• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pantau Sejumlah Titik, Kementan Pastikan Bahan Pangan Pokok di Kaltim Aman

Pantau Sejumlah Titik, Kementan Pastikan Bahan Pangan Pokok di Kaltim Aman

  • 12 April 2022, 9:42 AM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia - Direktur Sayuran dan Tanaman Obat - Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Tommy Nugraha, bersama Tim Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur secara marathon menggelar pemantauan langsung ke sejumlah pasar induk maupun retailer, Kadivre Bulog Kaltimtara serta UPTD/Perusda Aneka Usaha (PD. PAU), Pasar Mitra Tani/Toko tani Indonesia (PMT) /TTI di Samarinda dan Balikpapan (8-9/4). Hasilnya, sejumlah kebutuhan bahan pangan pokok seperti minyak goreng, daging, telur, ayam, bawang dan cabai di seluruh wilayah Kalimantan Timur terpantau aman terkendali.

Selaku penanggungjawab pemantauan bahan pangan pokok wilayah Kaltim, Tommy memastikan bahwa pasokan ke wilayah ini khususnya pada momentum bulan Ramadhan hingga lebaran nanti aman. "Kami sudah konfirmasi langsung ke berbagai pihak diantaranya Dinas terkait, distributor pasar induk, Bulog sampai ke pedagang retail. Kesimpulannya, ketersediaan bahan pangan di Kaltim sangat mencukupi," ujar Tommy.

Kepala Bulog Kaltim - Kaltara, Arrahim Karimullah saat dikonfirmasi di Balikpapan mengamini ketersediaan sejumlah bahan pokok di wilayah kerjanya aman terkendali. "Sangat mencukupi. Cadangan Beras mencukupi. Pasokan minyak goreng saat ini juga sudah normal meskipun harganya sudah terlanjur berubah. Bulog, dan Dinas Pangan atau Perangkat Daerah yg mengurusi Pangan baik di Balikpapan dan di Samarinda juga aktif melakukan upaya taktis stabilisasi harga dengan menggelar operasi pasar/ gerakan pasar murah di sejumlah daerah. Secara umum pasar di Kaltim kondusif," ujar Rahim.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan Pertanian dan Hortikultura Provinsi Kaltim, M. Alimuddin, saat diminta keterangan, turut mengkonfirmasi fakta tersebut. "Kaltim ini unik. Meski produksi lokal Kaltim belum mencukupi, tapi pasokan dari luar Kaltim sangat mencukupi bahkan melimpah. Kaltim menjadi tujuan favorit para pedagang dan supplier dari berbagai daerah karena daya beli masyarakatnya yang relatif kuat. Jarang sekali ada gejolak pasar disini karena bagi masyarakat yang penting barang tersedia," terang Alimuddin.


Baca Juga: Irigasi Tetes Bantu Optimalkan Budidaya Lidah Buaya di KWT Sumber Rejeki

Direktur PD. PAU Kota Samarinda, Syamsuddin, ketika dikonfirmasi oleh tim, mengatakan minyak sudah cukup banyak digelontorkan pada masyarakat dgn berbagai mitra( PMT/TTI dan lembaga sosial lainnya) sekitar 30.000 liter migor curah dari produsen Apikal dgn harga HET Rp. 14.000 /ltr, belum lagi yg dimotori oleh BUMN RNI (ID Food) yg berperan menggelontorkan migor curah di pasar Kaltim, apalagi minyak yg kemasan komersil juga sudah terlihat di beberapa pasar modern dan di toko

H. Syamsudin, satu diantara 10 pedagang grosir bawang merah Pasar Induk Segiri Samarinda mengaku pasokan bawang merah sampai saat ini berlangsung lancar. "Bawang merah sebagian besar masuk dari Enrekang. Untuk saya sendiri jual rata-rata 2 ton sehari atau 15 ton seminggu. Harga masih normal 18-20 ribu di grosir. Bawang putih masuk dari Surabaya. Pasokan aman," kata pria asal Bone tersebut. Saat disinggung apakah menurutnya perlu impor bawang merah untuk menambah pasokan, Syamsudin tegas menolak. "Biar saya pedagang, saya tidak setuju (impor). Kasian lah petani," tegasnya.

Senada, Darminto salah satu diantara 12 pedagang grosir cabai blak blakan menyebut pasokan cabai saat ini cenderung banyak. "Kiriman dari Palu dan Makasar banyak masuk ke Segiri. Dari Jawa juga masuk. Aman lah pokoknya kalau cabai. Bahkan lebaran nanti saya pastikan pasokan tetap ada. Harga juga masih wajar," tandas Darminto.

Pemantauan langsung ke Pasar Klandesan Balikpapan, sejumlah bahan pangan dengan mudah dijumpai, termasuk minyak goreng yang sempat mengalami kelangkaan. "Minyak goreng sudah gampang sekarang. Kalau disini yang banyak dicari justru minyak goreng kemasan bukan curah karena konsumennya rata-rata kalangan rumah tangga menengah keatas," ungkap Malukin, salah seorang pedagang di pasar tersebut.

Kondisi serupa juga terpantau di Pasar Induk Pandansari Balikpapan dimana pasokan daging, bawang, cabai, minyak goreng dan kebutuhan lainnya terpantau normal terkendali.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 12 April 2022, 9:42 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 12 April 2022, 9:42 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 12 April 2022, 9:42 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 12 April 2022, 9:42 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved