalimantan Barat

Hasilnya adalah 4E yaitu efisiensi waktu, tenaga, biaya dan pupuk. Menggunakan benih jagung bioteknologi hanya 2 kali aplikasi herbisida yaitu 1 kali sebelum tanam dan 1 kali sesudah tanam, efisiensi waktu dan tenaga. “Waktu yang biasa digunakan untuk menyemprot bisa digunakan untuk kegiatan lain seperti memperbaiki pagar, mencari pakan ternak atau berkumpul bersama keluarga,” katanya

Biaya untuk herbisida bila menanam jagung PRG Rp1 juta/ha. Pupuk diserap sepenuhnya oleh jagung karena tidak ada kompetisi dengam gulma. Pertumbuhan jagung maksimal, tongkol berkualitas, warna bagus dan rendemen tinggi. Produksi meningkat sedang biaya produksi berkurang sehingga pendapatan naik. Pemasaran juga didampingi Bayer, langsung terhubung dengan pedagang besar sehingga harga lebih bagus karena rantai pasoknya pendek.

“Menggunakan benih bioteknologi membuat kami siap dan bertekad mendukung swasembada jagung. Ambisi saya Sumbawa bukan hanya lumbung jagung Indonesia saja, tetapi juga lumbung jagung dunia,”katanya.

“Dengan benih jagung PRG tahan glifosat saja penghematan sudah cukup besar. Apalagi kalau benih jagung PRG tahan glifosat dan ulat grayak sudah dilepas maka penghematan dan pendapatan akan lebih besar,” katanya. Ulat grayak sudah mewabah sejak tahun 2014 di Sumbawa. Petani sering salah jenis dan teknis aplikasi sehingga tidak bisa dikendalikan dengan satu kali aplikasi, harus 2 kali.

Penanaman benih jagung biotek di Labangka, sentra jagung Sumbawa yang jadi kiblat jagung, pipilan kering mencapai 11,5 ton, lebih tinggi dari protas nasonal 5,8 ton/ha. “Pengalaman saya menanam jagung bioteknologi dan melihat hasil di Labangka membuat saya sedih bila ada isu miring soal jagung PRG seperti membahayakan lingkungan dan kesehatan. Perbincangan dengan Prof Hermanu Triwododo dari IPB justru kalau jagung tahan ulat grayak paparan tidak perlu disemprot insektisida lagi sehingga paparannya terhadap tanaman berkurang. Bahanya dari mana produk seperti ini,” katanya.

Hamzan berharap supaya petani dipermudah aksesnya terhadap jagung PRG. Menggunakan benih jagung PRG biaya produksi turun sedang produksi naik, pendapatan meningkat. Pertanian tidak lagi dipandang sebelah mata oleh pemuda tetap merupakan peluang kerja dengan pedapatan yang menjanjikan. Potensi lahan di NTB untuk jagung sangat besar, kalau menggunakan benih jagung PRG maka akan berkontribusi terhadap swasembada jagung nasional bahkan menjadi lumbung jagung dunia.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 20 Oktober 2025, 4:41 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 20 Oktober 2025, 4:41 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 20 Oktober 2025, 4:41 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 20 Oktober 2025, 4:41 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved