• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kementan Pilih Tegal Jadi Lokasi Pelatihan Petugas Verifikasi Bawang Putih

Kementan Pilih Tegal Jadi Lokasi Pelatihan Petugas Verifikasi Bawang Putih

  • 24 November 2019, 10:20 AM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Tegal (22/11) - Sebanyak 20 petugas verifikasi lapang bawang putih yang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian digembleng pengetahuan teknis budidaya dan pascapanen di Desa Tuwel, Kecamatan Guci, Kabupaten Tegal. Materinya meliputi penyiapan lahan, penanaman, pemupukan, pengairan hingga teknik pemanenan. Petugas juga dibekali ilmu teknologi penyimpanan instore dryer untuk mempercepat pengeringan calon benih bawang putih.

Selama kegiatan berlangsung, para petugas yang digadang mampu menjadi pengawal program peningkatan produksi bawang putih nasional tersebut, terlihat sukacita mengikuti seluruh proses pelatihan.

"Saya ingin agar seluruh staf yang bertugas sebagai tim verifikasi tidak hanya memahami administrasi saja, namun mampu menjadi pendamping dinas dan pelaku usaha impor dalam berbudidaya bawang putih. Sehingga, saya anggap kegiatan ini penting. Pemilihan lokasi di Kabupaten Tegal juga sangat tepat, ada cerita sukses, sehingga mendorong saya harus datang dan melihat langsung ke sini", ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, saat ikut memberikan pembekalan di Mamapi Cafe, Tuwel, Bojong, Tegal (22/11).

Prihasto mengatakan peningkatan kapabilitas petugas verifikasi menjadi salah satu perhatian Kementan, terutama untuk mendukung kebijakan pengembangan bawang putih yang melibatkan importir. "Kami ingin petugas verifikasi selain berintegritas tinggi, juga cakap secara teknis dan profesional dalam menjalankan tugasnya di lapangan", tandas pria yang akrab dipanggil Anton tersebut.

Dipilihnya Kabupaten Tegal sebagai lokasi pelatihan bawang putih karena dinilai memiliki sejarah sukses budidaya bawang putih lokal sejak era tahun 1990-an. "Petani bawang putih Tegal terkenal maju dan memiliki success story yang menggembirakan. Kami dorong Tegal bisa menyelenggarakan Festival Bawang Putih. Harapannya bisa memperkuat posisi Tegal sebagai show window dan percontohan budidaya bawang putih maju di tingkat nasional", tambah Anton semangat.

Anton mengajak semua pihak mendorong harga bawang putih lokal bisa kompetitif dengan bawang putih impor. "Kurun 2 tahun terakhir, sudah banyak kemajuan dalam pengembangan bawang putih lokal. Contohnya ukuran umbi, sekarang sudah mampu menyamai ukuran bawang impor. Kandungan alisin bawang putih lokal juga lebih tinggi, sehingga membuat aroma bawang putih lokal jauh lebih kuat dan nikmat", kata Anton.

"PR kita selanjutnya adalah soal harga. Bayangkan, biaya pokok produksi di Tiongkok hanya Rp. 5 ribu per kilogram, sementara bawang putih lokal mencapai Rp.13 ribu per kilo. Mahalnya biaya produksi kita salah satunya disebabkan harga benih yang tinggi. Kalau harga benih bisa ditekan, maka ongkos produksi bisa di harga Rp.7-8 ribu. Bisa lah kompetitif di pasar kalau harganya segitu. Namun, apapun petani harus tetap mendapat keuntungan yang wajar", tukas Anton.

Bupati Tegal, Umi Azizah, mengaku sempat menolak mentah-mentah program bawang putih saat dulu masih menjadi wakil bupati tahun 2015. "Saya yang juga petani bawang putih tahu betul gimana terpuruknya petani bawang putih tegal saat itu. Sehingga saya tidak mau lihat petani kembali berduka dan bangkrut " ujar umi yang turut serta dalam acara tersebut.


Baca Juga: BRIN : LOSSES HORTIKULTURA 35%

Namun pada tahun 2018, saat panen bersama BI dan Balitsa rasa pesimis berubah menjadi optimis karena ternyata bawang putih Tegal bisa berproduksi optimal kembali. Bahkan generasi petani mudanya sekarang banyak bermunculan", kenang Bupati berprestasi ini dengan nada haru. Bahkan Umi mengaku sangat antusias dan mengapresiasi kegiatan yang digagas Dirjen Hortikultura tersebut.

Menurut Bupati yang akrab dengan petani ini, dirinya sangat mendukung dengan upaya pemerintah pusat membangkitkan kembali kejayaan bawang putih nasional yang telah lama tenggelam.

"Potensi pertanian Tegal sangat besar, sehingga jika ada program dapat dibawa ke Tegal bisa membuat petani semakin bergairah. Kami siap jadi tuan rumah rencana Festival Bawang Putih Nasional. Saya titip pesan agar petani bawang putih Tegal untuk tetap semangat", katanya. Umi menambahkan, berkat kerja keras Pemkab dan masyarakat Tegal, daerahnya mendapat anugerah penghargaan atas pencapaian perencanaan dan pembangunan terbaik tingkat nasional di tahun 2018. "Ini tahun ke 5 kami mendapatkan penghargaan tersebut" ujar Umi bangga.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tegal, Khofifah, tak kuasa menyembunyikan rasa sukacita atas atensi Kementan terhadap petani bawang putih Tegal. "Program pemerintah untuk membangkitkan kembali bawang putih sangat dirasakan petani kami.

Bahkan ibu Bupati sampai menangis kalau mengingat di tahun 1995 pernah buat mesjid senilai 1.5 milyar dan petani berbondong-bondong naik haji, hanya dari bawang putih. Sekarang sejarah tersebut mampu diulang kembali. Bulan ini saja sudah 9 pasutri yang mendaftar haji, semua dari bawang putih. Tentu hal ini sangat mengharukan bagi ibu bupati kami. Petani menerima berkah yang luar biasa" ungkap Opip panggilan akrab Khofifah. "Tahun 2019 ini setidaknya sudah 7 importir yang bermitra dengan petani kami. Salah satunya Food Station, BUMD Jakarta mau investasi di sini", terang Opip.

Di lokasi yang sama, Manajer Bank Indonesia Tegal, Bursya, mengapresiasi program pengembangan kawasan bawang putih yang digagas Kementan. "Kebijakan melibatkan swadaya petani, swasta dan APBN dalam pengembangan bawang putih kami nilai mampu memberikan dampak positif kepada petani Tegal. Kebijakan ini sangat pro petani", tandas Bursya.

Menurutnya, Bank Indonesia sejak 2015 telah menginisiasi cluster bawang putih di Tegal. "Tidak hanya cluster bawang putih, BI juga membuat cluster bawang merah dan cabai untuk pengendalian inflasi. Bawang putih ini kami nilai penting karena 99% impor dan mempengaruhi ekonomi nasional" terang Bursya yang diamini Bandu Wedyanto, mantan Kepala BI Tegal Periode 2013-2015.

Riswanto, petani bawang putih Tegal mengaku senang bawang putih Tuwel kini telah bangkit kembali, bahkan hasilnya mencapai rata-rata 22 ton per hektar panen basah. Hasil ubinan varietas Tawangmangu bahkan mencapai 37 ton per hektar kondisi cabut basah. Sementara untuk varietas Sangga Sembalun bisa mencapai 26 ton per ha. Khusus varietas GBL asal Taiwan juga mampu tumbuh dengan baik meski tidak sebesar lokal. Ditanya mengenai harapan petani bawang putih, Riswanto menceritakan pengalaman petani tua di daerahnya. "Kalau dulu hanya dengan jual hasil panen di lahan 1.700 m2 bisa untuk petani naik haji. Nah, mudah-mudahan saat sekarang ini dan masa-masa mendatang juga bisa terulang kembali. Harga bawang putih bagus dan stabil, biar bisa jadi modal petani naik haji", ujar Riswanto berharap

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 24 November 2019, 10:20 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 24 November 2019, 10:20 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 24 November 2019, 10:20 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 24 November 2019, 10:20 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved