• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Inovasi Kultur In Vitro Percepat Pemuliaan Kentang Tahan Penyakit

Inovasi Kultur In Vitro Percepat Pemuliaan Kentang Tahan Penyakit

  • 09 Mei 2025, 4:24 PM
  • Sayur
  • Adhita Diansyavira

Jakarta, Horti Indonesia – Pusat Riset Hortikultura Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berupaya menjawab tantangan produktivitas dan ketahanan tanaman kentang di Indonesia. Dikutip dari laman brin.go.id, melalui pendekatan bioteknologi modern, tim riset yang dipimpin oleh Ika Roostika, Peneliti Ahli Utama BRIN, berhasil mengembangkan sejumlah varietas baru yang lebih unggul dan tahan terhadap penyakit.

“Fokus utama kami adalah ketahanan terhadap penyakit layu bakteri, tetapi pada saat seleksi lapang, penyakit lain seperti hawar daun dan virus juga turut kami pertimbangkan,” ujar Ika dalam Webinar HortiActive#15 bertema “Metode Pemuliaan Kentang dari Konvensional ke Modern”, Selasa (22/4).

Dari Kultur In Vitro hingga Varietas Terdaftar

Strategi pemuliaan ini menggunakan kombinasi teknik kultur in vitro, induksi mutasi dengan iradiasi, dan seleksi di laboratorium (in vitro selection). Teknik ini dipilih karena populasi kultur vegetatif kentang lebih mudah ditangani, sehingga mutasi yang dihasilkan dapat segera diperbanyak dan diuji.

“Karena diperbanyak secara vegetatif, kultur kentang memungkinkan kami mempercepat proses seleksi dan mendapatkan mutan yang solid,” jelas Ika.

Kelebihan lainnya, varietas hasil mutasi tidak membutuhkan prosedur perizinan serumit produk rekayasa genetika (PRG).

Delapan Varietas Baru Resmi Terdaftar

Hasil dari penelitian ini cukup membanggakan. Delapan varietas baru kentang telah mendapatkan Tanda Daftar, yaitu:

  • Granitas, Grantika, Agropita, Chipita, Bio Viola, dan Bio Agriva (2023)


  • Baca Juga: HARGA BAWANG PUTIH AKAN SEGERA TURUN

    Medita dan Medichi (2024)

Semua varietas ini memiliki potensi hasil tinggi, ketahanan terhadap penyakit layu bakteri, dan keunggulan lain yang mendukung adaptasi di lapangan.

Langkah-Langkah Inovatif Pemuliaan

Penelitian dilakukan melalui tahapan terstruktur, dimulai dari pemilihan varietas unggul (seperti Granola dan Papita), pemberian iradiasi sinar gamma (0–90 Gy), hingga subkultur berulang (hingga M1V6) untuk mendapatkan mutan stabil. Setelah itu, dilakukan seleksi menggunakan suspensi bakteri Ralstonia solanacearum, aklimatisasi planlet, hingga seleksi lapang (in planta).

Analisis molekuler, histologi, dan biokimia juga dilibatkan untuk mengidentifikasi faktor ketahanan, sebelum varietas diuji dan didaftarkan secara legal.

“Uji BUSS (baru, unik, seragam, stabil) dan uji multilokasi (UML) wajib dilakukan agar varietas ini benar-benar layak disebarluaskan,” tegas Ika.

Jawab Tantangan Impor dan Produktivitas

Kentang merupakan komoditas penting yang masih menghadapi banyak persoalan, mulai dari serangan penyakit, produktivitas rendah, hingga membanjirnya kentang olahan impor.

“Banyak gen ketahanan diperoleh dari tanaman liar yang tidak mudah disilangkan dengan kentang budidaya karena perbedaan jumlah kromosom dan faktor EBN (endosperm balance number),” terang Ika.

Dengan hadirnya varietas hasil mutasi ini, diharapkan petani bisa mengurangi penggunaan pestisida sintetis dan mengakses varietas yang sesuai dengan kebutuhan pasar, terutama pasar olahan seperti industri keripik dan kentang beku.

“Jika varietas ini berhasil menggantikan impor, tentu akan menghemat devisa dan membuka peluang lebih besar bagi petani lokal,” tutupnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 09 Mei 2025, 4:24 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 09 Mei 2025, 4:24 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 09 Mei 2025, 4:24 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 09 Mei 2025, 4:24 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved