• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Ini Solusi Holistik dan Berkelanjutan Kementan untuk Bawang Merah di Brebes

Ini Solusi Holistik dan Berkelanjutan Kementan untuk Bawang Merah di Brebes

  • 04 Februari 2019, 12:24 AM
  • Kilas
  • Teguh

Hortiindonesia, Brebes - Menjelang panen raya bawang merah di Kabupaten Brebes beberapa hari kedepan, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar koordinasi terpadu di Aula Kantor DPKP Brebes, Jumat (1/2). Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Kementan Yasid Taufiq menegaskan bahwa tugas utama jajaran Kementerian Pertanian adalah meningkatkan produksi bawang merah. Saat panen melimpah, Kementerian lain dan Bulog diminta lebih pro aktif melakukan langkah penyerapan.

"Permendag 96 tahun 2018 mengamanatkan kepada Bulog atau BUMN lain untuk melakukan penyerapan ketika harga bawang merah di bawah harga acuan. Kalau mekanisme ini saja diefektifkan, sudah sangat membantu petani," ujar Yasid.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto menekankan pentingnya penyelesaian bawang merah Brebes secara holistik. Permasalahan bawang merah di Brebes sudah berlangsung lama, berkisar tentang seputar harga, OPT, pestisida dan turunnya kualitas lahan.

"Petani menjerit karena harga turun saat panen raya. Belum lagi maraknya penjualan pestisida palsu dan perilaku atau kebiasaan petani yang suka mengoplos pestisida," ungkap Prihasto.

Prihasto menjabarkan bahwa alokasi anggaran 2019 untuk Brebes akan difokuskan untuk budidaya sehat yang ramah lingkungan. Untuk pendampingan budidaya bawang sehat dapat dilaksanakan bekerja sama dengan klinik - klinik yang disediakan oleh Direktorat Perlindungan Hortikultura.


Baca Juga: Lagi, Kementan Ekspor Manggis Purwakarta ke Tiongkok 3.010 Ton

"Meskipun residu pestisida bawang merah Brebes secara umum belum mencapai ambang batas tetapi harus diantisipasi sedini mungkin," tandas Prihasto.

Wakil Perum Bulog Subdivre Pekalongan, Sri Farida melaporkan bahwa saat ini telah dibangun 20 unit instalasi penyimpanan bawang merah menggunakan teknologi Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Brebes. Teknologi tersebut mampu membuat bawang merah bisa tahan disimpan selama 3 bulan. Dari total 20 unit, sementara baru 2 unit yang diuji coba dengan kapasitas 12 ton per unit.

"Dalam waktu dekat Bulog akan menyerap 243 ton bawang merah petani Brebes dengan harga Rp 13 ribu per kg konde askip," kata Farida.

Manager Unit Pengembangan Ekomomi BI Perwakilan Tegal, Bursya mengatakan pihaknya telah melakukan langkah konkret membangun pabrik pasta bawang merah oleh Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Gapoktan Mulya Tani Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari. Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia sekaligus Koordinator Petani Champion Bawang Merah Indonesia, Juwari memprediksi penurunan harga bawang merah di Brebes tidak akan berlangsung lama. 

Dalam forum diskusi, Kasatintel Polres Brebes, Sartono menyebut pihaknya telah mengidentifikasi adanya praktek pengurangan timbangan saat petani menjual bawang merah di Pasar Induk Brebes. "Terkait indikasi peredaran pestisida palsu, tim pengawas pupuk dan pestisida Brebes telah mengidentifikasi. Tentunya yang melanggar akan ditindak tegas."

Ketua HKTI Brebes, Masruhi Bahro mengatakan permasalahan bawang merah di Brebes sangat kompleks dan telah terjadi selama bertahun-tahun. Keberadaan KP3 (Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida) Brebes akan segera diaktifkan mengantisipasi maraknya pemalsuan pestisida di Kabupaten Brebes. Rapat koordinasi terpadu ini dibuka Asisten II Sekda Brebes dan dipandu Kepala Dinas Pertanian Brebes, dihadiri Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Bulog Subdivre Pekalongan, Dandim, Kasatintel Polres Brebes, Distanbun Jawa Tengah, BPTP Jateng, BPTPH Jateng, BI Tegal, ABMI, KTNA dan Ketua Komisi II DPRD Brebes.Teg

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 04 Februari 2019, 12:24 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 04 Februari 2019, 12:24 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 04 Februari 2019, 12:24 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 04 Februari 2019, 12:24 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved