• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. KEMENTAN DORONG INDRAMAYU SEBAGAI ROLE MODEL KAMPUNG BUAH

KEMENTAN DORONG INDRAMAYU SEBAGAI ROLE MODEL KAMPUNG BUAH

  • 09 Juni 2021, 7:49 AM
  • Agribisnis
  • HORTI INDONESIA
Indramayu, hortiindonesia.com – Kabupaten Indramayu menyambut program kampung buah, sebagai salah satu komponen program kampung hortikultura. Kondisi topografi Indramayu yang terkenal sebagai ikon penghasil mangga, diyakini mampu mempercepat hilirisasi kampung buah. Dengan demikian diharapkan gerakan tiga kali ekspor (GRATIEKS) yang dijalankan Menteri Pertanian Syahrul Yasin didorong lebih cepat.
 
“Kementerian Pertanian senantiasa mendorong terwujudnya buah lokal yang berstandar internasional. Tidak hanya berkualitas baik untuk negeri sendiri namun juga mampu bersaing  dengan negara-negara penghasil buah di dunia. Momentum inilah yang akan diwujudkan melalui pembentukan kampung buah di seluruh negeri,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam beberapa kesempatan. 
 
Guna mempercepat realisasi kampung buah, Direktorat Jenderal Hortikultura mengadakan bimbingan teknologi (bimtek) budidaya jeruk, perdu dan pohon dengan mengundang para petani. Kementerian Pertanian mendukung penuh dalam hal penyediaan benih unggul, teknologi budidaya hingga pasca panen. Kampung buah yang terdaftar akan diregistrasi sehingga memenuhi standar dan berdaya saing. 
 
“Program kampung buah terbuka untuk wilayah lainnya dengan beberapa catatan di antaranya wilayahnya cocok dengan agrosistem yang dibutuhkan. Dari sisi cuaca, daerah yang cocok untuk pengembangan buah tidaklah yang banyak curah hujannya. Syarat selanjutnya, masyarakat dan petani haruslah yang antusias untuk mengembangkan program ini. Terpenting, ada komitmen dari pemerintah setempat, artinya bersama - sama membangkitkan program ini,” ujar Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman, saat membuka kegiatan, Senin (7/6).
 
Liferdi mengatakan, program kampung buah ini diminati banyak pihak. Dirinya bercerita bahkan pernah ada investor yang ingin memberikan saham seluas 300 hektare untuk pengembangan buah. Syarat untuk bergabung dengan kampung buah cukup mudah yakni masyarakat cukup mengajukan proposal ke dinas pertanian setempat. 
Dipilihnya Indramayu sebagai role model kampung buah dikarenakan wilayah ini mampu mendorong daerah lain untuk mengembangkan buah berskala ekonomi. Permasalahan umum yang terjadi pada buah lokal adalah rasa yang kadang tidak seragam bahkan dalam satu wilayah, termasuk produksinya yang kurang stabil.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Stok Bawang Merah Aman

 
“Indramayu adalah ikon mangga dan sudah ada agrowisatanya. Produksinya mampu memenuhi konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Kami mendorong daerah lain untuk membentuk kampung-kampung minimal dengan luasan 10 hektare atau berskala ekonomi. Dengan adanya semangat one village one product tentunya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian desa,” paparnya.
 
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid sangat mengaku sangat berbangga hati Indramayu dijadikan percontohan pengembangan kampung buah. Dirinya mengatakan, hal yang penting dilakukan adalah mengedukasi petani untuk melakukan budidaya yang baik dengan konsep ramah lingkungan. Selain itu juga mendorong sertifikasi lahan. Dirinya pun berharap adanya manajemen pasar agar harga tidak jatuh pada saat musim panen raya. 
 
“Kami memiliki 837 ribu pohon mangga atau 83 ribu hektare lahan. Produksinya tidak kurang dari 1,3 juta ton per tahun. Kami yakin dengan lahan kami yang rata-rata sudah existing ini bisa mempercepat ke arah korporasi sesuai dengan program kampung buah,” jelas Takmid.
 
Salah satu peserta asal Sumenep - Kabupaten Madura, Kholid mengaku bangga diikutsertakan dalam bimtek ini. Dirinya berjanji akan mengaplikasikan semua pelatihan yang diberikan selama acara berlangsung pada kelompok tani di wilayahnya.
 
“Saya optimistis mampu mewujudkan daerah saya menjadi kampung buah. Daerah saya, Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan selama tiga tahun belakangan ini mampu mengembangkan mangga dan lengkeng seluas 20 hektare. Saya yakin dengan program kampung buah ini mampu meningkatkan perekonomian petani dan desa saya,” ujar pemuda berusia 26 tahun ini.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 09 Juni 2021, 7:49 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 09 Juni 2021, 7:49 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 09 Juni 2021, 7:49 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 09 Juni 2021, 7:49 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved