• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. PETANI KARET TABALONG JADIKAN HORTIKULTURA PENDAPATAN HARIAN

PETANI KARET TABALONG JADIKAN HORTIKULTURA PENDAPATAN HARIAN

  • 23 Maret 2021, 12:13 AM
  • Kilas, Budidaya, Agribisnis

Tabalong, Hortiindonesia.com

Petani karet di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan yang ikut peremajaan karet rakyat banyak yang menanam tanaman hortikultura sebagai tanaman tumpang sari. Tanaman hortikultura yang ditanam petani adalah tomat, cabai besar, melon, buncis. Soleh, Kepala Bidang Sarana Pertanian Perkebunan Dinas Pertanian Tabalong menyatakan hal ini.

Tomat dengan produksi 15 ton/ha petani mendapat tambahan pendapatan Rp30 juta/bulan. Demikian juga cabai  besar dengan produksi 8 ton/0,5 ha menjadi penghasilan harian petani. Pemasaran tidak masalah karena tengkulak datang sendiri ke kebun.

“Petani karet biasanya setelah peremajaan meninggalkan kebun dan mencari pekerjaan lain seperti kuli bangunan, buruh perkebunan sawit dan lain-lain. Tetapi dengan adanya tumpang sari mereka tidak lagi seperti itu, tiap hari ke kebun.Mereka menjadi petani sepenuhnya , Ini juga berdampak positif pada tanaman karet,” katanya.

Pemda Tabalong sejak tahun 2017 memperkenalkan tumpang sari ini pada peremajaan tanaman karet. “Pada awalnya susah sekali tetapi kita membuat demplot. Petani percaya dan sekarang banyak petani sudah menerapkannya. Program Pemda Tabalong dinamakan Program Peremajaan Karet Rakyat Pola Supradin (Sistim Usaha Perkebunan Rakyat Diversifikasi dan Intergrative),” katanya.

Luas kebun karet di Kabupaten Tabalong adalah 69.505 ha yang tersebar di 12 kecamatan, 28,43% dari luas kebun karet Kalimantan Selatan yang mencapai 244.421 ha. Pola tanam karet ada dua yaitu jarak tanam tunggal 6 m jarak antara baris dan 3 m jarak antara tanaman dengan populasi karet 550 tanaman, sedang Supradin jarak tanam ganda jarak antara baris ganda 18 m, baris sempit 2 m dan antara tanaman 2,5 m dengan populasi tanaman 400 /ha.


Baca Juga: Tantang Pertanian Semakin Kompleks

Karena luas lahan terbuka cukup besar petani karet yang melakukan peremajaan mendapat bantuan alsintan untuk mengolah tanah. Tanpa alsintan petani tidak akan mampu mengolah tanah.

Suhari, Peneliti Agronomi Pusat Penelitian Karet Indonesia menyatakan pihaknya sudah melakukan penelitian tumpang sari karet dengan  sistim jarak tanam tunggal dengan tanaman hortikultura yaitu nenas, pisang, cabai, jagung manis, kacang panjang. Pada tahun ketiga karena tajuk sudah menutup maka tumpang sari bisa dilakukan dengan tanaman tahan naungan yaitu kunyit, temu lawak dan kapulaga. Sedang pada jarak tanam ganda tumpang sari bisa dilakukan secara permanen.

 

.

 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 23 Maret 2021, 12:13 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 23 Maret 2021, 12:13 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 23 Maret 2021, 12:13 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 23 Maret 2021, 12:13 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved