• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. IPB Ciptakan Cabai Super Pedas Bernama Cabai Palurah

IPB Ciptakan Cabai Super Pedas Bernama Cabai Palurah

  • 18 Juni 2025, 2:24 PM
  • Buah
  • HORTI INDONESIA

Bogor, hortiindonesia.com - Indonesia kini memiliki cabai yang super pedas, bahkan 500 kali lebih pedas ketimbang cabai biasa. Cabai tersebut merupakan hasil inovasi unggul di bidang pertanian dari kampus bergengsi di Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB) University.

Varietas cabai super pedas tersebut, seperti dikutip hortiindonesia.com dari laman resmi IPB, Rabu (18/6/2025), bernama cabai Palurah IPB dan merupakan hasil pengembangan Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Muhammad Syukur, bersama tim peneliti.

Berbeda dari cabai pada umumnya, cabai ini tampil dengan bentuk unik menyerupai jambu air. Di balik penampilannya yang eksotik, cabai Palurah menyimpan tingkat kepedasan ekstrim dan potensi biofarmaka yang luar biasa.

“Cabai ini kami beri nama ‘Palurah IPB’,” ungkap Prof Syukur dalam satu video IPB Pedia di kanal YouTube IPB TV.

Ia menjelaskan bahwa cabai Palurah memiliki tingkat kepedasan 500 kali lebih pedas dari cabai besar biasa, bahkan lima kali lebih pedas dari cabai rawit terpedas yang ada saat ini.

Lebih lanjut, Prof Syukur mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada varietas nasional cabai super pedas yang dilepas secara resmi oleh Kementerian Pertanian.


Baca Juga: TANAMAN HIAS, KOMODITAS EKSPOR BARU SULAWESI UTARA

“Yang sudah terdaftar baru varietas lokal seperti Katokkon dari Sulawesi Selatan. Cabai Palurah ini merupakan hasil perakitan khusus untuk memenuhi kebutuhan super pedas dan telah kami daftarkan untuk dilepas secara nasional,” jelasnya.

Tak hanya menjadi bumbu dapur, cabai ini juga menjanjikan manfaat lain di bidang kesehatan dan industri biofarmaka.

Cabai Palurah IPB, kata Prof M Syukur, juga berpotensi digunakan untuk produk seperti koyo cabai yang selama ini masih banyak diimpor.

“Di Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), cabai seperti ini sudah digunakan untuk konsumsi segar dan olahan," kata Prof M Syukur.

"Namun, dengan adanya cabai Palurah yang dirakit khusus, harapannya bisa memenuhi kebutuhan nasional baik untuk konsumsi maupun bahan biofarmaka,” tambah Prof Syukur.

Dengan rasa pedas yang sangat kuat, menurut Prof M Syukur, maka penggunaannya dalam masakan atau berbagai produk kuliner. juga menjadi jauh lebih efisien.

“Cukup sedikit saja (dicampurkan cabai Palurah IPB ini - red), sudah bisa memberikan sensasi pedas maksimal di dalam makanan," tegas Prof M Syukur.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 18 Juni 2025, 2:24 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 18 Juni 2025, 2:24 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 18 Juni 2025, 2:24 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 18 Juni 2025, 2:24 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved