• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. INDONESIA BUTUH TAMBAHAN 4.000 HA JERUK UNTUK PENUHI KEBUTUHAN

INDONESIA BUTUH TAMBAHAN 4.000 HA JERUK UNTUK PENUHI KEBUTUHAN

  • 10 Oktober 2020, 1:09 PM
  • Buah, Kilas, Agribisnis

Jakarta, Hortiindonesia.com

Luas areal  tanaman jeruk Indonesia pada tahun 2018 mencapai 56.757 ha  dengan produksi  2.510.442 ton. Produksi sebesar ini belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga Indonesia masih mengimpor jeruk dari Tiongkok, Pakistan, Australia dan lain-lain. Fadjri Djufry, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menyatakan hal ini.

Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor maka harus ada penambahan luas areal 4.000 ha dan peningkatan produktivitas. Semua pihak baik pemerintah daerah, petani dan pengusaha didorong untuk menambah luas lahan jeruk dan meningkatkan produktivitas.

Ada 12 provinsi sentra utama jeruk yaitu Sumatera Utara (Karo 3.324 ha 143.630 ton, Simalungun 1.036 ha 103,130 ton, Dairi 402 ha 16.387 ton); Riau (Rokan Hulu 150 ha 24.582 ton); Sumatera Barat (50 Kota 958 ha 19.593 ton, Agam 322 ha, 29.418 ton); Jambi (Kerinci 599 ha 15.734 ton); Bengkulu (Lebong 34 ha 6.789 ton, Kepahiang 79 ha 4.612 ton); Jawa Barat (Garut 595 ha 10.457 ton, Bandung 206 ha 10.045 ton); Jawa Timur (Banyuwangi 3.755 ha 348.429 ton, Jember 6.901 ha 349.310 ha, Lumajang 20.111 ha 120.113 ton, Malang 1.550 ha 131.280 ton, Kota Batu 307 ha 23.343 ton, Ponorogo 742 ha 35.585 ton); Bali (Bangli 6.282 ha 164.476 ton, Gianyar 248 ha 173.832 ha); Kalimantan Barat (Sambas 5.498 ha, 123.739 ton); Kalimantan Selatan (Barito Kuala 2.768 ha 98.842 ton, Tapin 311 ha 19.632 ton); Sulawesi Tenggara (Konawe Selatan 798 ha 13.950 ton); Papua (Nabire 289 ha 29.121 ton). Produksi dan luar panen tertinggi adalah Jember (Jatim) sedang produktivitas tertinggi Lebong (Bengkulu) dengan varietas RGL dan menerapkan GAP/SOP.

Jeruk yang dihasilkan adalah jeruk siam, keprok dan mandarin. Dari sisi cita rasa jeruk Indonesia sudah sangat baik tetapi tampilan masih bermasalah. “Casing sangat menentukan terutama untuk ekspor. Jeruk mandarin impor dari sisi tampilan sangat bagus tetapi cita rasanya belum tentu. Dengan teknologi degreening hal ini bisa diatasi lewat penggunaan etilen,” katanya.


Baca Juga: HORTI TRADE ROOM: Kemitraan Kementan dengan KBHI Dorong Penyerapan Produk Petani

Untuk masuk pasar ekspor juga harus memperhatikan preferensi rasa negara tujuan. Konsumen Eropa tidak mau jeruk manis harus agak asam sehingga yang cocok adalah Jeruk Keprok Batu. Jeruk siam yang rasanya manis tidak cocok diekspor ke sana.

 Jeruk Soe NTT tampilannya bagus karena pengaruh angin dari Australia. Jeruk-jeruk yang ditanam di dataran tinggi rata-rata tampilannya bagus. Papua juga punya jeruk Nabire yang khas. Sekarang yang perlu dilakukan adalah mendorong petani meningkatkan kuantitas dan kualitas.

Saat ini ada 10 negara penghasil jeruk mandarin utama dunia yaitu China 17.455.493  ton, Spanyol 2.941.971 ton,  Indoneia  2.138.474 ton, Turki 1.337.037, Maroko 1.077.628 ton, Mesir 1.020.492 ton, Brasil 997.993 ton, Jepang 805.100 ton, USA 279.787 ton , Korea Selatan  698.741 ton.

Indonesia berpeluang untuk meningkatkan produksi minimal mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tahun 2019 dengan produksi jeruk 2.543.485 ton impor jeruk tercatat 137.585 ton. Rata-rata impor jeruk hanya 10% dari produksi. Impor berasal dari China, Pakistan, Australia.

Konsumsi jeruk perkapita masyarakat Indonesia dari tahun 1995 sampai 2017 meningkat 6 kali lipat. Pandemi Covid membuat jeruk banyak dicari karena kandungan vitamin C yang tinggi. Produksi dan produktivitas harus ditingkatkan, juga dengan teknologi supaya jeruk bisa berbuah sepanjang tahun sehingga selalu tersedia di pasar.

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 10 Oktober 2020, 1:09 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 10 Oktober 2020, 1:09 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 10 Oktober 2020, 1:09 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 10 Oktober 2020, 1:09 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved